
***
Malam itu, setelah memastikan putrinya terlelap. Miya pun segera keluar dari rumah sakit menuju hotel tempatnya bekerja. Sampai di hotel Miya langsung mengganti bajunya, setelah mendapatkan pengarahan. Miya pun menuju sebuah kamar suit room yang akan ia bersihkan.
Menekan bel, lalu membuka pintu dengan kartu pegawainya. Santai, Miya memasuki kamar mewah itu dengan membawa peralatannya.
Wajah Miya langsung memerah kala melihat dua orang pria tampan dengan hanya memaki jubah mandi memperlihatkan tubuh kekar mereka.
Miya menundukkan wajahnya karena malu, namun sesaat kemudian dia pun kembali fokus pada tugasnya.
__ADS_1
"Nona, tunggu sebentar!" Ucap seorang pria yang kini turun dari ranjang mendekati Miya dengan tetap memegangi gelas anggurnya.
"Apa kau mau membersihkan kamar kami?" Tanyanya basa basi.
"I-Iya Tuan," jawab Miya terbata.
"Apa kau mau menemaniku malam ini. Aku akan memberikanmu uang yang banyak." Tawar pria tampan dengan tubuh lebih pendek dari temannya yang masih duduk memantau di ranjang.
"Maaf Tuan. Saya bukan wanita murahan!" Bentak Miya tak terima akan perlakuan kurang ajar pria itu.
__ADS_1
"Kau wanita pertama yang berani menolakku. Dan aku tidak terima penolakkan!" Bentak pria yang bernama Anan, memaksa Miya untuk meneguk anggur miliknya. Miya terus merontak saat pria itu terus memaksanya minum hingga akhirnya ia tersedak. Pria itu lalu mendorong Miya hingga tersungkur dilantai sambil terbatuk-batuk.
"Cukup Anan. Kau sudah ditolak kenapa masih memaksanya." Ucap pria bertubuh kekar, berparas tampan dengan rahangnya yang begitu tegas. Tampak begitu tampan dari pria yang bernama Anan yang tampak lebih pendek.
"Tumben kau menghentikanku, Alvin. Biasanya kau hanya akan melihatku bermain dengan perempuan. Apa kau tertarik dan menginginkan perempuan ini?" Tanya Anan tak percaya. Dari ekspresi sahabatnya itu, dia sudah bisa menebak bahwa sahabatnya menginginkan perempuan yang telah dia lumpuhkan itu. Ya, obat yang ia campurkan kedalam anggurnya mulai beraksi pada Miya. "Ini kejadian yang begitu langka," ujar Anan tersenyum sinis. Selama ini, semenjak ibunya pergi bersama lelaki lain. Semenjak itulah Alvin begitu membenci wanita. Tapi, entah kenapa dia menginginkan Miya. Ini pertama kalinya terjadi setelah 5 tahun berlalu.
Alvin tak menghiraukan ucapan Anan. Namun, dia langsung menangkap tubuh Miya, saat Miya akan memeluk tubuh Anan.
"Baiklah, baiklah. Aku akan pergi, nikmatilah malam kalian berdua," goda Anan lalu segera keluar dari kamar itu, dan memesan kamar lainnya.
__ADS_1
Kini, hanya tinggal mereka berdua. Miya yang mulai merasa kepanasan langsung membuka pakaiannya satu persatu hingga ia benar-benar polos tanpa sehelai pakaian pun menutupi tubuh idealnya. Memang Miya telah banyak berubah, wajahnya sangat berbeda saat ia masih SMA dulu. Semakin cantik dengan garis wajahnya yang semakin menarik. Sedangkan tubuhnya berubah drastis setelah melahirkan. Lekukkan tubuhnya begitu indah bak gitar Spanyol. Jauh lebih menarik dan menggoda pastinya
Setelah tubuhnya polos, Miya langsung memeluk Alvin erat. Lalu Miya ******* bibir Alvin dengan ganasnya. Alvin hanya tersenyum sinis saat Miya berhasil membangkitkan sesuatu dibawah sana. Alvin tak tinggal diam, dia juga mencium bibir Miya dengan kedua tangannya bergerilya kemana-mana membuat Miya tak tahan untuk menahan suara-suara erotisnya.