Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Diatas atau dibawah


__ADS_3

***


"Tuan, pesta itu diselenggarakan untuk acara apa?" Tanya Miya memecah lenggang didalam mobil. Tidak ada sautan membuat miya ingin kembali bicara. Namun urung saat Alvin tiba-tiba meraih tubuhnya hingga menempel pada tubuh kekar Alvin.


"Tuan, Tuan mau apa!?" Teriak Miya kaget saat tangan Alvin sudah bergerilya kemana-mana.


"Ingatlah janjimu. Jadi terserah aku mau berbuat apa pada tubuhmu." Jawab Alvin.


"Ta-tapi ada Sekretaris Haven, Tuan." Saut Miya.


"Haven, apa kau keberatan kalau aku melakukan hal romantis pada Miya?" Tanya Alvin santai.


"Tentu saja tidak, Tuan. Saya tidak melihatnya." Jawab Sekretaris Haven membuat Miya menelan salivanya bersusah payah.


"Aku sudah tidak punya hak atas tubuhku," batin Miya frustasi.


"Kau dengar itu, dia tidak melihat." Ujar Alvin langsung ******* bibir ranum Miya.


"Astaga pria ini, untung saja aku hanya memakai sedikit liptint. Kalau banyak sudah pasti bibirku akan berantakan." Batin Miya lagi.

__ADS_1


"Tuan, kita sudah sampai." Ucap Sekretaris Haven menyelamatkan Miya dari serangan-serangan pria bejat yang kini masih saja memeluknya erat.


"Ayo turun," ajak Alvin.


Tanpa ragu Alvin menggendeng mesra jemari Miya saat memasuki gedung hotel mewah disana, dia seakan melupakan bahwa sebelumnya dia begitu membenci yang namanya perempuan. Saat bersama Miya dia berubah drastis menjadi dirinya yang dulu. Hanya saja lebih mesum.


Miya menundukkan wajahnya malu saat semua mata lelaki yang berada disana menatapnya penuh napsu.


"Angkat wajahmu, jangan membuatku malu." Bisik Alvin ditelinga Miya. Terpaksa Miya pun menaikkan pandangannya. Samar-samar, akhirnya Miya membalas senyuman para tamu dengan senyuman manisnya.


Kini, Miya duduk disebuah kursi yang berada dipojok. Alvin memintanya menunggu disitu karena dirinya yang tidak bisa bergaul dengan orang lain. Bahkan Miya tidak bisa menjawab saat ditanya lulusan apa. Miya lebih memilih diam daripada menjawab kebenaran yang akan membuat Alvin semakin malu. Dia tidak tau jika diam pun juga akan membuat Alvin malu, hingga kini Miya berakhir dikursi pojok menyendiri seorang diri, sementara Alvin dan sekretatis Haven tengah sibuk berbincang-bincang hal yang tidak akan Miya mengerti.


"Hemp ...." Seseorang membekap mulut Miya dari belakang membuat Miya kehilangan kesadarannya dalam sekejap.


"Tuan, Nona Miya tidak ada ditempatnya." Lapor Sekretaris Haven panik.


"Kau jangan bercanda!" Bantak Alvin.


"Saya tidak bercanda, Tuan. Saya sudah mencari Nona tapi belum menemukannya." Jawab Sekretaris Haven.

__ADS_1


"Kalau begitu, apa kau tau dimana letak cctv?" Tanya Alvin berusaha tenang.


Begitu tiba di ruang cctv, Alvin dan juga Sekretatis Haven langsung mencari dimana posisi Miya saat ini.


Sementara itu, Miya telah tergeletak tak berdaya diatas sebuah ranjang. Dua orang tak dikenal saling memandang lalu saling melemparkan senyuman sinis.


"Aku tidak menyangka kita bisa kembali bertemu dengan wanita ini. Kita harus mebalaskan dendam kita." Ujar salah satu dari mereka.


"Baiklah, kalau begitu kita mulai dari aku." Jawab satunya yang punya tato kelinci dikedua pipinya.


"Enak saja, aku yang duluan menemukannya. Jadi, aku yang duluan." Saut yang bertato kelinci dikeningnya.


"Bagaimana kalau kita lakukan bersama-sama. Kau yang diatas, aku yang dibawah. Lalu sebaliknya, aku dibawah kau yang diatas."


"Kau ingin membodohiku. Jelas-jelas aku hanya kebagian diatas sementara kau dibawah." Sanggahnya tak setuju.


"Baiklah-baiklah, Aku diatas kau dibawah, lalu aku dibawah kau diatas." Ralatnya.


"Aku setuju," ucapnya lalu mendekat pada Miya yang masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2