Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Pilihan Miya


__ADS_3

***


"Dokter Kelvin, bagaimana keadaan putri saya? Dia semakin membaik bukan?" Tanya Miya kala Dokter Kelvin baru saja selesai memberikan kemoterapi kepada Naumi. Dokter Kelvin adalah Dokter yang disarankan oleh Dokter Nita. Sehingga, Naumi menjadi pasien Dokter Kelvin.


"Tidak ada yang berubah, Nona Miya. Tidak ada hal baik yang terjadi pada Naumi. Aku berencana akan menaikkan dosis untuk kemoterapinya. Nona Miya harus memikirkan hal ini lebih dulu, karena efek sampingnya bisa lebih parah. Juga biayanya yang akan lebih mahal. Hanya itu pilihan yang saya sarankan. Karena Kemoterapi yang dilakukan selama dua Minggu ini tidak berpengaruh sama sekali pada kondisi Naumi." Jelas Dokter Kelvin.


"Separah itukah kondisi putri saya, Dokter?" Tanya Miya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Air matanya mengalir tanpa dapat dia tahan.


"Maafkan aku yang hanya dapat mengatakan bahwa kondisi putrimu sangatlah buruk." Ujar Dokter Kelvin iba. "Tapi, kau tenang saja. Aku akan berusaha yang terbaik. Tanda tangani berkas ini bila kau menyetujui saranku tadi." Sambungnya lagi.


"Saya percayakan segala keputusan pada Dokter. Yang penting Putri saya segera sembuh. Berapa pun biayanya akan saya sanggupi," ucap Miya langsung menandatangani berkas itu dengan tangannya yang bergetar.


"Ini biaya yang harus Nona bayar secepat mungkin, agar saya bisa segera mengambil tindakkan." Ucap Dokter Kelvin. Miya menyambut selembar kertas yang berisi begitu banyak angka didalamnya. Miya menangis semakin menjadi kala melihat angka sebanyak itu.

__ADS_1


"Maafkan saya, Nona Miya. Itu jumlahnya sudah dipotong karena Nona adalah kenalan Dokter Nita. Maafkan saya, walaupun sudah dipotong tetap saja jumlahnya banyak." Jelas Dokter Kelvin kasian melihat kondisi Miya.


"Tidak masalah, Dokter. Berapa pun biayanya, saya pasti akan berusaha untuk melunasinya." Jawab Miya yakin.


Malam harinya, Miya kembali ke hotel untuk bekerja. Sampai di hotel, Miya sengaja menemui Manager nya terlebih dahulu.


"Saya mohon, pak. Saya sangat membutuhkan uang itu. Bapak boleh potong gaji saya, pak." Mohon Miya.


"Gajimu seumur hidup tidak akan mampu melunasi hutang sebanyak itu. Kecuali bila kau melakukan sesuatu. Aku jamin kau akan mendapatkan uang sebanyak itu, bahkan mungkin lebih." Jawab sang Manajer dengan senyuman sinisnya.


"Baiklah, kalau begitu. Bersiaplah sekarang. Kebetulan ada pelanggan tetap di hotel ini yang meminta disiapkan wanita bayaran. Kau bisa mencobanya. Dan dia akan memberikanmu uang yang banyak jika kau menjalani tugasmu dengan baik." Jelas sang Maneger mambuat Miya terkejut.


"Maaf, Pak. Apa maksud bapak? Saya tidak ingin menjadi wanita bayaran. Saya hanya ingin meminjam uang." Jawab Miya.

__ADS_1


"Sudahku bilang aku tidak punya uang sebanyak itu. Kalau kau mau uang sebanyak itu, hanya dengan cara itu kau akan mendapatkannya. Lagi pula, aku tidak memaksamu. Kalau kau tidak mau, aku bisa mencari wanita lain. Banyak yang mengantri untuk hal ini."


"Ta-tapi, sa-saya tidak ....


"Kalau kau tidak mau yasudah, aku sudah bilang, kalau aku tidak memaksamu. Minggir, buang-buang waktuku saja." Kesal Maneger itu akan pergi meninggalkan Miya.


"Tunggu, Pak." Cegat Miya.


"Ba-baiklah, saya setuju." Jawab Miya ragu. Tapi, putrinya membutuhkan uang untuk biaya pengobatan dan Miya rela melakukan apapun putrinya. Jangankan tubuhnya, nyawanya pun rela ia berikan demi putrinya.


"Keputusan yang bagus. Ini, gunakan lingerie ini sebelum kau menemui pelangganku. Ingat, kau harus melayaninya dengan baik karena beliau adalah pemilik hotel ini.


Walau terasa berat dihatinya. Namun, Miya mencoba untuk menerima takdirnya. Seburuk apapun itu.

__ADS_1


Miya menyeka kasar air matanya, lalu segera menuju toilet untuk memakai lingerie yang tadi diberikan manajernya.


"Tenanglah Miya, kau pasti bisa melakukannya. Bukankah tadi malam kau sudah melakukannya. Melakukannya sekali lagi tidak akan masalah bagimu. Demi kesehatan Naumi kau harus melakukan apapun itu." Batin Miya menyemangati dirinya sendiri.


__ADS_2