Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Serangan Gangster Kelinci hitam


__ADS_3

***


"Itu Tuan, Nona diculik anggota gangster kelinci hitam!" Ujar Sekretaris Haven. Alvin terus memperhatikan Vidio itu hingga Miya dibawa kesebuah kamar. Alvin dan sekretatis Haven kompak berlari menuju kamar itu.


Braaaakk!


"Shit," umpat Alvin kalau melihat Miya tergeletak diatas ranjang dengan gaunnya yang telah sobek-sobek. Tapi sepertinya kedua preman itu belum menyentuh Miya karena keduannya berada disamping ranjang dengan wajah keduannya babak belur, sepertinya mereka kembali memperebutkan atas dan bawah.


Alvin langsung melepas jass-nya lalu melilitkan ke tubuh Miya. Sedangkan Sekretaris Haven sibuk memberikan tonjokkan, terjangan, tendangan serta pukulan hingga membuat kedua pria bertato kelinci itu tak sadarkan diri dengan darah mengucur dari sekujur tubuh mereka.


"Siapkan mobil, kita akan langsung pulang," titah Alvin pada Sekretaris Haven.


***


"Iya, Tuan kelinci. Ini kedua kalinya mereka mengganggu kami, kami mohon bantulah kami untuk balas dendam kepada mereka." Ucap mereka mengadu kepada boss mereka yaitu Tuan kelinci.


"Zek, pergilah dan berikan mereka pelajaran." Titah Tuan kelinci.


"Baik, Tuan." Jawab Zek.

__ADS_1


***


Kini, Miya mengerjabkan matanya perlahan.


"Aku dimana? Aw!" Teriak Miya kesakitan saat wajahnya tak sengaja menabrak wajah Alvin yang kini tengah memangku dirinya.


"Maaf, Tuan. Saya tadi kaget." Mohon Miya sambil mengelus keningnya yang terasa sakit kala menabrak rahang tegas milik Alvin.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Alvin khawatir.


"Iya, Tuan. Saya baik-baik saja. Hanya saja tadi, tadi saya ....


"Saya akan bangun, Tuan. Kaki Tuan akan kram bila terus memangku saya." Jawab Miya.


"Tetap begini! Apa kau kira aku selemah itu." Ucapnya membuat Miya memilih diam.


Dor!


"Aaaaaakh!" Teriak Miya kaget dan reflek Miya langsung memeluk erat pinggang Alvin.

__ADS_1


"Haven, kirim sinyal darurat ke Mansion!" Titah Alvin mengeluarkan senjatanya.


"Taun, ada empat mobil, satu mobil berisi empat orang termasuk supir. Berhati-hatilah, Tuan." Jelas Sekretatis Haven khawatir pada Tuannya.


Alvin melirik kebelakang, peluru dari musuh masih terus mengarah kepada mereka.


"Kau tetap menunduk," titah Alvin membuka kaca jendela lalu membidik tepat di ban salah satu mobil, mobil itupun berputar-putar di tengah jalan. Satu mobil dibelakangnya menabrak mobil yang tadinya berputar, hingga kedua mobil memgalami kecelakaan. Hanya satu tembakkan Alvin berhasil melumpuhkan dua mobil sekaligus. Kini, hanya tinggal dua mobil yang kini semakin mendekat.


"Tuan berhati-hati," ucap Sekretaris Haven mengkhawatirkan Tuannya, walau begitu dia tetap fokus pada kemudinya.


Alvin berusaha menembakkan pelurunya kearah salah satu mobil. Namun, pengemudi mobil itu sangat handal hingga terus mengelak dengan begitu gesit.


"Aaaakh!" Teriak Miya histeris saat satu peluru lewat diatas kepalanya, untung saja Alvin mengelak. Kalau tidak mungkin peluru itu akan mengenai kepalannya.


Alvin tak dapat berbuat banyak, saat dikepung dua mobil dikiri dan juga disisi kanan atau disamping Miya.


Miya teringat akan sesuatu. Iya, Miya ingat bahwa dia membawa pistol yang dia selipkan di bra-nya. Reflek yang biasanya sering terjadi akhirnya kembali lagi. Ya, entah kenapa refleknya sering datang terlambat saat bersama Alvin. Dan kini Miya senang karena hal itu kembali kepadanya disaat terdesak seperti ini. Ketakutan yang tadinya miya alami hilang seketika. Miya langsung menyibakkan gaunnya, lalu mengambil senjata yang Miya sangkutkan di stockingnya. Lalu mulai membidik.


Dor! ....

__ADS_1


__ADS_2