
***
Flashback On
Darran grup
Kau lihat, dia bisa beladiri. Tidak salah bukan aku mencurigainya, entah apa yang dia katakan kepada Miya." Ucap Alvin memperlihatkan Video dimana Yirien dengan mudahnya mengalahkan Miya. Anan melihat Video itu dengan saksama. Video itu Alvin dapatkan dari pengawalnya yang dia tugasnya untuk memantau gerak-gerik Yirien lewat cctv. Saat mendapatkan video Yirien yang mencurigakan, maka sang pengawal akan langsung mengirimkannya kepada Alvin.
"Kau benar, Alvin. Siapa gadis ini sebenarnya? Kenapa dia ingin menikahimu?" Kata Anan bingung.
"Entahlah, entah siapa dia sebenarnya. Mata-mataku tidak berhasil menemukan data tentangnya. Seperti ada orang besar yang melindunginya, aku Sangat curiga padanya." Jelas Alvin.
Setelah lenggang beberapa menit.
"Apa jangan-jangan dia adalah orang suruhannya Robert." Sambung Alvin dan Anan bersamaan. Keduannya saling memandang dengan pikiran yang sama.
"Alvin lihat vido ini, dia sekarang mengintip Miya di kamarmu. Apa yang dia lihat," ujar Anan panik.
"Aku akan menelpon Bibi Musti untuk mengecek keadaan Miya." Sambung Alvin langsung melakukan panggilan dengan Bibi Musti.
"Alvin, sekarang dia ada di balkon kamarnya. Siapa yang dia telpon? Kenapa terlihat begitu mencurigakan." Seru Anan tetap fokus pada layar monitor.
Alvin yang telah selesai menghubungi Bibi Musti. Kembali fokus pada layar monitor laptonya. "Haven, pasangkan virus ke nomor Yirien. Aku ingin mendengar percakapannya." Titah Alvin kepada Sekretaris Haven yang tetap setia berdiri disamping singasana Tuannya. Sekretaris Haven menerima ponsel Alvin, dan dengan kelincahan jari jempolnya. Dia berhasil mendapatkan beberapa percakapan di ponsel Yirien dan langsung menyalinnya.
"Ini, Tuan." Ucap Sekretaris Haven memberikan ponsel Tuannya.
__ADS_1
"Cepat putar Audio itu, Alvin." Titah Anan tak sabaran.
Isi percakapan
Yirien : Tuan, segera susun rencana untuk menyerang Alvin. Beberapa jam lagi, mereka akan berada di rumah sakit. Kira-kira pukul delapan malam mereka akan pulang. Dan saat itu adalah saat yang tepat untuk menyerang mereka.
Orang misterius : Bagus sekali, Yirien. Kerja bagus, aku akan langsung memerintahkan anak buahku untuk bersiap menggiring mereka untuk masuk kedalam markasku. Saat mereka telah berada di markas. Aku akan meminta Alvin ikut bersamaku. Dan meminta Alvin untuk menyuruh Nona Miya dan Sekretatis Haven pergi. Dan saat itu terjadi, kau bisa menangkap Nona Miya yang diinginkan Tuan Robert. Bagaimana menurutmu tentang rencanaku?"
Yirien : Sempurna sekali, Tuan. Aku akan segera bersiap.
"Jadi begitu rencana mereka. Aku sangat yakin kalau Yirien sedang berbicara dengan ketua Gangster Kelinci hitam." Ucap Anan.
"Aku punya rencana untuk menjebak mereka." Saut Alvin menemukan ide bagus.
Flashback off
***
Alvin menembak tepat di kening Tuan kelinci hitam dan dia seketika meregang nyawa. Sedangkan para pengawal diluar masih terus berusaha membuka dinding baja yang sedari tadi tidak bisa terbuka. Ya, semua sudah direncanakan oleh Alvin. Pengawalnya sudah meretas sistem otomatis pintu baja itu. Sehingga kini tidak bisa mereka fungsikan. Alvin terlihat bersantai didalam ruangan kaca anti peluru dan anti bom itu. Dia akan aman berada disana menjelang pengawalnya datang.
Diluar sana, tampak seorang pengawal menjauh dari kerumunan para pengawal lainnya. Dia menjauh lalu melemparkan granat ke para pengawal. Sesaat semua pengawal disana meregang nyawa. Alvin yang berada didalam ruangan kaca terlihat baik-baik saja. Dia hanya menutup telinganya guna melindungi telinganya dari suara dentuman di luar.
Pintu baja terbuka otomatis, Alvin segera keluar dari ruangan kaca dengan santai.
"Ayo, Tuan. Kita harus cepat pergi dari sini. Karena ada satu bom aktip otomatis yang tidak bisa di off kan. Dan ruangan kaca itu tidak akan bisa menahan ledakkan bom besar itu." Ucap Pengawal itu yang ternyata adalah mata-mata yang berpura-pura menjadi pengawal Gangster Kelinci hitam.
__ADS_1
"Kalau begitu Ayo cepat pergi dari sini!" Seru Alvin berlari melewati lorong demi lorong. Sesekali Mereka melepaskan peluru karena masih ada beberapa pengawal yang ternyata masih tersisa.
"Kita harus menuju lantai 20 lebih dulu, Tuan. Disana ada Nona Miya yang disekap. Tapi, Tuan tenang saja karena Nona Miya dan Sekretatis Haven berhasil mengalahkan pengawal disana.
"Sial, kira-kira berapa lama bom dibawah tanah akan meledak?" Tanya Alvin. Kini, mereka berdua telah berada di dalam lift menuju lantai 20.
"Tiga puluh menit, Tuan. Kita masih punya banyak waktu." Jawab pengawal itu.
"Shit!" Umpat Alvin ketika tiba di lantai 20. Ternyata masih banyak musuh disana. Tampak Miya dan Sekretatis Haven tengah berusaha mengalahkan para pengawal itu.
Alvin langsung bertindak untuk membantu Miya dan Sekretatis Haven. Beberapa menit kemudian, para musuh berjatuhan. Namun sayang. Beberapa pengawal Alvin juga banyak yang tumbang. Dia ingin membawa serta para orang-orangnya. Tapi tidak bisa, karena waktu tidak banyak. Hanya tersisa waktu 15 menit sebelum bom meledak.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Alvin mengkuatirkan keadaan Miya.
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit terkilir." Jawab Miya yang berjalan pincang.
"Tuan, Hellikopter telah menunggu di atap. Ayo Tuan! Kita harus cepat." Seru Sekretaris Haven.
Alvin Langsung menggendong Miya ala bridal dan berlari menaiki anak tangga demi anak tangga untuk menuju atap. Miya melingkarkan sebelah tangannya dipundak Alvin, dan tangan sebelahnya menembak setiap musuh yang ternyata masih tersisa di perjalanan menuju atap. Tak lama, Alvin Miya mendengar suara mesin hellikopter yang siap terbang.
"Alvin, Miya, Sekretatis Haven dan yang lainnya. Cepatlah, kita tidak punya banyak waktu!" Seru Anan yang berada didalam Hellikopter bersama dengan seorang pilot.
Kini Alvin, Miya, Sekretatis Haven, dan beberapa pengawal lainnya telah berada didalam Hellikopter. Dan Hellikopter pun langsung mengudara.
Duaaarrrr!!!
__ADS_1
Suara bom yang meledak membuat mereka semua menutup telinganya. Dari dalam Helli, mereka semua bisa melihat ketika gedung 20 lantai itu hancur tak bersisa. Hanya kepulan asap yang begitu tinggi menjadi tanda kehancuran Gangster Kelinci hitam untuk selamanya.
"Syukurlah, Kita semua selamat." Ucap Miya langsung memeluk erat Alvin. Membuat Alvin tersenyum lebar.