Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Potongan Pazle


__ADS_3

***


Setelah kepergian Alvin, Miya pun pergi menemani Putrinya bermain. Siang harinya, Miya ikut tertidur bersama Putrinya.


Tok, tok, tok


Suara pinta yang diketuk, membangunkan Miya yang baru saja terlelap. Dengan cepat Miya membuka pintu kamar agar suara ketukan itu tidak membangunkan Putrinya.


"Kau, kenapa kau mengganggu istirahatku!" Kesal Miya.


"Aku tidak bermaksud mengganggumu. Aku hanya ingin meminta bantuanmu." Jawab Yirien.


"Katakan, jangan membuang waktuku." Ucap Miya seakan tak peduli.


"Ikut aku sebentar," pinta Yirien dan Miya pun mengikuti dengan perasaan was-was.

__ADS_1


"Apa lagi yang direncanakan ulat bulu satu ini," batin Miya sambil berjalan dibelakang Yirien.


"Didalam ruangan itu, ada pakaianku yang tertinggal. Aku ingin mengambilnya, tapi aku sangat takut karena sangat gelap, dan aku tidak bisa menyinari sekaligus mencari-cari. Untuk itulah aku membutuhkan bantuanmu." Ucap Yirien memohon.


"Kau ingin aku masuk kedalam gudang gelap itu, begitu aku masuk dan kau akan mengunciku dari luar. Sungguh aku tidak akan tertipu oleh akal busukmu, Yirien." Batin Miya.


"Akan aku panggilkan Bibi Musti untuk membantumu," saut Miya akan pergi. Namun, langkahnya terhenti ketika dicegat oleh Yirien.


"Jangan mengganggu mereka, semua pelayan sedang sibuk menyiapkan makan siang. Kau tau Kak Alvin akan pulang dan makan di rumah bukan? Untuk itu jangan mengganggu kerja meraka." Alasannya membuat Miya tersenyum miring.


"Kita lihat, apa yang akan kau lakukan padaku," batin Miya.


"Terima kasih, Miya. Itu adalah gaun hadiah dari Kak Alvin, karena itulah aku tidak ingin kehilangannya." Ucap Yirien membuka pintu gudang itu dengan semangat.


Miya sengaja membiarkan Yirien masuk lebih dulu, agar dia tidak terjebak oleh perangkap yang mungkin saja telah Yirien persiapkan untuknya.

__ADS_1


"Disini Miya, tolong sinirani aku ya." Pinta Yirien membuka sebuah lemari diruangan gelap itu. Yirien memberikan Miya sebuah senter, dan Miya menyinari Yirien guna membantunya mencari gaun yang dia katakan.


"Nah ini dia gaunku. Akhirnya aku berhasil menemukannya." Ucap Yirien bahagia.


"Eh, ponsel siapa ini." Ucap Yirien tidak sengaja melihat sebuah ponsel dengan layarnya yang retak.


"Coba kau lihat, Miya. Ponsel siapa ya ini." Ucap Yirien memberikan ponsel itu kepada Miya. Miya pun menyambut Ponsel itu, lalu menyinarinya, Miya menekan tombol yang berada disamping kanan untuk menghidupkannya. Tak lama ponsel itu pun menyala dengan wallpaper Poto dua orang pria tampan yang begitu Miya kenali wajahnya. Tubuh Miya bergetar melihat wajah Anan ada Disana. Saat itu juga, Miya mengingat nama lelaki bajingan itu. Anan, bagaimana mungkin Miya bisa melupakan nama lelaki brengsek itu. Kemana saja dia selama ini, kenapa dia baru mengingat nama itu setelah melihat wajahnya kembali.


"Loh, inikan Poto Alvin dan Anan ketika masih remaja. Itu artinya ini ponsel kak Alvin sewaktu masih remaja dulu. Disini mereka terlihat sangat imut bukan. Tapi sekarang mereka berdua lebih dewasa dan sangat seksi." Ucap Yirien membuat napas Miya seakan terhenti.


"I-ini Al-alvin dan A-Anan," ucap Miya terbata.


"Iya, Ini kak Alvin dan ini Kak Anan. Eh, ini audio apa ya? Kenapa kak Alvin menampilkannya di layar utama? Coba kita dengarkan, aku sangat penasaran." Ujar Yirien akan mengklik audio itu.


Deert, deert

__ADS_1


"Sebentar Miya, aku akan menerima telponku dulu." Ucap Yirien tidak jadi memasang Audio itu. Yirien bergegas keluar dari gudang itu, meninggalkan Miya yang kini begitu terkejut dengan semua yang baru saja dia ketahui.


__ADS_2