Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Ingin Bertemu Ayah


__ADS_3

***


Setiap harinya Miya terus bekerja tiada henti. Senin sampai Jum'at ia bekerja di mini market, sedangkan dihari libur sabtu dan Minggu, Miya isi untuk bekerja disebuah hotel. Gaji yang dia dapat tidak ada yang bersisa, karena setelah menerima gaji, Miya akan langsung menyetorkannya ke rumah sakit.


Siang dan malam ia tak berhenti bekerja, demi membayar biaya berobat sang putri, Miya rela tidak beristirahat sama sekali. tidur paling panjang baginya hanya 3 atau 4 jam. Itupun terkadang digunakan untuk menemani putrinya di rumah sakit.

__ADS_1


Walaupun dia sudah bekerja keras. Tapi, kondisi Naumi semakin hari malah semakin memburuk. Gaji yang dia dapatkan tidak lagi bisa menutupi biaya berobat putrinya. Hingga suatu hari, Miya terpaksa meminjam kepada renternir demi menutupi semua biaya berobat putrinya.


Tanpa Miya sadari, hutang-hutangnya sudah menumpuk tak terhitung berapa jumlahnya. Meski dia sudah berusaha semaksimal mungkin, kenyataannya kondisi Naumi tetap saja memburuk. 2 Minggu dirawat intensif di rumah sakit, kondisi Naumi semakin memburuk. Rambutnya yang dulu lebat, berwarna pirang bergelombang indah. Kini, sudah semakin menipis. Senyuman diwajahnya masih tertera walau bibirnya pucat dan mengelupas. Ibu mana yang tidak sedih, tidak perih hatinya melihat putrinya semenderita itu.


"Ibu, tolong maafkan aku. Aku bukannya membuat ibu bahagia. Tapi, malah membuat ibu menderita. Aku memang tidak berguna," ucap Naumi lemah membuat Miya mengucurkan air mata begitu sedih.

__ADS_1


"Ibu, bolehkah aku mengatakan sesuatu. Aku ingin jujur, Bu." Ucap Naumi memohon.


"Apa kamu menginginkan sesuatu, Sayang. Katakan apapun kepada ibu. Ibu akan memberikan apapun yang kau mau." Jawab Miya.


"Ibu, Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Sakit ini semakin bertambah. Aku tidak tau sampai kapan aku akan bertahan. Selagi bisa. Aku akan bertahan, setidaknya hingga aku bertemu Ayah. Aku ingin sekali melihat wajahnya. Mau dia baik, ataupun sebaliknya. Aku tidak peduli, Bu. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Aku rindu padanya walaupun aku tidak pernah melihat seperti apa wajahnya. Ibu tidak pernah mengatakan Ayah jahat. Tapi, ibu tidak juga mengatakan bahwa Ayah adalah lelaki yang baik. Apa aku salah, bila hanya ingin melihatnya barang dari jauh juga tidak apa. Sepertinya aku akan lebih baik bila memeluknya." Ucap Naumi sambil membayangkan seorang Ayah memeluknya erat.

__ADS_1


"Sayang, ibu mohon jangan mengatakan hal itu. Kamu akan sembuh sayang, kamu pasti akan sembuh. Ibu akan melakukan apapun agar kamu segera sembuh. Dan Ibu berjanji akan membawa Ayahmu kehadapanmu, bila kamu sembuh. Ibu berjanji," Ucap Miya mencoba membujuk putrinya dengan membuat kebohongan besar. Bagaimana mungkin dia akan membawa lelaki bajingan yang sudah lama ia lupakan. Bahkan, dia tidak lagi mengingat nama bajingan itu. Semua kenangan buruk sewaktu SMA, telah lama dia kubur dan tak pernah sekalipun dia ingat.


"Ibu tidak berbohong kan Bu. Ibu benar-benar akan membawa Ayah padaku kan Bu. Terimakasih, Ibu. Aku akan berusaha untuk sembuh agar bisa bertemu Ayah." Jawab Naumi dengan buliran bening mengucur dari kedua susut matanya.


__ADS_2