Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Bonchap • 1


__ADS_3

2 Minggu kemudian.


"Alvin sadarlah, aku mohon, jangan begini Alvin. Jangan tidur terus, Naumi dan calon Baby-mu membutuhkan Ayahnya. Dan—dan aku juga membutuhkan ... Kenapa kau suka sekali menggantungku? Bangunlah dan nikahi aku, itu janjimu bukan. Aku mohon bangunlah, Alvin. Jangan membuat aku dan Naumi khawatir." Ucap Miya berbicara dengan Alvin yang masih betah berlama-lama di atas ranjang dengan selang menempel di sekujur tubuh kekarnya.


"Alvin, apa kau tau aku sedang bersama siapa? I-itu, di-dia adalah Ayahmu. Ayah Al ada disini … dia sedang menggendong Naumi. Ayah Al Sangat baik kepadaku dan juga Putrimu. Bangunlah Alvin, Ayah Al ada disini, dia bilang—dia sudah merestui hubungan kita. Untuk itu bangunlah agar kita bisa secepatnya menikah." Jelas Miya mengulum senyum sambil menatap Mertuanya yang kini sedang menggendong Naumi.


"Turun dulu ya, Sayang. Kakek ingin berbicara dengan Ayahmu." Ujar Aldarran menurunkan Naumi perlahan.


"Dasar anak tidak tau diuntung!" Bentak Aldarran membuat Miya dan Naumi terkejut.


"Bangunlah anak sialan! Kau punya dosa besar pada Ayah., kau benar-benar Putra yang tidak tau diuntung. Sudah mau punya dua orang anak, tapi kau tidak mengatakan apa pun kepadaku. Entah hal besar apalagi yang kau sembunyikan. Sudah mau punya dua anak, tapi kau belum juga menikahi seorang perempuan yang bahkan banyak menderita karenamu. Ayah benar-benar kecewa padamu, apa Ayah mengajarimu untuk tidak bertanggung jawab seperti itu. Kau membuatku malu, Alvin. Cepatlah bangun, kalau kau tidak bangun. Aku akan memberikan calon Istri dan Anakmu ke lelaki lain. Apa kau mau itu terjadi!?" Ancam Tuan Aldarran tapi Alvin tak kunjung bangun.


"Masalahmu sudah Ayah selesaikan. Apa kau tau kenapa Ayah membiarkan Yirien melakukan tugasnya. Itu karena Yirien sudah berada di pihak Ayah. Berkat bantuan Yirien, sekarang Robert sudah mendekam di penjara. Kau sudah tidak punya musuh lagi sekarang. Jadi bangunlah dan nikahi Miya sebelum perutnya semakin membesar." Ucap Aldarran menjelaskan siapa Yirien sebenarnya.


Yirien sudah lama menjadi pengikutnya. Yirien hanya berpura-pura mengikuti kemauan Robert. Itulah kenapa Yirien tidak berada di pulau hari itu, Yirien tidak bersama dengan Robert. Namun, Yirien berada di pihak Aldarran. Dan siap menangkap Robert yang kala itu berada di persembunyiannya yang diketahui oleh Yirien. Karena bantuan Yirienlah, Tuan Aldarran berhasil menangkap Robert, dan Yirien yang mengetahui semua kebejatan Robert menjadi saksi dihari persidangan.


Yirien berhasil membuktikan bahwa Robertlah yang telah membunuh Ibu Alvin atau Istri dari Tuan Aldarran. Bahkan Robert juga membunuh kembaran Tuan Aldarran yang tak lain adalah Ayahnya sendiri. Robert tega membunuh Ayahanya karena dia murka kala Ayahnya menelantarkan dia dan Ibunya demi wanita lain yaitu Ibu Alvin. Meninggalnya Ibu kesayangannya membuat Robert semakin membenci Ayahnya hingga dia tega menghabisi Ayah kandungnya sendiri, karena beranggapan bahwa Ayahnyalah hidupnya dan sang Ibu menjadi hancur.


"Ibu, Ayah belum juga bangun, hiks …." Tangis Naumi.


"Sabar, ya, Sayang. Dokter Kelvin bilang kan Ayah akan segera bangun, kalau tidak hari ini, artinya Ayah akan bangun besok." Bujuk Miya.


"Iya, Sayang. Sabar ya, Kakek yakin Ayahmu akan segera bangun. Dia hanya kelelahan saja, makanya dia ingin tidur lebih lama." Jelas Aldarran berusaha membujuk Cucunya.


"Kakek, Ibu. Tadi aku melihat jari Ayah bergerak!" Seru Naumi.


Mendengar itu, Miya dan Aldarran langsung melihat ke arah Alvin. Namun zonk, Mereka hanya melihat Alvin masih betah dengan mata terpejam dan tak sakelipun menggerakkan jemarinya seperti yang Naumi katakan.


"Aku tidak berbohong, Kek." Ucap Naumi saat melihat ekspresi Kakeknya.


"Apa Ayah puas mengumpatku,"


"Ayah! Kakek, Ayahku sudah bangun!" Teriak Naumi senang.


"Alvin," ucap Miya membekap mulutnya tak percaya.

__ADS_1


"Sayang, sudah aku katakan panggil aku dengan panggilan Sayang. Aku akan menghukummu 24 jam, lihat saja nanti, kau akan kesulitan bangun." Goda Alvin membuat miya menangis sekaligus tersenyum.


"Dasar Putra tidak tau malu. Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh menantuku sebelum kau menikahinya!" Tegas Tuan Aldarran.


"Ayah, aku senang Ayah merestui kami. Terima kasih, Ayah." Ucap Alvin tulus.


"Sudah mau mati masih bisa bercanda. Bicaralah dengan Miya, Ayah akan memanggil Kelvin untuk memeriksamu." Ucap Tuan Aldarran lalu pergi untuk memanggil Dokter Kelvin.


Tak lama kemudian, Tuan Aldarran datang bersama dengan Dokter Kelvin. Dokter Kelvin langsung memeriksa keadaan Alvin.


"Lepaskan semua alat-alat ditubuhku ini! Aku baik-baik saja, kau pikir aku selemah itu. Alat-alat ditubuhku ini benar-benar membuatku tidak nyaman." Keluh Alvin meminta untuk dilepaskan alat-alat aneh yang menempel di dadanya.


"Iya aku tau kau sangat kuat." jawab Dokter Kelvin menarik alat-alat itu.


"Aakh! Apa kau ingin membunuhku!" Teriak Alvin.


"Ck! aku tarik lagi kata-kataku barusan." Saut Dokter Kelvin.


"Bagaimana, Dokter Kelvin? Apa Alvin baik-baik saja? Apa dia sudah sembuh total?" Tanya Miya tak sabaran.


"Iya, Nona Miya. Kondisi Alvin sudah membaik. Menikah sekarang juga, aku yakin dia kuat." Goda Dokter Kelvin bercanda.


"Ah tidak, Ayah. Aku hanya bercanda." Jawab Dokter Kelvin tersenyum malu.


"Ahh, rasanya sangat nyaman. Ah tulang-tulangku. Sudah berapa lama aku tertidur ditempat ini?"


"Dua Minggu, Ayah. Ayah tidur sangat lama, melebihi waktu tidurnya putri tidur." Jawab Naumi menggemaskan.


"Kalau begitu, berati Ayah ini adalah pangeran tidur. Ah Putri Ayah yang cantik, Ayah sangat merindukanmu, Sayang." Balas Alvin memeluk erat putrinya, Naumi.


"Aku juga sangat merindukan, Ayah." Jawab Naumi membalas pelukan Ayahnya.


"Ayah, apa benar Robert sudah di penjara?" Tanya Alvin penasaran.


"Iya, Robert sudah mendekam di penjara. Yirien yang membantu Ayah mencebloskan dia ke penjara." Jawab Tuan Aldarran.

__ADS_1


"Lalu dimana Yirien saat ini?" Tanya Alvin lagi.


"Dia sudah kembali ke Negara asalnya," jawab Tuan Aldarran.


"Aku senang Ayah sudah merestui aku dan Miya." Ucap Alvin.


"Tentu saja Ayah akan merestuimu. Ayah baru tau kalau Miya adalah Putri kandung dari Loven. Tidak mungkin Ayah melarang hubungan kalian berdua." Jawab Tuan Aldarran yang ternyata adalah sahabat dekat Tuan Loven sewaktu masih hidup dulu.


"Kalau begitu, aku akan menikahi Miya besok. Apa Ayah setuju?" Tanya Alvin membuat semua yang ada Disana terkejut termasuk Miya.


"Apa kau gila, Alvin!" Seru Miya menyenggol lengan Alvin.


"Aku tidak berbohong, Sayang. Semakin cepat bukankah akan semakin baik. Benarkan Ayah?"


"Dasar anak kurang ajar! Tapi kau tenang saja, hari ini juga akan Ayah persiapkan segalanya. Besok kalian berdua akan menikah." Jawab Tuan Aldarran.


"Ta-tapi, a-aku …." sanggah Miya terbata-bata.


"Yeay, besok Ibuku akan menikah lagi," sorak Naumi bahagia.


"Kau pasti sangat senang ya, Sayang?" Tanya Tuan Aldarran langsung mengangkat tubuh mungil Naumi.


"Tentu saja, Kek. Aku akan punya keluarga yang lengkap termasuk Kakek yang baik hati." Puji Naumi membuat tuan Aldarran begitu bahagia.


***


Hari itu adalah hari paling membahagiakan untuk Alvin dan Miya. Karena hari itu, mereka berdua resmi menjadi pasangan Suami Istri seutuhnya. Di hari-hari selanjutnya, tidak akan ada lagi kesedihan yang dalam hidup Miya. Semuanya akan berubah, berubah menjadi kebahagiaan yang akan membuat Miya bahagia. Perjuangannya selama ini tidak sia-sia, karena kini dia telah melewati semua ujian dalam hidupnya. Walau mungkin masih akan ada kerikil-kerikil kecil yang menghalanginya, Miya tidak akan pernah lagi goyah. Dia sudah semakin kuat, ujian apa pun tidak akan bisa menggoyahkan kekuatan cintanya dan Alvin.


9 bulan berlalu. Kini, kandungan Miya sudah semakin membesar. Beberapa hari lagi Miya akan segera melahirkan. Segala persiapan telah Alvin lakukan, termasuk persiapan seperti saat ini. Persiapan membuka jalannya bayi, inilah persiapan yang paling dia suka. Saran Dokter Nita membuatnya begitu bahagia. Namun, kebahagiaannya tidaklah bertahan lama. Kekesalan harus kembali dia telan kala Miya dengan santainya membuatnya tersiksa.


"Sudah ah sayang, aku ingin istirahat. Aku sangat lelah." Ucap Miya dengan santainya, menarik selimutnya untuk kembali beristirahat.


"Sa-sayang. Aku be-belum apa pun sayang. Ak-aku bahkan belum—"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2