Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Alvin memandikan Miya


__ADS_3

***


"Angkat kedua tanganmu!" Titah Alvin setelah mendudukkan Miya di closet.


"Saya belum menyerah, Tuan." Jawab Miya.


"Menyerah apa?" Tanya Alvin mengerutkan Dahinya.


"Mengatakan menyerah sambil melambaikan tangan ke kamera disana." Jawab Miya bercanda.


"Sepertinya aku terlalu memanjakanmu. Cepat angkat kedua tanganmu!" Titah Alvin, Miya pun menurut, mengangkat kedua tangannya sambil memonyongkan bibirnya.


Cup ....


Satu kecupan di bibir membuat mata Miya membulat sempurna.


"Tuan, apa yang Tuan lakukan!" Teriak Miya menyingkirkan kedua tangan Alvin yang ingin membuka bajunya.


"Tentu saja membuka bajumu. Kau tidak mungkin mandi dengan menggunakan baju bukan," jawab Alvin.


"Tidak perlu, Tuan. Saya bisa melakukannya sendiri." Tolak Miya.


"Tangan kananmu terluka," kesal Alvin.

__ADS_1


"Saya kadal, Tuan. Maksud saya kidal," ralat Miya.


"Satu kebohongan, hukuman diatas ranjang semalaman." Jawab Alvin tersenyum miring.


"A-apa, hukuman apa itu, Tuan!?" Tanya Miya terkejut.


"Itu tertulis di surat kontrak pernikahan kita. Salahmu sendiri tidak membacanya." Jawab Alvin santai.


"Aku mengira peraturan aneh seperti di novel-novel hanya ada di dunia novel pula. Mana aku tau peraturan aneh seperti itu juga ada di dunia nyata. Oh Tuhan, Apa aku dilahirkan ke dunia hanya untuk menderita. Hiks," batin Miya dengan air matanya yang seakan menetes kedalam.


"Tolong maafkan kebohongan pertama saya. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya mohon jangan hukum saya, Tuan. Saya masih sakit," mohon miya dengan mata berbinar menggemaskan.


"Jadilah penurut, maka aku tidak akan menghukummu," jawab Alvin.


"Saya penurut, Tuan." Seru Miya langsung mengangkat kedua tangannya.


"Ini memalukan," gumam Miya segera memejamkan matanya saat Alvin membuka bra pelindung gundukkannya.


"Tidak perlu malu, tubuhmu yang bagian mana yang belum pernah kulihat. Heh, bahkan aku hapal Dimana saja letak tahi lalatmu." Goda Alvin membuat Miya semakin memerah.


Saat tubuhnya telah polos, Miya berusaha menutupi bagian sensitifnya dengan kedua tangannya.


"Tuan mau apa!?" Seru Miya terkejut saat Alvin juga membuka pakaiannya. Miya segera mengalihkan pandangannya, tidak ingin menatap senjata pusaka milik Alvin yang kini sudah berdiri dengan gagahnya.

__ADS_1


"Tentu saja aku juga mau mandi." Jawab Alvin santai, lalu mengakat tubuh polos Miya. Refleks, Miya langsung menutup kedua mata Alvin bermaksud agar Alvin tidak melihat tubuh polosnya.


Bruuuk!


Aaaaaaaakh!


Kaki Alvin tergelincir dan beruntung keduannya mendarat ke dalam buthub jumbo berbentuk bulat yang sudah terisi sedikit air hangat. Beruntung airnya sedikit hingga tidak terciprat banyak. Beruntung pula tekstur buthub itu tidak keras hingga tidak melukai tubuh Alvin yang terbentur.


Kini posisi Miya ada diatas tubuh Alvin, kedua tangan Alvin dengan nakalnya memegang erat kedua gundukkan Miya, hingga Miya tidak ikut tercebur kedalam buthub.


"Tuan, sakit Tuan. Lepaskan saya!" Teriak Miya meronta, Alvin pun langsung membenarkan posisi dan memastikan lengan Miya yang terluka tidak terciprat air.


"Apa tanganmu terkena air?" Tanya Alvin khawatir.


"Tidak, Tuan. Ta-tapi ...." Jawab Miya dengan wajahnya sudah Semerah tomat.


"Syukurlah, ini salahmu sendiri. Kenapa menutup mataku!" Oceh Alvin.


"Ma-maaf, Tuan. Saya kan malu," jawab miya menundukkan wajahny dalam.


"Sudahlah, Ayo kita mandi!" Ajak Alvin membantu Miya untuk masuk kedalam buthub.


"Diam dan jaga lengan kananmu. Jangan Sampai terkena air. Aku yang akan menyabunimu." Ujar Alvin mulai membersihkan tubuh Miya perlahan.

__ADS_1


Miya menurut bak robot yang telah disetel Tuannya.


"Apa yang kau lakukan wahai Tuan Alvin. Kenapa hanya meyabuniku dibagian Favoritmu saja. Hiks, Tuhan tolong selamatkan aku kali ini saja. Aku belum siap," batin Miya memohon.


__ADS_2