
***
"Apa! Saya Hamil!" Teriak Miya histeris.
"Akhirnya kamu hamil lagi, Sayang. Dokter Nita boleh pulang, berikan saja vitamin untuk istri saya. Dan juga kirimkan apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh Ibu Hamil. Dan juga kirim apa saja yang boleh dimakan dan yang tidak boleh dimakan oleh Ibu Hamil. Apapun itu, tolong kirimkan datanya kepada saya." Pinta Alvin tampak begitu bahagia. Tapi, berbeda dengan Miya yang terlihat begitu sedih.
"Baik, Tuan. Kalau begitu saya pamit. Jaga diri anda Nona Miya." Pamit Dokter Nita, Dokter Nita pun segera keluar dari kamar Alvin ditemani oleh Bibi Musti yang juga terlihat bahagia.
"Sayang, kau hamil sayang. Terima kasih, Sayang. Aku sangat bahagia." Ucap Alvin memeluk Miya erat. "Sayang, apa kau tidak bahagia dengan hal baik ini?" Tanya Alvin heran dengan eskpresi datar Miya.
"Aku, bahagia. Mana mungkin aku bahagia." Jawab Miya dengan setetes Air matanya yang mengalir.
"Apa kau menyesel karena mengandung anakku?" Tanya Alvin mengerutkan alisnya.
"Iya, aku sangat menyesal. Bagaimana mungkin aku bahagia saat aku kembali hamil tanpa ada ikatan pernikahan. Kenapa semua ini terjadi kepadaku? Apa salahku? Hiks," tangis Miya pecah.
__ADS_1
"Kau adalah istriku, Miya. Siapa bilang kau hamil diluar pernikahan, aku ini suamimu. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepadamu." Jawab Alvin berusaha menahan emosinya.
"Suami istri macam apa yang tinggal serumah tanpa menikah. Kau dan aku tidak pernah mengucapkan janji suci. Aku hanya menikah denganmu demi hutangku dan juga demi Putriku. Dan kau, kau menikah denganku hanya karena kau kesepian. Kita hanya menikah dengan menandatangani kertas dengan begitu banyak perjanjian. Aku ini hanyalah istri diatas kertasmu. Kau akan membuangku saat kau bosan denganku. Bagaimana mungkin aku hamil, cukup satu anak kecil yang menderita hidup denganku. Kenapa kau membiarkanku membuat anak kecil lainnya yang akan turut menderita." Jelas Miya tak dapat menutupi kekesalannya. Hatinya begitu sakit, kenapa dia bisa hamil? Apakah pil kb yang selama ini dia konsumsi tidak berfungsi sebagai mana mestinya.
"Aku akan menikahimu Miya. Apa kau puas sekarang. Ayo, Kita ke rumah Ayahku. Aku akan minta restu padanya. Aku akan menikahimu secara sah. Itukan yang kau mau," bantak Alvin tidak lagi dapat menahan emosinya.
"Sekarang kau ingin menikahiku karena terpaksa. Kenapa ini semua terjadi kepadaku," teriak Miya.
"Ibu, Ibu kenapa berteriak dan menangis. Hiks," saut Naumi ikut menangis.
"Apa Ayah menyakitiku Ibuku. Aku tidak ingin punya Ayah kalau Ayah jahat pada Ibuku." Teriak Naumi memukuli Alvin.
"Sayang, tenanglah, Sayang. Ayah tidak melakukan apapun pada Ibumu. Ibu hanya kelelahan, itulah sebabnya Ibu menangis." Bujuk Alvin.
"Apa benar yang Ayah katakan, Ibu?" Tanya Naumi pada Miya.
__ADS_1
"I-Iya Sayang. Ibu baik-baik saja, Ibu menangis hanya karena kelelahan." Jawab Miya.
"Aku percaya pada Ibu. Ingat Ayah, kalau Ayah menyakiti Ibuku, bukan Ibu saja yang akan membenci Ayah. Tapi, juga aku. Aku sangat membenci siapapun yang menyakiti Ibuku. Termasuk Ayah sekalipun." Ancam Naumi membaut Alvin terdiam. Apakah Naumi juga akan membancinya bila mengetahui apa yang telah dia lakukan kepada Miya dimasa lalu? Memikirkan hal itu, Alvin bergidik ngeri, sebagai seorang Ayah. Dia begitu takut dibenci oleh Putrinya sendiri.
"Ayah tidak akan melakukan itu, Sayang." Jawab Alvin.
"Kalau begitu buatkan nasi goreng untuk Ibu. Bukankah Ibu ingin makan nasi goreng buatan Ayah. Tapi, Ayah meminta Bibi Musti yang membuatkannya." Ucap Naumi tak suka dengan kebohongan Ayahnya.
"Ba-baiklah, Sayang. Ayah akan membuatkan nasi goreng untuk Ibumu sekarang juga." Jawab Alvin gugup.
"Pergilah, Ayah. Jangan membuatku kecewa kepada Ayah." Jawab Miya.
Hallo, temen-temen semua. Othor mau promo boleh ya🙈 Ini, novel pertama Othor yang judulnya MY BOSS IS MY HUSBAND, Akan terbit cetak kira-kira bulan Oktober-November. jangan lupa nabung ya sayang, masih banyak waktunya buat nabung. Terima kasih sayangnya Othor semua😘😘😘😘
__ADS_1