
***
"Bibi, kenapa Ayah mengunci Ibu di dalam kamar? Bibi. Apa tidak ada kunci cadangan?" Tanya Naumi panik.
"Ada, Nona muda. Hanya saja ....
"Apa yang Bibi Tunggu. Cepat ambilkan kuncinya!" Teriak Naumi terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan Ibunya. Usianya memang baru 5,3 tahun. Tapi sikapnya bisa dibandingkan seusia remaja.
Bibi Musti langsung pergi mengambilkan kunci cadangan yang berada di lemari ruang tamu. Begitu mendapatkannya—Bibi Musti langsung membuka kamar Tuannya.
"Ibu!" Teriak Naumi berlari menuju ranjang dimana Ibunya terbaring.
"Ibu, Bibi Ibuku pingsan." Teriak Naumi serta menangis histeris.
"Astaga Nona!" Saut Bibi Musti kaget.
"Ayo kita bawa Ibuku ke rumah sakit, Bibi." Ajak Naumi masih terisak-isak.
__ADS_1
"Iya, Nona." Jawab Bibi Musti. Bibi Musti pun meminta bantuan para pengawal untuk mengangkat tubuh Nonanya. Begitu di perjalanan menuju rumah sakit, tidak lupa Bibi Musti menelpon Tuannya mengabari tentang keadaan Miya.
Di rumah sakit
Alvin telah tiba lebih dulu di rumah sakit, sampai disana Alvin segera menuju ruang UGD untuk mencari Miya. Namun, dia tidak menemukan Miya sama sekali.
Akhirnya Alvin menuju ruangan Dokter Kelvin—mungkin saja Miya sudah ditangani langsung oleh Dokter Kelvin, pikir Alvin.
Namun masih zonk, saat tiba di ruangan Dokter Kelvin. Tidak ada Miya, Naumi, ataupun Bibi Musti didalam sana. Bahkan Dokter Kelvin heran akan kehadiran sahabatnya itu.
"Kemana Miya, Naumi, dan Bibi Musti. Seharusnya mereka telah sampai lebih dulu!" Teriak Alvin emosi.
"Apa kata mereka?" Tanya Alvin berusaha menahan emosinya.
"Di jalan xxx, Tuan. Mobil yang membawa Nona, saat ini berada di jalan xxx." Jawab Sekretaris Haven.
"Ayo kita secepatnya kesana." Seru Alvin.
__ADS_1
"Berhati-hatilah, Alvin." Pesan Dokter Kelvin.
Alvin, dan Sekretatis Haven berlari menuju parkir. Tiba di mobil, mereka langsung tancap gas menuju lokasi mobil yang sebelumnya membawa Miya, Naumi, dan Bibi Musti.
"Tambah kecepatan, Haven. Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada Istri dan juga Putriku." Desak Alvin tak sabaran.
"Baiklah, Tuan." Jawab Sekretaris Haven menambahkan kecepatan mencapai maksimal.
"Aku mohon lindungilah Istri dan Putriku Ya Tuhan. Kalau sesuatu terjadi kepada mereka berdua, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri." Sesal Alvin.
Setengah jam kemudian, mereka berdua telah tiba di lokasi.
"Itu mobilnya. Berhenti Haven!" Seru Alvin. Begitu mobil berhenti Alvin langsung keluar dari mobil diikuti juga oleh Sekretaris Haven. Keduanya berlari menuju mobil itu, sampai disana, Alvin begitu frustasi kala melihat tidak ada siapapun didalam sana. Hanya mobil dengan pintu yang terbuka—tanpa penghuni di dalamnya.
"Dimana mereka, Haven! Dimana Istri dan Putriku!" Teriak Alvin. Saat itu juga munculah 5 mobil berwarna hitam yang dikendarai oleh para pengawalnya.
"Apa yang kalian kerjakan! Kenapa kalian begitu bodoh membiarkan Istriku diculik!" Teriak Alvin membentak para pengawalnya yang telah berbaris dihadapannya. Tidak ada satupun yang berani membuka mulut, semuanya menunduk terdiam.
__ADS_1
"Sekarang cepat kalian cari Istri dan Putriku. Jangan pulang sebelum kalian berhasil menemukannya!" Kembali Alvin membentak, membuat mereka semua kocar-kacir menuju mobil mereka masing-masing, lalu pergi untuk mencari Nona muda mereka.
"Aaaaaaaargh! Kamu dimana Miya, Naumi. Aku mohon maafkan aku. Aku mohon kembalilah!" Teriak Alvin menyesali perbuatannya yang tega mengunci Miya didalam kamar seorang diri. Ketakutan akan ditinggalkan Miya membuatnya kembali khilaf persis seperti 5 tahun lalu.