
Varo langsung masuk dalam ruangan dan langsung bersibuk dengan berkasnya yang diberikan oleh Zamal.
"Maaf Tuan Muda, ini ada berkas yang membutuhkan tandatangan anda sekarang dan beberapa saat lagi ditunggu untuk meeting pertemuan bulanan Tuan Muda" ucap Zamal yang membacakan jadwal untuk Varo.
"Hmm, kau boleh keluar sekarang" ucap Varo memerintahkan Zamal keluar.
Semua yang diberikan oleh Zamal sudah selesai dan meeting bulanan juga sudah selesai. Saat dia akan menuju lobby dia berpapasan dengan Viera, Viera segera pergi dan menghindarinya. Jika saja Varo tidak menahan tangan Viera.
"Kenapa menghindari ku? Apa kamu sengaja ingin aku tahan lagi, hmm" tanya Varo yang menahan tangan dan sekarang Viera sudah dalam pelukan nya.
"Tidak ada! Gue hanya tidak ingin ada yang melihat jika gue pernah dekat juga membuatku susah dan hampir membuat gue gila. Lepas!!" ucap Viera yang melepasakan pelukan Varo padanya.
"Jika kamu macam-macam, maka.. " ucap Varo yang tidak melanjutkan ucapan nya pada Viera.
"Iya-iya, gue tahu. Nanti setelah gue selesai kerja, baru gue bisa menemuimu. Untuk saat ini jangan dulu terlalu mencolok, karena gue ingin kerja dengan tenang. Oke, please" ucap Viera yang meminta Varo menjauhinya.
"Oke, tapi ada syaratnya" ucap Varo dengan tatapan datarnya.
"Cepat katakan apa syaratnya? Aku tidak ingin jika ada yang melihat kita disini" tanya Viera yang mengatakan nya dengan sangat tegas pada Varo.
"Kamu sayang saja ke apartment yang kemarin. Aku akan mengatakan persyaratan nya padamu" ucap Varo yang segera meninggalkan Viera saat melihat ada seseorang yang akan menghampirinya.
"Dasar aneh, pria gila si alan!!" gerutu Viera dengan menghentak-hentak kan kakinya dan mengepalkan tangan nya lalu meninju udara.
"Kamu sedang berbicara dengan siapa?" tanya salah seorang teman nya pada Viera.
"Nggak, bukan siapa-siapa" jawab Viera yang langsung pergi dan dia mengerjakan semuanya pekerjaan nya hingga selesai.
.
Sedangkan Varo langsung menuju PENZ.DRC dan disana selalu dikawal oleh bodyguard yang selalu standby berada didekat nya.
"Tuan Muda, ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang yang selalu ingin menjilat pada Varo.
Dia terus mengikuti Varo sampai keruangan nya. Membuat dia bodyguard nya ada disana langsung mengusirnya dari ruangan Varo dan memberikan nya pelajaran yang membuatnya menyesal.
__ADS_1
"Apa kau ingin sekali diperlakukan seperti ini oleh kami? Karena Tuan Muda tidak suka adanya penjilat sepertimu!" ucap salah seorang bodyguard Varo yang mencengkram pipinya kuat.
"Maaf, maafkan saya. Saya tidak bermaksud dan saya tidak akan mengulanginya lagi" ucapnya dengan sangat ketakutan melihat dua orang yang ada dihadapan nya.
"Sekarang kembali bekerja dan jangan mengganggu Tuan Muda lagi" ucap mereka berdua mengusir penjilat tersebut.
"Apa saja jadwal saya hari ini?" tanya Varo pada sekertarisnya yang sedang berdiri dihadapan nya sekarang.
"Jadwal Tuan Muda hari ini kosong dan hanya mengerjakan beberapa berkas dan menandatangani nya saja. Selebihnya tidak ada" jawab sekertarisnya dengan gemetar dan takut saat menjelaskan semuanya pada Varo.
"Kau bisa keluar sekarang" ucap Varo memerintahkan sekertarisnya keluar dari ruangan nya.
Setelah sekertarisnya pergi Varo hanya mengerjakan pekerjaan dan dia menatap keluar kaca didalam ruangan nya. Fikiran nya menerawang entah kemana, dan dia melihat jalanan yang ramai lancar.
"Apa kamu tidak bekerja Va?" tanya seseorang yang sudah berada disamping Varo berdiri.
"Seperti yang abang lihat" jawabnya tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalanan didepan nya.
"Apa tidak sibuk? Jika tidak bisa ikut abang kemarkas saja untuk melakukan kegiatan yang kita sukai. Bagaimana?" tanya Varez yang mengajak Varo untuk kemarkas.
"Boleh juga. Kita kesana sekarang" jawab Varo dengan semangat dan dia sangat senang, karena hanya Varez yang sangat mengerti dirinya hingga sangat detile seperti ini.
"Apa abang kemari dengan pakaian gembel ini?" tanya Varo pada Varez yang menggunakan celana jeans berlubang dikedua lututnya dan hoodie nya saja.
"Kenapa? Inilah aku, dan ini adalah pakaian ternyaman untuk ku" Varez balik tanya pada Varo yang sedang berjalan disampingnya.
"Tidak, kau memang pantas" jawab Varo yang segera masuk kedalam mobil sebelum Varez.
"Apa kau bilang!" ucap Varez yang sudah duduk didalam mobil dan menatap tajam pada Varo.
"Jangan tersinggung bang, nanti cepat tua. Yang ada cewek abang kabur semua" ucap Varo yang mulai mengeluarkan sisi lain didalam dirinya. Dan yang tahu itu hanya Varez saja seorang.
"Aku senang jika kau sudah tidak bersedih dan selalu mengingat masalalu yang membuatmu menjadi seperti monster lagi. Kasihan Mimi, bahkan kamu tidak tahu betapa sedih dan frustasinya seorang Queen Z saat melihat putra kesayangan nya menjadi tidak waras" ucap Varez yang mengatakan nya sambil meledek Varo.
"Aku juga merasakan itu semua. Tapi entah kenapa semuanya berlalu begitu saja dan tidak aku sadari. Maaf, aku sudah membuat kalian semua khawatir dan bersedih akan keadaan ku yang dulu" ucap Varo yang mengatakan nya dengan sangat tulus.
__ADS_1
"Kami tahu, kamu bukan orang yang lemah dan gampang menyerah. Jika memang wanita yang menjadi incaran mu saat ini, kejarlah dan buat dia nyaman bersama dengan mu. Jangan lepaskan dia walau hanya satu detik saja" ucap Varez yang membuat Varo mengernyitkan keningnya mendengar ucapan dari pria aneh bin ajaib ini.
"Apa kau tidak salah bicara? Sejak kapan kau bisa berbicara bijak seperti ini?" tanya Varo dengan mengejek padanya.
"Wah parah nih bocah. Kamu kira aku ini tidak waras, Hah!!" ucap Varez yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh dan dia seperti pembalap formula 1 yang berada disirkuit balap.
"Kau memang sudah tidak waras" jawab Varo yang membuat Varez sangat kesal dan tidak lama kemudian mereka sampai didepan markas yang sudah berdiri puluhan tahun silam.
"Jika kau berani, kita bertarung sekarang. Jika kau menang, kau bisa memerintahkan ku apa saja. Tapi jika sebaliknya, kau harus bisa menikahi gadis bar-bar itu" ucap Varez yang memberikan tantangan untuk Varo.
"Itu enak padamu dan menyulitkan untuk ku" ucap Varo yang malah duduk diatas kursi yang ada didalam ruangan Varez.
"Itu sangat mudah, jika kau setuju kita lakukan. Jika kau menolak, berarti kau memang takut untuk melawan ku" ucap Varez dengan senyuman mengejeknya pada Varo.
"Kita rubah perjanjian, jika kau juga sudah bisa menaklukan hati gadis dingin itu. Aku akan melakukan hal sama dengan yang kau lakukan" ucap Varo yang tidak ingin jika hanya diam saja yang bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Oke, deal" ucap Varez yang langsung menjabat tangan Varo dengan semangat.
"Deal, ternyata kau memang sangat mirip dengan Pipi. Karena akan mendapatkan wanita yang berbanding terbalik dengan mu" ucap Varo yang menyambut uluran tangan Varez.
"Kau juga sama bro, apa kau lupa? Jika gadis itu kebalikan nya darimu" ucap Varez juga mengatakan hal yang sama pada Varo.
"Oke, kita akan bertarung apa? Kekuatan, ketangkasan atau kecepatan?" tanya Varo yang menatap pada Varez.
"Ketiganya kita lakukan. Dengan begitu kita bisa melihat, kita ahli dalam bidang apa saja" jawab Varez yang ternyata mereka berdua sedang disaksikan oleh King dan Queen Z langsung.
"Apa kalian berdua sudah yakin dengan apa yang kalian pertaruhkan dan kalian lakukan sekarang boy?" tanya Opa Zayn yang sudah masuk dan duduk disofa ruangan Varez.
"Tentu saja Opa, kenapa tidak" jawab Varez dengan sangat yakin dengan apa yang dia lakukan dan dia akan menang dari Varo.
"Kau jangan yakin dulu bang. Karena jika kau jumawa, kau sendiri yang akan rugi nantinya" ucap Varo yang memperingatkan Varez saat dia sangat yakin akan mengalahkan dirinya.
"Mimi tidak mau jika kalian saling melukai satu sama lain. Mimi tidak suka" ucap Zahiya yang menolak dan tidak setuju dengan apa yang akan dilakukan oleh kedua putranya itu.
"Mi, kita tidak bertarung fisik seperti petarung lainnya. Kita berdua melakukan menembak dan yang lainnya. Jadi kami berdua tidak akan saling melukai satu sama lain. Mimi percayakan pada kami berdua?" tanya Varez yang menggenggam tangan Zahiya dan dia berlutut dihadapan Zahiya, Mimi nya. Dan itu mendapatkan anggukan kepala dari Varo.
__ADS_1
"Baiklah, Mimi akan percaya pada kalian berdua. Kami berdua yang akan menjadi juri kalian. Jadi, kalian berdua tidak akan ada yang bisa melakukan nya dengan mudah" ucap Zahiya yang setuju dan membuat Varez membuka mulutnya sangat lebar mendengar jika Queen dan King nya sendiri lah yang akan menjadi juri.
Varo dan Varez saling pandang dan mereka langsung mengangguk bersama-sama. Baik Varo maupun Varez sangat yakin akan kemampuan yang mereka miliki sekarang. Karena mereka berdua benar-benar sudah diberikan bekal oleh Zahiya dan Zayn. Sang King dan Queen Mafia terkenal diseluruh dunia.