
Mereka berdua sudah bersiap akan lomba menembak tepat sasaran dengan kecepatan sepersekian detik saja. Jika ada yang meleset salah satunya saja, itu yang akan gagal dan kalah.
Seperti sekarang keduanya sudah lolos dan tidak ada yang gagal satupun diangara keduanya. Karena mereka selalu melatih kemampuan dan juga keahlian nya dengan sangat baik dan benar.
Beralih dalam melakukan lari beberapa putaran didalam hutan tersebut. Mereka berdua melakukan hal yang sama. Mereka berdua tidak ada yang mau kalah atau mengalah, jadi hasilnya imbang lagi dalam persaingan lari ini.
Sekarang mereka melakukan penjinakan sebuah bom dan keduanya hanya melakukan nya dalam waktu beberapa menit saja dan hasilnya berbeda satu detik. Sekarang posisinya Varo paling unggul satu detik.
"Kalian sama hebatnya dan untuk abang Ez, tingkatkan lagi. Karena jika pada situasi mendesak dan waktunya kurang dari itu akan membahayakan dirinya abang sendiri. Untuk EL, jangan berbangga diri dulu. Karena diatas langit masih ada langit, jadi jangan pernah merasa puas dan berbangga diri dulu. Tetap asah kemampuan dan juga kecepatan kalian lagi" ucap Zahiya yang sejak dulu selalu memanggil Varez dengan sebutan abang, supaya adik-adiknya msmanggil abang juga. Jadi dia memberikan contoh lada anak-anaknya.
"Iya Mi, kami akan selalu berusaha untuk tidak pernah berbangga diri dan sombong dengan kemampuan kami" jawab Varo dan Varez yang kompak bertos ria keduanya.
"Good boy, sekarang mau lanjut atau cukup untuk saat ini?" tanya Opa Zayn g menatap dua saudara itu.
"Kita lanjut. Karena besok aku akan banyak pekerjaan dan akan sangat sibuk" jawab keduanya kompak dan membuat Zahiya dan Opa Zayn saling pandang lalu mengangguk tersenyum tipis.
"Silahkan saja. Jika dalam menaklukan semua tantangan ini berhasil dan gagal dalam menaklukan hati wanita kalian, maka kalian bukanlah pria sejati dan keturunan Malik atau Tomlinson" ucap Opa Zayn yang mengejek keduanya dan mereka tidak terima dibilang seperti itu.
"Kami tidak akan pernah mengecewakan dua marga dalam dirinya kami. Percuma saja kami memiliki Pipi mantan playboy, jika kami tidak bisa melakukan itu dengan syulit" ucap keduanya yang menunduk. Karena baik Varo maupun Varez sama-sama kaku jika dalam masalah wanita, berbeda dengan masalah pekerjaan dan melumpuhkan lawan-lawan mereka.
"Kalian pasti bisa boy, Mimi percaya pada kalian berdua. Karena Varaz dan Variz sudah bisa menaklukan pujaaan hati mereka berdua dan lusa akan diperkenalkan pada keluarga kita semua. Jadi, jangan mau kalah dari pada playboy gadungan itu" ucap Zahiya yang memberikan semangat pada kedua pria kakunya itu.
"Huh, semoga saja" ucap keduanya dengan menghembuskan nafasnya kasar dan mereka malah lemas dan tidak melanjutkan pertandingan mereka berdua.
"Semangat boy, karena disana masih banyak tantangan yang lebih menantang dari pada dengan berada medan perang" ucap Opa Zayn pada kedua cucunya yang tidak berbeda dengan nya ini. Kaku, datar dan sulit untuk dekat dengan lawan jenis juga akan tidak bisa berkata-kata lagi saat berhadapan dengan mahluk yang bernama wanita itu.
"Semangat" ucap keduanya yang mengatakan semangat, tapi lemas.
Mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah dua anak muda yang tidak jauh berbeda itu karakternya. Tapi tetap masih kaku dan datar Varo dibandingkan dengan Varez, karena Varez masih bisa dekat dan tidak sekaku Varo jika sedang bersama dengan wanita.
"Kenapa mulutnya semangat tapi lemas?" tanya Zahiya yang menatap kearah Varo dan Varez.
"Kami hanya sedang memikirkan apa yang akan kamu lakukan setelah ini" jawab Varez yang mengatakan nya sok iya saja didepan kedua orang terpenting dalam hidupnya.
"Baiklah, semoga saja apa yang kalian rencanakan terlaksana dan jangan berbuat macam-macam! Ingat itu" ucap Zahiya dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"Oke Mi, semoga saja" jawab mereka berdua kompak dan tidak bersemangat.
__ADS_1
'Bagaimana caranya menaklukan hatinya? Sedangkan aku saja tidak tahu apa yang ada dalam fikiran nya' gumam Varez dalam hati dan dia hanya menghela nafasnya saja.
Sedangkan Varo hanya diam dan tidak memikirkan apa-apa, dia hanya ingin lebih dekat dan gadis yang menjadi obsesinya sekarang bisa menerimanya dan mungkin dengan sangat tulus.
"Kamu kenapa Va? Apa kamu juga memikirkan apa yang dilakukan oleh abang kamu Varez?" tanya Zahiya menatap kearah Varo yang diam saja.
"Hmm" jawabnya dengan deheman saja. Dan itu membuat Zahiya dan Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja melihat sikap Varo yang dingin.
"Baiklah, semuanya sudah selesai kan? Karena kalian sudah tidak ada yang menang dan kalah satu sama lain, jadi kami tidak bisa memutuskan siapa menang dan kalah" ucap Zahiya dan Zayn yang melihat keduanya saling diam.
"Oke Opa ganteng dan Mimi syantik. Thank you so much" ucap Varez yang mengedipkan sebelah matanya menggoda Zahiya, Mimi nya sendiri.
"Kau ini, selalu saja seperti ini" ucap Zahiya yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah Varez.
Setelah itu mereka berdua pergi dari markas. Membiarkan dua anak muda itu disana, sedangkan dua anak busa itu malah saling menghela nafasnya berulangkali. Entah apa yang sedang mereka berdua fikirkan.
"Antarkan aku balik bang. Aku rasanya sangat lelah" ucap Varo tanpa beban.
"Hei... Kau yang mengajak ku kemari malah kau yang ingin aku antarkan" ucap Varez yang malah menggerutu pada Varo.
"Kan kau tahu, jika aku kemari menggunakan mobilmu itu" jawab Varo yang masih menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
"Aku sedang malas mengemudi" jawab Varo dengan santainya dan dia malah memejamkan matanya.
"Kau bisa meminta diantarkan oleh salah satu dari mereka semua bukan, kenapa harus aku?" tanya Varez yang memang sedang malas dan juga lelah sekarang.
"Kau perintahkan saja mereka. Aku malas" jawab Varo tanpa membuka matanya.
"His... Menyebalkan, dasar pemalas" ucap Varez yang menggerutu, tapi tetap melakukan nya juga.
"Thanks brother" ucap Varo saat melihat Varez keluar dari ruangan nya.
"Dasar gila" ucap Varez yang menggerutu dan memanggilkan seorang untuk mengantarkan Varo pulang.
Setelah kepergian Varez, Varo hanya diam dan menatap langit-langit ruangan Varez. Dia begitu hanyut dalam fikiran nya dan membuat Varez merasa heran dengan apa yang sedang difikirkan oleh adiknya.
"Apa loe sedang memikirkan gadis bar-bar itu? Jika iya, selamat menikmati saja bro. Karena hidup loe akan selalu berwarna, haha haha" ucap Varez yang meledek Varo.
__ADS_1
"Thanks brother. Kamu juga bersiap-siaplah, karena hidup mu akan suram" ucap Varo yang malah mengata-ngatai Varez.
"Kamvret" ucap Varez yang melemparkan bantal sofa kearah Varo.
Varo tidak menghiraukan gerutuan Varez padanya. Dia malah melenggang pergi dengan santainya meninggalkan Varez yang terus menggerutu padanya.
"Kita akan kemana Tuan Muda?" tanya anggota Varez pada Varo.
"Apartment" jawab Varo yang kembali memejamkan matanya.
Tanpa mengatakan apapun dan tidak bicara lagi, anggota Varez langsung membawa Varo menuju apartment miliknya. Dan ternyata disana sudah ada gadis yang dia suruh untuk datang keapatemen miliknya.
"Kau ini lama sekali? Gue sudah lama nunggu sampe jamuran nungguin loe sejak tadi!" ucap Viera dengan pelan tapi penuh penekanan disetiap katanya.
"Kenapa tidak masuk kedalam? Bukankah sudah tahu kode akses unit milik ku?" tanya Varo yang mengernyitkan keningnya menatap kearah Viera.
"Aku lupa" ucap Viera menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Varo hanya menggelengkan kepalanya saja melihat sikap Viera yang menurutnya sangat aneh itu. Tapi entah kenapa dia merasa senang dan nyaman jika berdekatan dengan nya, membuat rasa lelahnya hilang seketika dan menjadi bersemangat kembali.
"Kenapa loe ngajakin gue kemari?" tanya Viera yang menatap penuh selidik padanya.
"Mau ngajakin kamu makan malam, bersiaplah" jawab Varo yang segera masuk kedalam kamar dan membersihakan dirinya.
"Apa dia bilang! Ngajak ribut dia" gumam Viera yang menggerutu kesal dan dia mendudukan dirinya disofa ruangan tamu.
"Kenapa belum bersiap juga?" tanya Varo yang melihat Viera hanya duduk saja diatas sofa.
"Kenapa harus? Ini bukan kewajiban buat gue" jawabnya dengan ketus.
"Jika kau menolak, maka kau bersedia untuk tinggal disini selamanya bersama dengan ku" ucap Varo dengan santainya dan dia menatap kearah Viera.
"Dasar psikopat gila. Main ngancem-ngancem doang bisanya" ucap Viera yang mentap kearah Varo dengan tajam.
"Jika sudah tahu, sekarang turuti apa yang aku inginkan sekarang dan jangan melakukan apa yang bisa merugikan kamu sendiri" ucap Varo dengan santainya sambil melipat kedua tangan nya didepan dada.
"Nyebelin" ucap Viera yang menghentakan kakinya diatas lantai. Tapi dia tetap masuk kedalam kamar dan membersihakan dirinya lalu menggunakan gaun yang sudah diberikan oleh Varo padanya.
__ADS_1
Varo hanya diam dan menatap kearah Viera yang sudah masuk kedalam kamar. Dan dia hanya diam menunggu sambil mengecek pekerjaan nya yang diberikan oleh asisten pribadinya.