
"Ternyata bukan hanya satu atau dua orang yang mengawal gue. Ini sih namanya rombongan, bukan menjaga lagi" gumam Viera saat sudah berdiri didepan pintu kamar.
"Nona, apa anda akan keluar? Sebaiknya anda jangan kemana-mana dulu sampai Tuan Muda datang kembali. Harap anda mengerti" ucap salah seorang bodyguard yang ada disana.
"Kenapa kamu malah mencegah saya keluar? Saya keluar atas keinginan suami saya, lebih tepatnya Tuan kalian semua" jawab Viera menatap heran akan ucapan dari para bodyguard didepan nya.
"Kami hanya menjalankan tugas Nona. Tolong anda jangan membantah, karena bisa saja itu semua hanya sebuah jebakan semata untuk bisa menangkap anda. Tolong menertilah" ucap pria yang tidak lain adalah Ferry, dia sudah ada disana untuk bisa menghalau Nona Muda nya pergi.
Karena Varo tidak pernah meminta Viera untuk keluar dari kamar hotel tanpa adanya dirinya disamping Viera. Viera semakin bingung, apa lagi melihat kondisi Ferry yang terluka dan bajunya juga sangat kotor.
"Apa semuanya baik-baik saja? Kenapa kau bisa terluka?" tanya Viera dengan tatapan penuh tanya pada Ferry.
'Apa ini yang dinamakan ikatan batin? Kenapa Nona Muda sepertinya tahu keadaan Tuan Muda yang sedang dalam bahaya besar? Apa yang harus aku katakan padanya? Tidak mungkin jika aku mengatakan yang sebenarnya. Oh God!' ucap Ferry dalam hati yang mana dilanda kebingungan dan panik akan menjawab pertanyaan Viera bagaimana.
"Kenapa kau diam? Jadi benar, jika abang sedang tidak baik-baik saja? Jawab pertanyaan gue!" teriak Viera sambil mencengkram kuat kerah baju Ferry dan menariknya.
"Maaf Nona" hanya itu yang bisa dikatakan oleh Ferry. Dia tidak tahu harus berkata apa yang akan membuat Viera semakin terluka nantinya.
BRUK...
"Kenapa? Kenapa loe gak pernah mau cerita ke gue Va, kenapa?! Apa gue sudah nggak penting lagi buat loe" tangis Viera pecah saat mengatakan itu dan tubuhnya luruh dilantai.
__ADS_1
"Nona, Tuan tidak kenapa-kenapa. Anda kenapa bisa berfikir seperti itu?" tanya Ferry yang ikut berjongkok dan menatap kearah Viera yang sedang menunduk sambil menangis sesegukan.
Viera tidak menjawab, dia langsung melepaskan heels yang dia gunakan dan segera berlari menjauh dari Ferry dan bodyguard yang lain. Membuat semua orang panik lalu mengejar Viera, Viera yang merasa gaun nya ini mengganggu segera melepaskan dan berganti hanya dengan pakaian seadanya. Dia ingin melihat Varo secara langsung dan memastikan keadaan nya baik-baik saja. Itu sudah cukup untuknya.
"Abang pasti baik-baik saja. Abang bukan pria lemah" gumam Viera yang terus berlari dan penampilan nya sudah sangat berantakan.
Bahkan riasan nya sudah luntur, mascara dan eyeliner sudah meleleh dipipinya. Juga matanya sangat hitam oleh dua benda kesayangan wanita itu. Tapi Viera tidak menghiraukan itu semua, yang terpenting sekarang dia bisa bertemu dengan Varo dan bisa memeluknya.
Cukup lama Viera berlari, akhirnya dia sampai didepan rumah mewah dan disana dijaga sangat ketat. Bahkan Viera sempat tidak diperbolehkan masuk oleh bodyguard yang berjaga disana seandainya Ferry tidak segera sampai. Mereka membiarkan Viera masuk dan Ferry meminta orang-orang yang disana tidak membiarkan siapapun masuk dan keluar. Apa lagi sedang dalam kondisi yang terancam untuk keluarga Tomlinson maupun Malik.
"Bang, abang disini" teriak Viera saat memasuki kamar Varo dan melihat jika itu adalah keadaan kemarin saat dia keluar dari sana pagi harinya.
"Ini? Apa maksud semua ini? Apa abang.... Tidak, itu tidak mungkin" gumam Viera yang melihat rekaman dimana Varo dalam kondisi terluka sangat parah.
Viera segera berlari dari sana dan dicegah oleh Variz yang sudah bisa berjalan kembali. Dia tidak ingin jika adik iparnya ini akan kenapa-kenapa.
"Kau jangan kemana-mana. Karena jika kamu juga terluka, maka Varo akan semakin tersiksa" ucap Variz ambigu. Membuat Viera semakin merasa jika apa yang dia lihat itu adalah kenyataan.
"Apa maksud Mas Variz? Jadi benar, jika bang Varo sedang tidak baik-baik saja? Atau dia sedang terluka parah? Jawab pertanyaan aku Mas?!" teriak Viera yang sudah sangat frustasi ingin mengetahui keadaan suaminya.
"Sepertinya kau memang harus tidur saja" gumam Variz tidak menjawab pertanyaan dari Viera.
__ADS_1
Dia malah memberikan bius pada Viera "Ini lebih baik, karena jika kau selalu seperti ini akan membahayakan" gumam Variz yang meminta orang-orangnya membawa Viera masuk kedalam kamar.
"Apa kita tidak keterlaluan padanya Mas?" tanya Mia dengan tatapan sendunya.
"Ini demi kebaikan dirinya. Aku sedikit banyak tahu apa yang akan dilakukan oleh Viera jika tahu keadaan Varo yang sebenarnya. Untuk itu kau juga harus diam dan jangan mengatakan apa-apa pada Viera atau siapapun. Karena keluarga kami sedang dalam masalah dan bahaya besar" jawab Variz yang segera meninggalkan Mia sendirian didalam ruangan keluarga.
.
Ditempat Varo saat ini. Dia sedang berusaha keras untuk bisa membuat mereka semua lumpuh, tapi naasnya saat jarum itu akan mengenai Ronald Mendez. Dia ketahuan oleh salah seorang dari anggota Ronald Mendez hingga Varo harus menerima berbagai serangan dari anggotanya Ronald Mendez.
"Wah, ternyata kau masih disini dan kau juga yang sudah membuat putri kesayangan ku terluka bahkan kehilangan nyawanya. Kau akan mendapatkan apa yang sudah kau lakukan padanya" ucap Ronald Mendez sudah menagkap Varo yang terluka parah.
"Justru aku sangat bahagia. Jikapun aku harus mati ditangan mu, karena aku sudah berhasil melenyapkan nya dan sebentar lagi kau juga akan merasakan nya" ucap Varo menancapkan jarum paling mematikan pada leher Ronald Mendez dan jarum itu langsung menghilang masuk kedalam tubuh Ronald Mendez.
"Apa, apa yang kau lakukan dan apa yang kau berikan padaku!" teriak Ronald Mendez saat merasakan tubuhnya seperti terbakar dan jantungnya terasa sakit juga nafasnya tersengal-sengal.
Dalam waktu kurang dari satu menit Ronald Mendez sudah tidak bernyawa lagi. Saat semua orang sedang sibuk karena ketua mereka telah tiada, Varo segera pergi dari sana untuk melarikan diri. Tapi salah seorang dari mereka menyadarinya dan segera menangkap Varo kembali.
"Anda tidak akan bisa lepas dari kami semua Tuan Muda Tomlinson" ucap salah seorang yang sudah mengenal Varo dan untung saja saat mengatakan Tomlinson hanya berbisik saja.
"Kenapa, apa saya tidak bisa lepas darimu? Lepas dari Ronald Mendez saja saya bisa, jangankan anda yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nya. Dan ketua anda juga sudah tiada, apa anda akan tetap membela orang mati?" tanya Varo membuat pria yang sedang memegang bahunya dan menarik tangan nya menjadi bungkam.
__ADS_1