Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Salah memilih lawan


__ADS_3

"Apa bisa kau lepaskan?" tanya Varo merasa sangat risih dengan apa yang dilakukan oleh Anastasia.


"Kenapa sayang? Apa kau merasa tergoda dengan ku ini? Atau memang kamu sudah tidak tahan lagi? Lakukan saja sayang, aku sudah sangat siap menerimanya dari kamu" tanya Anastasia membuka kakinya lebar-lebar dihadapan Varo.


Varo bukan nya terang*ang, malah membuatnya merasa jijik melihat apa yang dilakukan oleh Anastasia. Dimana dia memainkan miliknya sendiri dan mengeluarkan suara-suara erotisnya dihadapan Varo.


"Emm, sayang... Ayolah, sentuh aku dengan kenikmatan yang kau berikan pada wanita jallangg mu itu. Aku sangat menginginkan mu" ucapnya dengan suara yang membuat pria manapun akan melakukan apa yang diinginkan oleh Anastasia.


"Kau yang jallangg! Dan kau sama sekali tidak pantas mengatainya seperti itu" ucap Varo mencengkram kedua pipi Anastasia dengan sangat kencang.


"Haha haha, apa aku salah? Bagaimana tidak aku katakan seperti itu, jika dia bukan jallangg? Apa ada wanita yang mau menyerahkan dirinya pada seorang pria dan bahkan berulang kali? Hahaha, itulah jallangg" ucap Anastasia malah mengatakan nya sambil tertawa terbahak-bahak dihadapan Varo.


"Sayang, lupakan dia dan lihatlah aku ini. Aku ini sangat menginginkan kamu dan bahkan aku mau menyerahkan ini semua untuk kamu. Kenapa kamu malah memilih jallangg itu dibanding aku?" tanya Anastasia yang terus memegangi dan menggerayangi tubuh Varo.


Varo malah menghela nafasnya panjang dan dia terlihat sangat jijik juga ingin sekali segera melenyapkan manusia didepan nya itu. Yang sama sekali tidak memiliki rasa malu sedikitpun juga. Jangankan malu, memiliki perasaan saja sepertinya tidak punya.


"Lepaskan tangan ku! Jika kau ingin selamat" ucap Varo dengan tatapan yang sulit diartikan. Bahkan dia menampilkan wajah datar dan bahkan sangat datar dari biasanya.

__ADS_1


"Sayang, kamu kasar sekali. Kenapa kamu tega mengatakan itu padaku? Bahkan aku sudah menyiapkan semua ini untuk kita. Malam pertama kita sayang" ucap Anastasia yang mencoba untuk membuka kancing baju milik Varo.


BRUK....


BRAK...


Anastasia terjatuh dengan sangat keras dilantai saat Varo mendorongnya dengan sekuat tenaganya. Untung saja tubuhnya tidak membentur ujung meja, jika saja membentur mungkin sudah terluka parah. Varo mengeluarkan jarum yang bisa membuat semua saraf lumpuh permanent dan tidak bisa digunakan lagi dengan normal.


"Kau telah salah memilih lawan Nona Anastasia Mendez. Karena asal kau tahu, jika aku ini impotent dan tidak akan bisa melayanimu. Jadi percuma saja kau melakukan itu padaku, walau kau membuka kalinusu lebar-lebar bahkan memainkan milikmu itu tidak akan membuatku tergoda sama sekali" ucap Varo tersenyum tipis dan sangat sinis pada Anastasia.


Anastasia membolakan matanya saat mendengar ucapan Varo. Ingin rasanya dia membalas apa yang dilakukan oleh Varo padanya. Tapi sayang sekali, jangankan membalas berbicara saja tidak bisa. Dia hanya berbaring dilantai tidak berdaya, hanya bola matanya saja yang bergerak-gerak.


"Kau sudah tidak bisa berbuat apa-apa Nona Anastasia Mendez. Anda bisa memilih salah satu yang akan saya sebutkan. Jika bola mata anda bergerak kearah kiri berarti memilih pilihan kedua dan jika ke kanan pilihan pertama. Oke, kau ingin lenyap seperti buih dilautan atau ingin semua orang tahu? Pilihan ada dimatamu Nona Anastasia Mendez" ucap Varo yang berjongkok dihadapan Anastasia.


'******Sial! Apa yang dia katakan barusan? Kenapa aku tidak bisa menggerakan tubuhku? Jangankan tubuh, jari saja tidak bisa aku gerakan sedikitpun juga. Apa yang dia lakukan pada tubuhku sebenarnya, sehingga sangat sulit untuk bergerak. Bagaimana caranya aku bisa lepas darinya? Jika tahu dia itu impotent, tidak akan aku cape-cape menjebaknya seperti ini dan akhirnya aku sendiri yang terjebak******' ucap Anastasia dalam hati, dia membolakan matanya saat Varo mengatakan itu padanya.


"Kenapa Nona Anastasia Mendez? Apa anda merasa heran kenapa anda tidak bisa bergerak? Ah, iya saya lupa. Saya harus segera pergi, kau bisa berteriak sebisa dan semampu anda saat orang-orang yang saya minta untuk melayani anda emm, maksud saya dilayani oleh anda datang kemari. Sebenarnya saya ingin sekali melihatnya dan bagaimana reaksi tubuh saya. Emm, tapi saya tidak ada waktu, maaf sekali" ucap Varo yang menggerakan jarinya untuk memberikan kode pada orang-orangnya untuk masuk membawa pria-pria yang disewa oleh Anastasia untuk bisa membunuhnya.

__ADS_1


'********Tidak! Aku tidak ingin melakukan itu. Apa kau Gila hah! Lepaskan aku dari ini semua. Elvaroz, lepaskan aku. Aku tidak mau menyerahkan nya pada mereka please jangan seperti ini********' ucap Anastasia hanya bisa dalam hati. Varo menghentikan langkahnya dan dia menatap dengan sinis pada Anastasia.


"Kau bisa saja memohon padaku dan meminta ampun. Tapi apa kau pernah berfikir seperti itu saat kau mendengarkan seseorang yang meminta kau ampuni saat kau akan melenyapkan nya? Tentu saja kau menulikan telingamu itu dan membutakan matamu ini untuk mendengar itu semua. Jadi, nikmati saja apa yang pernah kau tanam dulu" ucap Varo seperti bisa membaca fikiran dan hati seseorang saat melihat dari tatapan saja.


"Kalian berjalan dia dan jangan biarkan dia lolos" ucap Varo pada Ferry yang ada diantara orang-orangnya dan orang-orang Anastasia.


"Baik Tuan Muda. Anggota Prince V juga sudah bersiap ditempat mereka masing-masing untuk menghalau semua serangan mendadak dari mereka semua" jawab Ferry menjelaskan semuanya pada Varo.


"Good" ucap Varo yang segera pergi secepat kilat, bahkan diantara mereka tidak ada yang melihat pergi kearah mana. Hanya tercium aromanya saja ada disana.


Ferry mengerjakan apa yang dikatakan oleh Varo. Varez yang melihat kemana arah Varo pergi segera menghampiri dan malah tidak ikut mengamankan mereka. Karena dia ingin bertanya langsung pada adiknya itu.


"Apa loe tidak ada kerjaan lain selain mengikuti gue?" tanya Varo saat dia sudah nangkring diatas pohon tidak jauh dari rumah milik Anastasia.


"Apa loe ini titisan burung hantu? Senang sekali nangkring dipohon" Varez malah balik bertanya pada Varo.


Varo hanya menggeleng saat abangnya bertanya hal yang konyol padanya. Matanya hanya fokus pada objek yang dia tuju, pasalnya Tuan Mendez tidak akan tinggal diam saat mendengar putri tidak warasnya itu kenapa-kenapa.

__ADS_1


Benar saja dugaan Varo orang-orangnya dan anggota Varez kewalahan menghalau mereka semua. Hingga Varez membolakan matanya saat melihat semuanya menjadi berantakan dan bahkan tidak sedikit anggotanya yang tumbang karena melawan pasukan seseorang yang tidak dia kenal sama sekali.


__ADS_2