Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Niat menyiksa, malah tersiksa


__ADS_3

"Apa maksudmu yang waras mengalah?" tanya Varo menatap tajam pada Viera yang akan masuk kedalam mobil.


"Ah, enggak. Aku hanya asal bicara saja, hehehe" ucap Viera yang nyengir kuda melihat tatapan menakutkan dari Varo.


'Hanya anda Nona, yang berani pada Tuan Muda. Jika yang lain ditatap seperti sudah tidak memiliki nyali untuk menjawab pertanyaan dari Tuan Muda' ucap supir yang tidak lain adalah orang kepercayaan Varo sejak dulu.


"Kau akan mendapatkan hukuman nya nanti setelah sampai dirumah" ucap Varo sambil berbisik ditelinga Viera dan dia menampilkan wajah yang sangat mengerikan bagi Viera.


'Mampus gue. Apa yang akan dia lakukan? Bisa-bisa gue mampus diusia semuda dan secantik ini' gumam Viera dalam hati sambil menampilkan senyuman dibibirnya pada Varo.


"Jangan mengumpat ku honey" ucap Varo dengan wajah menyebalkan menurut Viera.


"Siapa yang mengumpat? Pede sekali anda Tuan" ucap Viera yang mengatakan nya sambil menjulurkan lidahnya pada Varo.


"Kau sudah berani padaku rupanya" ucap Varo yang mendekatkan wajahnya pada wajah Viera dan dia menekan tombol untuk menyekat bagian tengah mobil supaya supir didepan tidak bisa melihat apa yang dia lakukan pada Viera.


"Aw! Kenapa abang malah gigit sih" ucap Viera yang mendorong Varo untuk menjauh darinya.


Dan teriakan itu mencemari pendengaran supir didepan yang menjadi tidak fokus pada jalan didepan nya.


'Kuatkan imanku Tuhan. Jangan biarkan telingaku yang masih perjaka ini tercemari dan ternodai oleh pendengaran sakral ini. Puji Tuhan' ucap sang supir dalam hati, sambil membentuk tanda salib pada kepala dan dadanya.


Kembali lagi pada bagian belakang supir yang tersekat. Dimana Varo yang terus memepet Viera hingga mobilnya terasa sedikit bergoyang.


"Abang, iihhh... Lepas, kenapa juga malah digigit sih. Kan sakit" protes Viera saat Varo malah menggigit bibirnya lumayan keras.


"Karena ini selalu membuatku candu" jawabnya yang mana tidak mendengarkan protesan Viera.


Dia malah menarik tengkuk Viera dan menyambar bibir tipis yang sudah menebal akibat ulahnya itu.

__ADS_1


"Eemmm" Viera tidak bisa mengatakan apa-apa saat seluruh bibirnya dibungkam oleh bibir Varo yang sexy itu.


Hingga lama kelamaan Viera terbuai oleh ciumaan dari Varo. Bahkan entah sejak kapan dia sudah berada diatas pangkuan Varo dan memeluk lehernya juga.


Ciumaan mereka semakin panas, bahkan tangan Varo sudah bergelirya kemana-mana. Hingga satu desahhan keluar dari bibir Viera saat tangan Varo meremass bukit kembar Viera dengan gemas. Yang mana bukit itu sekarang sudah menjadi gunung yang sudah menjulang dan menantangnya untuk segera dia exsekusi sampai tak bersisa.


Varo memejamkan matanya dengan erat saat gairrahnya sudah naik. Dia tidak mungkin berbuat lebih saat dia ingat jika Viera sedang datang tamu bulanan nya.


Sekuat tenaganya dia menahan hasraatnya. Dia memeluk Viera dan mendiamkan nya hingga suara desahhan nafasnya yang memburu menjadi nozrmal kembali.


'Niat ingin menyiksanya malah aku yang tersiksa akan ulahku sendiri. Sabar tong, jangan berontak dulu sebelum waktunya. Karena jalan nya sedang di lock down' gumam Varo dalam hati sambil menetralkan perasaan nya.


"Abang baik-baik saja?" tanya Viera yang menangkup wajah Varo supaya bisa menatapnya dengan jelas.


"Hmm, betulkan ini dulu" jawab Varo membetulkan pakaian Viera yang sudah berantakan akibat ulahnya barusan.


"Tidak apa-apa. Ini bukan kesalahan kamu, sudahlah diam saja" ucap Varo yang kembali memeluk Viera dan menaruh kepala Viera diatas bahunya.


Viera hanya bisa diam dan patuh dengan apa yang Varo katakan padanya. Akhirnya Viera malah terlelap diatas pangkuan Varo dan dengan posisi memeluk lehernya juga.


"Dasar. Apa sebegitu mudahnya kau terlelap" gumam Varo yang membelai rambut panjang Viera dengan lembut lalu Varo diam dan terus mengusap kepala Viera.


.


Sedangkan didalam rumah sedang heboh akan kedatangan dari Varez yang membawa seorang wanita dengan bayi digendongan sang wanita.


Membuat tatapan Mimi Zahiya menajam dan terlihat sangat mengerikan. Pipi David yang berada disampingnya juga sudah ketakutan jika sudah melihat aura Mafia dari Mimi Zahiya.


Mereka berdua mendekati Variz dan wanita yang dia bawa dan memintanya untuk duduk dan menunggunya sebentar.

__ADS_1


"Silahkan duduk mbak, saya akan segera kembali" ucap Variz pada wanita cantik tersebut yang terlihat tidak nyaman dan ketakutan juga.


"Siapa yang kau bawa kemari bang?" tanya Mimi Zahiya langsung saat Varez akan menaiki anak tangga.


"Assalamualaikum Mi. Dia adalah mbak Mia Mi, dia sedang kesusahan karena suaminya sering melakukan KDRT padanya. Kebetulan aku melihatnya langsung, makanya aku ajak kemari. Kasihan jika mereka berdua harus ada dijalanan disaat sudah larut seperti ini" jawab Variz yang langsung menjelaskan nya pada Mimi Zahiya.


"Wa'allaikumsalam, jadi kamu menolongnya dan membawanya kemari? Kenapa tidak abang bawa kehotel atau penginapan untuknya? Apa harus kemari?" tanya Mimi Zahiya yang menatap Variz dengan sangat datar.


"Maaf Mi, hanya ini yang Variz fikirkan. Jika Variz membawanya ke hotel maka Mimi dan Pipi tidak tahu apa yang Variz lakukan. Makanya Variz bawa kemari" jawab Variz yang membuat Pipi David menepuk bahunya lembut dan memberikan pujian pada putranya.


"Good boy, kau memang sangat baik. Tapi setidaknya kau bicarakan ini dulu pada kami berada. Supaya kami berdua tidak salah faham akan semua ini" ucap Pipi David yang memuji dan menasehati putranya.


"Sayang, jangan membuat tamu kita ketakutan. Kita sambut mereka" ucap Pipi David yang menenangkan Mimi Zahiya supaya tidak menampilkan wajah garangnya.


"Hmm" Mimi Zahiya hanya berdehem saja dan beliau menghampiri tamu mereka.


"Kau lakukan apa yang ingin kau lakukan boy. Biar Pipi dan Mimi yang menemaninya" ucap Pipi David pada Variz.


"Terimakasih Pi" ucap Variz yang segera pergi menaiki anak tangga untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan diruang tamu, wanita cantik dengan bayinya itu hanya menunduk dan tidak berani menatap kearah Mimi Zahiya yang terlihat datar.


"Siapa nama anda?" tanya Mimi Zahiya langsung to the point.


"Nama saya Mia Khalifa Nyonya" jawab wanita cantik berhijab syar'i itu dengan menunduk.


"Hmm, kenapa anda mau diajak kemari oleh putra saya yang jelas-jelas bukan mahrom untuk anda? Apa lagi anda sedang ada masalah dengan keluarga anda. Maaf bukan bermaksud saya menggurui anda" tanya Mimi Zahiya lagi yang masih tetap mengeluarkan aura mencekam.


"Saya sudah menolak tawaran dari putra anda Nyonya. Tapi karena memang saya sedang membututuhkan bantuan darinya, maka saya terima. Saya juga bingung harus pergi kemana lagi dengan bayi saya Nyonya. Maaf saya sudah merepotkan anda dan keluarga anda, terutama putra anda" jawabnya dengan menahan air matanya sudah menggenang dipelupuk matanya yang sangat indah.

__ADS_1


__ADS_2