Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Menyerang


__ADS_3

"Aku belum memiliki rencana apa-apa By, hanya harus berjaga-jaga saja. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan siapa saja orang-orang dibalik dia. Jika sudah tahu, maka akan mudah untuk melumpuhkan nya" jawab Zahiya dengan tegas dan dia tidak ingin salah dalam melangkah dan mengambil keputusan.


"Kau benar sayang, aku akan mendukungmu dan membantu sebisaku untuk kamu" ucap David yang memeluk Zahiya dengan erat dan memberikan ketenangan juga kenyamanan untuk istrinya.


"Thank you By, ini yang aku suka dari Hubby. Selalu membuatku nyaman" ucap Zahiya membalas pelukan David dan menelusupkan wajahnya pada dada bidang David.


"Your welcome baby, apa kita akan melakukan nya juga sekarang sayang. Pasti akan lebih nyaman dan nikmat" ucap David mengedipkan sebelah matanya pada Zahiya.


"Kau ini By, fikiran mu itu tidak pernah jauh-jauh dari selengkengan" ucap Zahiya yang mendorong dada David.


"Itu memang mesukaan ku sayang. Ayok kita membuat adik untuk Varuz" ucap David menggendong Zahiya menuju kamar mereka.


Disaat kedua orang tuanya sedang menikmati indahnya bulan madu entah yang keberapa ratus ribu kalinya. Varo sedang bersiap akan melakukan misinya yang mana membereskan kerikil yang akan merusak hubungan nya dengan Viera.


"Kau jaga dia dengan baik dan jangan biarkan dia keluar dari sini. Jika sampai istriku keluar dan kenapa-kenapa, nyawa kalian semua menjadi gantinya" ucap Varo segera menggunakan pakaian khusus miliknya dan itu adalah pakaian kebal akan senjata.


GLEK...


"Baik Tuan Muda" jawab mereka semua dengan suara tercekatnya.


"Apa kau sudah menyiapkan segala keperluan dan memberitahu Mafia gadungan itu?" tanya Varo pada Ferry.


"Sudah Tuan Muda. Prince V sudah berada dilokasi dan sedang mengawasi pergerakan mereka" jawab Ferry yang memberikan tab miliknya pada Varo.


Varo memang selalu memanggil Varez dengan sebutan Mafia gadungan. Karena menurutnya Varez hanya menggunakan tenaga dibandingkan dengan otaknya yang bekerja.

__ADS_1


.


Beberapa saat yang lalu. Ferry mengirimkan sinyal darurat pada Varo, untung saja Varo sudah selesai melakukan misinya menanamkan puluhan, bahkan mungkin ratusan kecebongnya pada rahim Viera. Berharap akan berkembang menjadi berudu lalu menjadi katak.


Jika tidak, maka Ferry akan mendapatkan hukuman karena mengganggunya. Setelah menerima sinyal darurat dari Ferry, Varo memeriksa semuanya dan menyelidiki apa saja yang akan dilakukan oleh wanita tidak waras itu.


"Apa kau sudah memastikan semua ini dan tidak ada kesalahan?" tanya Varo melihat tab ditangan nya.


"Sudah Tuan Muda, anda periksa saja kembali supaya anda lebih yakin" jawab Ferry.


'Dasar ja*a*g, ingin bermain-main dengan ku rupanya. Dia sudah membuat hidupku sama dengan nya yang tidak memiliki fikiran benar, kau akan mendapatkan akibatnya' ucap Varo dalam hati sambil terus memeriksa keadaan didalam rumah mewah itu.


"Kita kepung dari berbagai sisi, atas dan bawah tidak boleh terlewat. Dia memiliki senjata mematikan yang hampir mirip dengan milik ku" ucap Varo yang memberikan informasi sangat penting.


"Baik Tuan Muda" ucap Ferry dengan perasaan yang sedikit merasa takut akan senjata yang dimiliki oleh wanita itu.


"Akan saya lakukan Tuan. Apa ada lagi?" jawab Ferry, lalu dia bertanya pada Varo.


"Itu saja" jawab Varo sambil menyerahkan tab ada Ferry untuk bisa mengambil posisi yang tepat.


Setelah selesai semua, Varo sudah sampai didekat rumah mewah tersebut. Dia meminta mereka semua berada ditempat yang buta terhadap CCTV. Dengan begitu mereka tidak akan diketahui oleh wanita yang tidak lain adalah Anastasia Mendez.


"Kenapa kita tidak langsung menyerangnya? Apa yang sedang kalian tunggu?" tanya Varez saat Varo sudah datang.


"Loe itu tidak sabaran sekali. Apa loe tidak bisa melihat, jika diberbagai sisi dan penjuru banyak tertanam ranjau? Berfikirlah dulu sebelum bertindak brother" ucap Varo dengan santainya memperlihatkan sesuatu pada Varez.

__ADS_1


"Maksudnya, ini adalah ranjau supaya tidak ada yang berhasil menyusup masuk kedalam? Apa dia memiliki otak sepertimu?" tanya Varez lagi menatap takjub sekaligus ngeri.


Karena hanya Varo saja sudah membuatnya ngeri sendiri. Bagaimana jika ada satupun lagi dan itu adalah perempuan. Sudah dipastikan jika mereka bersama, akan bisa menghancurkan dunia.


"Seperti yang loe duga. Karena dugaan loe sama sekali tidak meleset. Lebih baik sekarang loe gunakan ini dan jangan pernah melepaskan nya dalam keadaan apapun. Apa loe mengerti?" tanya Varo dengan tatapan yang sangat serius.


"Apa akan ada sesuatu yang sangat berbahaya lagi?" tanya Varez sambil menggunakan pakaian yang sudah Varo design dengan apik dan tahan berbagai serangan senjata.


"Lebih dari itu, sebagian dari anggota gue sudah menggunakan ini. Hanya tinggal anggota yang loe miliki, jadi jangan menggunakan anggota loe dengan gegabah dan jangan mengorbankan mereka. Gunakan dulu anggota yang sudah gue beri informasi, tarik mundur semua anggota yang loe miliki. Anggota loe akan sangat bermanfaat saat berada dihutan dan jalan" jelas Varo.


"Oke, gue akan menarik mundur mereka semua. Loe berikan informasinya saja padanya gue jika dibutuhkan" jawab Varez yang sudah sangat faham adiknya yang satu ini.


"Lakukan, sekarang" ucap Varo memberikan kode pada Varez.


"Apa, iya" jawab Varez yang segera menarik seluruh anggotanya dan dia juga ikut mundur.


Sedangkan Varo masuk melalui celah yang sangat kecil kemungkinan nya akan ketahuan. Ferry juga mengikuti langkah Varo dengan perlahan tapi pasti. Sedangkan Varo berjalan dengan santainya menuju sebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah kamar yang dia yakini adalah kamar dari Anastasia Mendez.


"Selamat datang sayang, akhirnya kamu datang juga kemari. Sudah lama aku menunggu kedatangan mu" ucap Anastasia pada Varo. Rupanya dia sudah tahu apa yang dilakukan Varo.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" tanya Varo dengan santai dan dia langsung duduk diatas sofa dengan menyilangkan kakinya.


"Tentu saja kamu sayang. Apa lagi" jawabnya yang ikut duduk disamping Varo dengan penampilan yang membuat semua laki-laki tergiur akan tubuhnya yang mulus dan juga bak gutar sepanyol.


"Benarkah? Kenapa aku tidak merasakan itu semua? Apa kau sudah sangat yakin?" tanya Varo yang menatap wajah Anastasia dengan penuh senyuman yang entah senyuman apa.

__ADS_1


"Apa perlu aku buktikan padamu sayang? Apa kau tidak tergiur dengan semua ini? Aku mempersiapkan semua ini hanya untuk kita malam ini" ucap Anastasia menyentuh pipi Varo dengan gerakan yang sangat sensual.


"Ayolah sayang, aku menginginkan mu dan sangat menginginkan keturunan dari benihmu yang sempurna itu" ucap Anastasia memegang belut kebanggaan Varo dengan perlahan dan dia tidak merasakan jika milik Varo terbangun.


__ADS_2