Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Dinner


__ADS_3

"Dasar tidak waras! Seenak jidatnya saja nyuruh-nyuruh gue ganti baju, pake acara ngancem segala lagi. Bikes gue aja" gerutu Viera. Walau bibirnya menggerutu, tapi tetap saja dia lakukan perintah dari Varo.


Setelah cukup lama bersiap diri, Viera keluar dengan sangat elegant nya dan juga dengan riasan minimalist dan sangat cantik. Pantas saja seorang Elvaroz Malik Tomlinson yang kaku dan pelilih juga tidak sembarangan orang bisa terpesona akan kecantikan nya.


DEG...


'Kenapa dia terlihat sangat berbeda? Ah, apa yang aku fikirkan' gumam Varo dalam hati dan dia segera berdehem supaya tidak gugup didepan Viera.


"Dandan begitu saja lama banget, cepat" ucap Varo yang menetralkan kegugupan nya saat melihat Viera sangat cantik. Varo mengulurkan lengan nya untuk digandeng oleh Viera.


"Serah gue lah, mau lama atau bentar" ucap Viera yang langsung mengapit lengan Varo.


'Kalo bukan karena ancaman nya, gue ogah harus berduaan dengan kanebo kering kek dia! Iya sih, dia ini tamvan sih. Cuman nyebelin nya itu bikin gue darah tinggi' gerutu Viera dalam hati dan dia masih menggandeng tangan Varo.


Mereka berdua menuju rooftop apartment yang sudah disulap sedemikian rupa oleh orang-orang Varo. Dia ingin jika moment makan malam ini berkesan untuk Viera dan dia bisa dekat dan menerima dirinya sebagai pria yang special dalam hidupnya.


Viera menatap kagum pada pemandangan dan juga suasana romantis yang diberikan oleh Varo padanya. Bahkan disana sudah terlihat ada bucket bunga yang sangat indah juga bagus. Varo memberikan nya ada Viera dan langsung dia terima dengan senyuman dibibirnya.


"Terimakasih, loe yang nyiapin ini semuanya?" tanya Viera setelah duduk dikursi yang ditarik untuknya oleh Varo.


"Bukan, anak buah ku yang menyiapkan nya" jawab Varo dengan santainya dan Tampa expresi apapun diwajahnya.


"Bisakah sedikit saja berbohong untuk menyenangkan orang? Jujur sekali" ucap Viera yang bergumam dan gumaman itu sangat jelas ditelinga Varo.


Keduanya berjalan kearah meja, dimana sudah tersaji berbagai makanan dan minuman yang sangat mewah. Varo menarik kursi untuk Viera duduk.


"Terimakasih, tapi gue bisa sendiri" ucap Viera dengan ketus dan menatap sinis pada Varo.


Varo hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa pada Viera dia hanya duduk dengan tenang dan santainya.


"Kenapa liatin gue kayak gitu? Gue tahu jika gue ini cantik, tapi loe jangan mengagumi gue. Karena loe bukan type gue" ucap Viera dengan penuh percaya diri dan dia menatap sinis pada Varo.


"Siapa yang mengagumi dan dikagumi" jawab Varo yang langsung menikmati makanan nya dengan perlahan.

__ADS_1


'Apa yang dia katakan? Dasar mister flat gila, suka seenak jidatnya saja jika bicara. Mana nggak mau mengakui jika gue ini cantik' ucap Viera dalam hati dan dia menatap sinis pada Varo sambil menancapkan garpu pada daging steak.


Mereka menikmati makan malamnya dengan lahap dan juga santai, baik Varo maupun Viera hanya diam saja. Setelah selesai menikmati makanan nya, tiba-tiba terdengar suara musik untuk mereka berdua berdansa bersama.


"Niat banget loe nyiapin ini semua? Sampe ada musik segala" sindir Viera sambil menatap sinis pada Varo.


"Sudah ku katakan, jika bukan saya yang melakukan ini" ucap Varo yang melirik sekelilingnya dan dia melihat ada seseorang yang sangat dia kenali.


"Lalu, jika bukan loe. Satan gitu yang melakukan ini? Dasar aneh" ucap Viera yang terus saja menggerutu dan juga kesal.


'Aku tahu ini ulah mu bang, kenapa harus melakukan ini ' ucap Varo dalam hati saat dia melihat seseorang dibalik pilar besar tersebut.


'Sorry bro, aku terpaksa melakukan ini supaya kamu bisa lebih dekat dan intim dengan nya' ucap Alvarez yang ternyata sedang mengintip mereka berdua.


"Kita lakukan saja sekarang" ucap Varo yang menarik Viera untuk berdansa dengan nya.


"Apa yang loe lakukan! Jangan macam-macam loe" ucap Viera yang menepis tangan Varo yang memegang pinggangnya.


"Kenapa? Apa kau merasa gugup?" tanya Varo yang malah menggoda Viera.


"Kenapa, apa yang akan kamu lakukan padaku?" tanya Varo yang terus memeluk pinggang Viera dengan erat dan sangat dekat dengan nya tanpa ada jarak.


"Siapa bilang gue kagak bisa nagapa-ngapain?" ucap Viera yang langsung menendang kebanggaan Varo menggunakan lututnya.


"****" ucap Varo yang langsung melepaskan Viera dan memegang kebanggaan nya yang terasa ngilu dan mulas sampai keulu hati.


"Bagaimana? Apa sudah tahu rasanya seperti apa?" tanya Viera yang dengan santainya berkacak pinggang dihadapan Varo.


'Sial, dia menendangnya dengan sangat kencang' ucap Varo dalam hati dan masih terus meringis menahan sakitnya.


'Dia pastor menertawakan ku yang sedang kesakitan seperti ini, awas saja kau bang. Akan ku buat kau menyesal karena sudah membuatku kesakitan seperti ini' umpat Varo dalam hati melihat kearah pilar besar tersebut.


"Uh, Va. Aku yakin jika telur kamu pecah dan sudah jadi telur dadar, dia memang sangat cocok dengan nya, hahaha' ucap Alvarez yang tertawa dibalik pilar besar tersebut.

__ADS_1


"Kau... Kau sudah membuat ku marah, ikut aku" ucap Varo yang menarik Viera keluar dari rooftop apartment menuju unit miliknya.


"Maaf, gue nggak sengaja melakukan itu. Gue hanya reflex saja melakukan itu" ucap Viera yang menahan tangan Varo yang sedang menariknya masukan kedalam unit apartment nya.


"Diam dan jangan banyak bicara. Kau sudah menguji kesabaran ku dan kau pantas mendapatkan akibatnya" ucap Varo dengan penuh penekanan disetiap katanya.


"Tolong, lepaskan gue. Gue ngaku salah, tolong lepaskan gue" ucap Viera yang memohon saat dia dilemparkan keatas ranjang.


"Kenapa? Apa kau takut? Bukankah ini yang kau inginkan? Kau sudah membuatku kesakitan, jadi kau harus merasakan apa yang aku rasakan sekarang. So, bersiaplah" ucap Varo yang mulai membuka pakaian nya dan memperlihatkan perutnya yang seperti roti sobek terpampang nyata dihadapan Viera.


"Jangan, gue mohon jangan lakukan itu. Gue janji akan melakukan apa yang loe inginkan selain yang satunya ini. Please, untuk yang ini gue mohon pada loe" ucap Viera yang menyilangkan tangan nya dikedua dadanya.


"Untuk apa aku menuruti keinginan mu, jika aku bisa mendapatkan lebih dari itu" ucap Varo langsung merobek gaun yang digunakan oleh Viera hingga sebatas paha dalamnya.


"Please, gue mohon. Jangan lakukan ini, gue tahu gue salah dan gue sudah menyakiti loe dan mungkin melukai milik loe, tolong. Gue mohon, dan baru kali ini gue memohon untuk keselamatan diri gue sendiri" ucap Viera yang terus memohon dan dia bergerak mundur dari Varo yang terus mendekatinya dan langsung menubruknya.


Varo langsung merobek gaun yang digunakan oleh Viera hingga terbelah menjadi dua bagian. Hingga hanya tersisa pakaian dalamnya saja dan dengan mudah Varo langsung menindihnya tanpa menghiraukan teriakan dan juga umpatan dari Viera padanya.


Dirinya sudah dipenuhi oleh kabut gairah yang sudah membumbung tinggi, bahkan Varo sudah meninggalkan jejak kepemilikan nya pada bagian tubuh Viera tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun juga.


Dadanya juga sudah penuh oleh tanda kepemilikan Varo dan bagian lehernya juga tidak terlewatkan dari mulut Varo. Saat akan melakukan lebih dalam lagi, Varo melihat jika Viera menangis terisak dan dia hanya memejamkan matanya.


Varo segera bangkit dari atas tubuh Viera yang menangis dalam diam dan hampir saja Varo membuka penutup terakhir pada tubuh Viera. Varo segera dadar dan dia segera mendudukan dirinya ditepi ranjang sambil memunghungi Viera yang menutupi tubuhnya dengan selimut tebal diatas ranjang.


"Aku bukan kau yang bisa saja merusak masadepan seseorang dengan melukai sesuatu yang sangat berharga pada orang itu" ucap Varo yang segera bangkit dari duduknya meninggalkan Viera yang hanya diam dan menangis.


"Hiks... Hiks... Hiks... Maafkan gue, gue memang sudah membuat loe kesakitan. Maaf" ucap Viera saat Varo akan memegang handle pintu kamarnya.


Varo menghentikan tangan nya yang akan membuka pintu. Dia hanya berdiri membelakangi Viera yang terus menangis dan meminta maaf padanya.


"Untuk kalian ini kau bisa lepas dariku. Tapi tidak untuk lain kali" ucap Varo yang langsung meninggalkan Viera sendiri didalam kamarnya.


"Bodoh-bodoh, kenapa gue same melakukan hal yang serendah itu padanya? Jika dia tidak berhenti dismay yang tepat, gue pastor sudah kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup gue. Yang selalu gue kagak selamat ini dengan sangat hati-hati" ucapnya yang memukul-mukul kepalanya sendiri dan dia menunduk merutuki kebodohan nya sendiri.

__ADS_1


Viera hanya bisa menangis, tanpa dia sadari dia terlelap saat kelelahan menangis. Sedangkan didalam ruangan lain, Varo juga tidak jauh berbeda dengan Viera yang merutuki kebodohan nya. Hampir saja dia merusak Viera dan itu akan membuatnya menyesal seumur hidupnya jika itu terjadi.


"Sial!! Kau memang sangat bodoh Va, kau hampir saja merusaknya dan akan mendapatkan kebencian darinya juga kemarahan Mimi dan kesedihan wanita yang kau sayangi" gumamnya sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.


__ADS_2