Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Apa yang terjadi???


__ADS_3

"Apa sudah selesai? Jika sudah aku akan memutuskan panggilan nya" tanya Varo saat mendengarkan semua yang diucapkan oleh Viera.


"Iya, Aku juga mau pergi" jawab Viera yang langsung memutuskan panggilan nya sepihak.


"Apa dia cucu menantu Opa V?" tanya Opa Zayn saat melihat Varo meletakan ponselnya kedalam saku celana.


"Hmm" jawab Varo dengan mengangguk. Lalu mereka kembali diam dan saat akan sampai, tiba-tiba mereka melihat seseorang yang berada diantara makam Zico dan Joyce.


"Apa itu?" tanya Varez yang menunjuk kearah pria yang ada dimakam tersebut.


"Dia adalah keponakan Opa. Saudara sepupu Mimi kalian" jawab Opa Zayn segera menghampiri Daffy yang sedang mendo'akan kedua orang tuanya.


"Apa kau sudah lama disini Daf?" tanya Opa Zayn pada keponakan nya.


"Belum lama uncle, baru saja datang. Apa uncle ingin bertemu dengan Oma dan Opa?" jawab uncle Daffy, yang balik bertanya pada Opa Zayn.


"Iya Daf, apa kau tidak merindukan auntie juga?" ucap grandma Zoya yang menjawab pertanyaan dari uncle Daffy. Juga bertanya balik.


"Auntie" ucap uncle Daffy yang langsung memeluk grandma Zoya dan menangis dalam pelukan nya.


"Jangan menangis nak, auntie tahu jika ini pasti sangat menyakitkan. Tapi kamu harus kuat demi istri kamu, kasihan dia jika kau lemah. Akan seperti apa nantinya, serahkan semuanya pada Allah" ucap grandma Zoya yang memeluk uncle Daffy, pria kuat tapi begitu rapuh.


"Iya auntie, aku sudah melakukan apa yang auntie katakan. Sebaiknya aku pulang sekarang, karena Tammy akan mencari-cari ku jika aku pergi lama" ucap uncle Daffy pada grandma Zoya.


Mereka saling berpelukan satu sama lain, sebelum akhirnya mereka bubar dan kembali ketempat masing-masing. Termasuk Varo yang kembali pulang ke apartment nya, karena dia ingin tahu apa yang dilakukan oleh Viera didalam apartment.


"Kenapa sepi sekali? Apa tidak ada orang?" gumam Varo saat sudah masuk kedalam apartment.


Dia bingung kenapa semuanya sangat sepi dan terlihat tidak berpenghuni. Dia mencoba menghubungi Viera, tapi ponselnya malah tidak aktif. Varo merasa khawatir saat tidak bisa menemukan Viera dimana-mana.


Varo menghubungi anggotanya untuk mencari keberadaan Viera disana. Dia juga tidak tinggal diam, dia kembali keluar dari apartment dan menuju hotel miliknya.


Saat sampai dia melihat para kariawan hotel sedang berkerumun dan dia segera menghampiri. Karena perasaan nya tiba-tiba tidak enak, saat sampai dia benar-benar melihat Viera yang sedang menunduk memohon pada seorang tamu hotel disana.


"Maafkan saya Nona, saya tidak sengaja dan saya akan mengganti pakaian anda yang terkena noda" ucap Viera yang terus menunduk dan memohon maaf padanya.

__ADS_1


"Saya tidak mau tahu, saya ingin kau dipecat sekarang juga! Dimana manager hotel ini? Bila perlu pemiliknya sekalian, biar kau dipecat sekarang juga!" ucap seorang wanita muda dan sambil menunjuk-nunjuk Viera.


"Saya minta maaf Nona, saya sudah mengakui salah dan akan mengganti pakaian anda. Bila perlu akan saya belikan beserta dengan tokonya sekalian! Tapi anda tidak percaya dengan yang saya katakan. Padahal anda sendiri yang jalan tidak pekai kaki" ucap Viera yang malah berbalik melawan wanita tersebut.


Varo hanya mengernyitkan keningnya menatap kearah Viera dan dia memasukan kedua tangan nya pada saku celananya. Bahkan semua kariawan hotel tidak ada yang menyadari kedatangan nya.


"Apa kau bilang!" teriak wanita cantik tersebut sambil melayangkan tangan nya pada Viera.


"Anda salah jika saya akan diam saja Nona. Saya memang hanya seorang pegawai didalam hotel ini, tapi saya bukan pelayan anda yang harus selalu menurut pada anda" ucap Viera yang menggenggam tangan wanita cantik tersebut dan menghempaskan nya dengan kasar.


Varo tidak tahu siapa wanita yang sedang ribut dengan Viera. Karena posisinya membelakangi dirinya, sebenarnya Varo ingin melihat cara Viera membuat wanita itu bisa menghargai Viera. Tapi karena ada panggilan masuk dari seseorang, jadi mau tidak mau Varo harus pergi dari sana.


"Kau sudah membuat saya kesal dan juga mengotori dress milik ku ini. Aku akan mengadukan semua ini pada atasan mu! Ingat itu" ucap wanita cantik tersebut yang menunjuk-nunjuk wajah Viera, lalu pergi dari sana menerobos kerumunan.


'Gue kira dia akan menolong dan mengakui gue sebagai istrinya. Ternyata gue hanya terlalu percaya diri akan hal itu. Huh, gue salah faham saja ternyata, gue yang terlalu tinggi berharap padanya. Seharusnya loe sadar diri Vi, mana mungkin dia mau mempermalukan dirinya sendiri didepan seluruh kariawan nya sendiri' ucap Viera dalam hati yang langsung pergi juga dari sana.


Perasaan nya berkecamuk, ada rasa kesal dan juga sedih bercampur menjadi satu. Saat dia akan masuk kedalam ruangan khusus kariawan, tangan nya ditarik oleh seseorang yang entah muncul dari mana.


"Kau kenapa? Apa ada masalah?" tanya seseorang yang tidak lain adalah Varez yang membawanya menuju ruangan nya.


"Lepas! Abang sudah tahu bukan apa-apa alasan nya. Kenapa harus bertanya lagi!" ucap Viera yang mengatakan nya sambil melepaskan tangan Varo dari kedua lengan nya.


"Aku bisa duduk sendiri dan aku bukan akan kecil yang harus dipangku!" ucap Viera dengan ketus dan dia ingin beranjak dari pangkuan Varo. Tapi Varo menahan pinggul Viera untuk tetap diam dan duduk diatas pangkuan nya.


"Duduk diam dan ceritakan saja semuanya padaku" ucap Varo yang sekarang merangkul pinggang Viera dan menatap Viera dengan lekat.


DEG...


DEG...


DEG...


'Anjir, kenapa jantung gue malah deg-degan kek gini sih ditatap olehnya seperti itu? Yang ada gue malah nggak bisa nafas jika seperti ini terus' ucap Viera dalam hati sambil memalingkan wajahnya kearah lain dan belingsatan seperti ikan kurang air.


"Kenapa diam? Apa tidak ingin mengatakan nya padaku?" tanya Varo yang malah memegang dagu Viera untuk menatap kearahnya.

__ADS_1


"Aaaa" bukan nya menjawab pertanyaan Varo, Viera malah berteriak saat Varo memegang dagunya dan wajahnya sangat dekat dengan nya.


"Kenapa? Kenapa kamu berteriak?" tanya Varo yang menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangan nya sendiri.


"Nggak, nggak kenapa-kenapa" jawab Viera dengan santainya dan dia bangkit dari pangkuan Varo dan duduk dihadapan nya sekarang.


"Jika tidak kenapa-kenapa, kenapa kau berteriak?" tanya Varo lagi menatap kearah Viera dan dia menggelengkan kepalanya saja.


"Abang kenapa menatapku seperti itu? Aku kan jadi tidak bisa bernafas dengan benar, karena pesona abang bluber-bluber" ucap Viera yang malah menggombali Varo.


"Apa kau sedang menggodaku hmm?" tanya Varo yang sekarang duduk disamping Viera dan menatapnya lekat.


"Bisa dikatakan seperti itu. Eh tapi, kenapa abang malah deket-deket aku sih? Sanaan iihh" ucap Viera yang mendorong Varo untuk menjauh.


"Jika aku tidak mau bagaimana?" tanya Varo lagi yang membuat Viera merasa malu sendiri akan ulahnya yang menggombali Varo.


'Ah, mampus gue... Kenapa gue malah godain singa yang sedang tidur' gumam Viera yang ingin menjauh dari Varo malah semakin ditarik kembali oleh Varo.


Varo menarik Viera dan dia sudah berada diatas pangkuan nya kembali. Varo tidak ingin melepaskan Viera begitu saja. Varo mencium bibir ranum Viera dan menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka.


Saat akan melakukan lebih, tiba-tiba pintu ruangan nya ada yang mengetuknya dan langsung masuk setelah mengetuk beberapa kali.


"Maaf Tuan Muda" ucap Jamal yang menunduk saat melihat Varo sedang bermesraan dengan seorang wanita yang sudah tidak menggunakan pakaian atasnya.


Untung saja posisi Viera sedang memunghunginya, jika tidak. Mungkin Jamal sudah melihatnya dengan jelas.


"Siapa yang menyuruh mu untuk masuk kemari? Keluar sekarang dan kau akan mendapatkan hukuman nya" ucap Varo yang segera memeluk Viera dan menutup punggung mulus Viera.


"Maaf, maafkan saya Tuan Muda. Saya permisi" ucap Jamal yang segera pergi dari sana, meninggalkan Varo yang masih kesal padanya.


"Abang sih, kenapa juga melakukan hal seperti ini disini? Dasar nyebelin" ucap Viera yang akan menggunakan kacamata busanya. Tapi ditahan oleh Varo.


"Mau kemana? Kau harus tanggung jawab, karena dia sudah bangun sekarang" ucap Varo yang menahan Viera untuk tetap berada disana.


"Kenapa jadi aku yang bertanggung jawab? Aku tidak melakukan apapun pada abang, yang ada juga, abang yang akan melakukan apa-apa padaku" ucap Viera yang menatap Varo dan mengerucutkan bibirnya sambil menggerutu.

__ADS_1


"Kita pulang sekarang dan melakukan hal yang kemarin tertunda" ucap Varo yang langsung mengajak Viera untuk pulang.


Tidak lupa dia mengenakan pakaian Viera kembali. Sebelum keluar, Viera meminta izin dulu pada Jamal. Karena walau dia adalah istri dari pemilik hotel, tetap saja dia akan pamit dan mungkin dia akan resign dari pekerjaan nya yang sekarang.


__ADS_2