Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Kabar baik dan kabar buruk


__ADS_3

Viera terus berdo'a dalam hatinya supaya Varo baik-baik saja dan tidak ada kabar buruk. Bahkan Viera terus meneteskan air matanya saat merasakan tangan Varo mulai mendingin dan seperti tidak ada nyawanya lagi.


Viera melirik kearah para dokter dan perawat yang sedang sibuk mengoperasi Varo. Dia tidak berani mengatakan apa-apa, bibirnya terasa kelu hanya untuk mengucapkan satu patah kata saja.


'Bang, abang jangan membuat aku semakin khawatir disini. Apa abang tahu, kata dokter aku hamil bang. Abang cepat sembuh, aku tahu. Jika luka seperti ini abang akan sangat kuat' ucap Viera dalam hati sambil terus memegangi tangan Varo dan dia merasakan perutnya sedikit keram.


Tidak tahu kenapa tiba-tiba kepalanya pusing dan perutnya sudah tidak tertahan lagi rasa keramnya. Untung para perawat sigap dan Viera tidak sampai jatuh dilantai karena tubuhnya langsung ditangkap.


"Berikan perawatan, cepat. Dan panggilkan dokter Maya untuk menangani Nona Muda" ucap Aaron yang langsung diangguki oleh para perawat.


Sedangkan diluar ruangan operasi Varo. Zahiya dan yang lainnya sedang panik, pasalnya sudah beberapa jam lamanya belum ada yang keluar dari dalam ruangan satu orang pun juga.


"Sayang tenangkan dirimu dulu. Kita do'akan saja yang terbaik untuk putra kita, Varo adalah pria yang kuat. Dia tidak akan mungkin mau meninggalkan istrinya yang sudah menyembuhkan nya dan sudah bisa normal seperti sekarang. Kamu jangan seperti ini, nanti hipertensi kamu kambuh" ucap David memperingati Zahiya supaya tidak panik.


"Ia By" hanya itu yang bisa Zahiya katakan.


Bagaimana dia bisa tenang dan hanya mendo'akan saja. Sedangkan fikiran dan hatinya tertuju pada Varo yang terluka sangat parah. Bahkan ada satu peluru yang tepat mengenai organ vitalnya. Bagaimana bisa dia tenang dan tidak berfikiran macam-macam.


Sungguh, saat ini semua orang dilanda kepanikan yang luar biasa. Baru saja Variz membual dan sudah bisa melakukan aktifitas kembali, dan sekarang Varo yang mendapatkan luka tembakan dibeberapa bagian tubuhnya.


"Bagaimana keadaan Varo Vid?" tanya Oma Lulu dan Opa Devon.

__ADS_1


"Kami belum tahu Ma, mereka belum keluar sama sekali" jawab David dengan masih memeluk tubuh Zahiya yang tidak henti-hentinya menangis dalam pelukan nya.


"Astagfirullah, semoga semuanya baik-baik saja. Kalian berdua tenangkan fikiran kalian dan jangan berfikiran macam-macam. Kita do'akan yang terbaik" ucap Oma Lulu yang sebenarnya beliau juga sangat panik saat mendengar kabar buruk ini.


"Iya Ma, kami sedang mencoba berfikir positive" jawab David yang terus mengusap-ngusap punggung Zahiya.


Tidak lama kemudian Aaron dan Aruna keluar dengan wajah yang sulit diartikan. Membuat semua orang menatap bingung pada kedua Ayah dan anak itu, dokter yang sudah menjadi dokter pribadi keluarga mereka.


"Bagaimana keadaan nya?" tanya Zahiya yang menatap Aaron.


"Kami sudah bisa mengangkat keempat peluru yang bersarang pada beberapa bagian dan satu bagian yang menembus organ vitalnya. Kondisi Tuan Muda sekarang sedang kritis dan mengalami koma" jawab Aaron dengan tegas.


DER...


"Apa masih bisa diselamatkan dan organ vitalnya tidak terlalu parah?" tanya David yang membuat Aaron menghela nafasnya panjang.


"Tuan, organ vital yang terkena tembakan itu adalah hati. Untung saja hanya sebagian kecilnya saja yang rusak dan kami sudah melakukan yang terbaik untuk bisa membuat Tuan Muda segera melewati masa keritisnya sekarang" jawab Aaron yang menjelaskan semuanya pada David.


"Alhamdulilah" semua orang mengucapkan syukur saat mendengar kabar baik tersebut.


"Tapi, kami ingin menyampaikan sesuatu pada anda semua Tuan, Nyonya" ucap dokter Maya yang baru keluar dari dalam ruangan.

__ADS_1


"Dokter Maya, sejak kapan anda berada disini?" tanya David saat melihat dokter kandungan ada disana.


"Sejak tadi Tuan, bahkan saya menyapa anda saat akan masuk kedalam. Hanya anda tidak mendengarnya atau memang tidak melihat saya" jawab dokter Maya.


"Maafkan kami dokter. Kami tidak tahu kedatangan anda" ucap David yang merasa tersindir dengan kata-kata dokter Maya.


"Tidak apa-apa Tuan, saya mengerti. Saya hanya ingin menyampaikan kabar baik untuk kalian, mungkin ini situasinya tidak tepat. Tapi ini harus saya sampaikan supaya anda semua bisa menjaganya agar tidak stres" jawab dokter Maya.


"Ka-kabar baik? Kabar baik seperti apa dokter?" tanya Zahiya yang penasaran akan kabar baik dari dokter Maya.


"Begini Tuan, Nyonya. Saya sudah memeriksa Nona Muda dengan sangat teliti dan menjalani serangkaian tes dan hasilnya tetap sama. Nona Muda sekarang sedang mengandung dan usia kandungan nya baru dua minggu" jawab dokter Maya yang membuat semua orang menatap kearahnya dengan tatapan bingungnya.


"Istri, istri Varo hamil? Lalu, bagaimana keadaan nya sekarang? Apa dia baik-baik saja? Apa dia mengalami sesuatu yang buruk pada kandungan nya? Atau bagaimana?" tanya Zahiya dengan berbagai macam pertanyaan dia berikan pada dokter Maya.


"Nyonya, Nona baik-baik saja. Hanya saja usia kandungan nya masih sangat rentan, dan lagi sepertinya beliau sangat stres dengan semua ini. Tadi saat saya memeriksanya, ada flek yang keluar. Saya hanya menyarankan supaya anda semua para keluarga untuk menjaganya dengan extra. Ini demi kebaikan Ibu dan janin nya. Saya menyampaikan ini bukan untuk menakut-nakuti anda semua, hanya saja supaya anda semua berjaga-jaga" jelas dokter Maya yang mengatakan nya sambil menghela nafasnya.


"Akan kami lakukan dokter. Lalu, bagaimana keadaan nya sekarang? Kenapa dia tidak keluar?" tanya Zahiya yang menatap lurus manik dokter Maya.


"Nona sedang istirahat Nyonya. Beliau harus banyak istirahat dan jangan banyak fikiran juga beban, itu akan sangat berpengaruh pada janin nya. Saya sudah memberikan infusan dan vitamin untuk beliau, tapi saya minta sebaiknya anda semua jangan dulu membahas masalah Tuan Muda dulu" jawab dokter Maya yang langsung diangguki oleh Zahiya dan yang lainnya.


"Terimakasih atas kabar baik ini dokter. Walau kabar baik ini disertai dengan kabar buruk, kami akan melakukan apa yang anda katakan. Sekali lagi terimakasih banyak" ucap Zahiya menangis antara menangis haru dan menangis sedih. Karena ada dua kabar yang memacu adrenalin nya.

__ADS_1


"Uncle, Aruna. Terimakasih banyak sudah menyelamatkan Varo untuk kesekian kalinya. Saya minta maaf jika kata-kata saya sering menyakiti perasaan kalian berdua. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuan dan pertolongan kalian" ucap Zahiya dengan sangat tulus, walau tatapan nya tetap datar.


__ADS_2