
"Ampun Prince, ampuni saya" ucapnya yang memegangi kaki Varez saat dia sudah tertelungkup karena tidak bisa menahan tubuhnya yang ditabrak oleh Varez saat merebut senjatanya.
"Apa? Saya tidak mendengarnya" ucap Varez yang memainkan senjata yang ada ditangan nya.
"Ampun Prince. Ampuni saya, saya tidak akan melakukan nya lagi. Saya berjanji" ucapnya yang sudah sangat gemetar ketakutan.
"Tapi sayangnya saya ini tidak bisa memberikan ampunan padamu" ucap Varez yang mengarahkan senjatanya pada salah satu kaki pria yang sedang memohon padanya.
DOR...
"Aaaa" teriak pria yang kakinya terkena timah panas.
"Apa kau merasakan sakit? Saya kira pengkhianat sepertimu itu tidak merasakan sakit jika terkena peluru? Ternyata saya salah" tanya Varez dengan santainya dan dia mengarahkan senjatanya lagi pada kaki sebelahnya yang belum terluka.
DOR...
"Aaaa, ampun Prince. Ampuni saya. Saya tidak kuat dan tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi. Tolong saya Prince" teriaknya memegangi kedua kakinya yang mengeluarkan darah segarnya.
"Saya tidak bisa melakukan nya untuk seorang pengkhianat. Karena sekali pengkhianat, akan tetap berkhianat. Jika diberikan kesempatan" ucap Varez yang mengarahkan senjatanya padanya hingga tersisa satu peluru saja.
Sedangkan kedua tangan dan kakinya sudah berlumuran dengan darahnya sendiri. Bahkan dia sudah pasrah akan apa yang dilakukan oleh Varez dan bersiap, jika malaikat Izrail menjemputnya.
"Kita lihat, apa yang akan terjadi dengan mu setelah satu peluru ini bersarang pada otakmu yang kecil itu" ucap Varez yang menodongkan senjatanya dikepala pria yang sudah sangat pasrah itu.
KLEK...
"Kau beruntung juga, karena kesempatan pertama kau bisa lolos. Jadi, berdo'a lah. Supaya Tuhan tidak mengutus malaikat maut menjemput mu. Tapi saya rasa terlambat, karena malaikat mautmu sudah ada dihadapan mu sendiri" ucap Varez yang dengan santainya menodongkan kembali senjata yang sedang dia pegang kedepan kening pria tersebut.
'Prince memang sangat mirip dengan King Z. Dia suka membuat klan nya ketar ketir, bagaimana tidak ketar ketir jika yang mereka hadapi adalah psycho. Jangan harap, jika sudah menjadi psychopath, dia bisa saja lebih parah dari King Z sendiri?' ucap Angga yang ternyata masih ikut kemana saja Varez pergi. Apa lagi jika sudah melawan klan yang lebih kuat.
"Apa kau sudah siap? Karena ini adalah kesempatan terakhir bagimu. Katakan pesan terakhir, karena saya sedang berbaik hati mendengarkan pesan terakhir darimu" ucap Varez yang kembali menarik platuk senjatanya.
Dia hanya diam saja dan menahan rasa sakit pada kedua tangan dan kakinya yang sudah bercucuran darah. Dia hanya bisa pasrah akan apa yang terjadi padanya, karena memang ini kesalahan nya. Yang sudah berani mengkhianati seorang Alvarez Einstein Tomlinson, pria yang sangat terkenal dengan kebuasan dan kekejaman nya.
__ADS_1
"Baiklah, jika tidak ada yang ingin kau katakan. Maka, bersiaplah" ucap Varez yang kembali menarik platuk senjatanya.
"Ah, tapi ini tidak seru. Karena kau akan dengan mudah untuk bertemu dengan Tuan, jadi akan saya berikan yang sedikit sulit dan mungkin kau akan terlihat sangat senang dan bahagia" ucap Varez yang membuat Angga mengernyitkan keningnya saat mendengar perkataan dari Varez.
'Prince apa anda tidak salah? Anda bilang akan membuatnya mati perlahan-perlahan dengan cara anda? Ini memang sangat sulit untuk dipercaya, karena ini sangat-sangat mengerikan Prince' ucap Angga hanya bisa dalam hati dan dia tidak berani untuk mengatakan nya langsung.
Bisa-bisa dia yang akan mendapatkan hukuman juga dari pria muda yang sudah sangat dia kenali dan bahkan dia asuh hingga bisa sekuat dan seberani seperti sekarang.
"Sebentar" ucap Varez yang mengeluarkan beberapa binatang penghisap darah. Apa lagi jika bukan puluhan ekor lintah yang sudah sangat kelaparan itu.
Semua anggotanya juga klan yang sudah ditangkap dan diamankan itu melihatnya ketakutan juga tidak menyangka, akan mendapatkan hal yang seperti itu.
"Apa kau ketakutan? Cemen sekali, kau bisa berkhianat. Tapi kau takut dengan binatang menggelikan ini. Tapi ini sangat lucu, biar saya berikan satu dulu untuk mencobanya" ucap Varez yang membuat pria tersebut langsung berteriak saat salah satu lukanya ditaruh lintah diatasnya.
"Kenapa? Apa kau sangat senang? Sampai-sampai berteriak bahagia sekali" tanya Varez yang meletakan satu persatu lintah pada pria yang sedang berteriak-teriak itu.
"Kalian semua juga lakukan hal yang sama. Saya ingin habiskan mereka semua dan jangan ada yang tersisa. Jangan biarkan semuanya seperti itu tanpa protes" ucap Varez yang memerintahkan pada anggotanya.
Mereka benar-benar melakukan apa yang diminta oleh Varez. Setelah melakukan itu, mereka semua pergi tanpa meninggalkan jejaknya sama sekali.
.
Sedangkan didalam ruangan UGD, baik Varo maupun Viera sedang terlelap bersama. Tanpa terusik keduanya tetap terlelap, saat ada seorang pelayan pria memasuki ruangan UGD untuk memberikan makanan untuk keduanya.
"Syukurlah masih terlelap, jika tidak sudah bisa dipastikan aku akan mendapatkan hukuman dari Prince.
Varo masih terus memeluk Viera dengan erat. Dia benar-benar merasa sangat nyaman dan juga sudah mendapatkan hati Viera. Walau belum sepenuhnya, tapi dia sudah bisa memiliki Viera seutuhnya.
"Kenapa? Apa aku begitu tampan nya, sehingga kamu terus memandangi wajahku ini?" tanya Varo saat menyadari, jika Viera sudah terbangun dan sekarang sedang menatap kearah wajahnya.
"His... Percaya diri sekali anda ini Tuan Elvaroz Malik Tomlinson. Aku ini sedang heran saja bang, kenapa Allah begitu sangat baik padamu" ucap Viera yang mana membuat Varo membuka matanya dan menatap manik coklat Viera.
"Kenapa?" tanya Varo merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Viera.
__ADS_1
"Karena abang terlalu manis, bisa membuat aku diabetes. Eak..." jawab Viera yang malah menggoda Varo dengan gombalan recehnya.
"Kau ini" ucap Varo yang langsung memeluk Viera kembali.
Varo langsung mereog, saat mendengar gombalan dari Viera. Karena ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan perlakuan manis dan juga gombalan dari seorang wanita. Apa lagi wanita ini adalah istrinya sendiri.
"Abang iihhh, pengap tahu. Aku mau tanya lagi ya, abang jawab jujur" ucap Viera yang sudah melepaskan pelukan Varo darinya.
"Katakanlah" ucap Varo yang membuat Viera mengangguk dan dia sedikit berfikir dulu sebelum bertanya.
"Oh iya, bang tahu bedanya benang dengan abang?" tanya Viera yang menatap Varo dengan sangat lekat.
"Aku tidak tahu, memangnya apa?" tanya Varo setelah menjawab pertanyaan Viera.
"Karena, jika benang bisa mengikat kain. Jika abang bisa mengikat hati aku, eak... Eak" jawab Viera yang malah tertawa sendiri. Karena dia salah menggombali Varo yang seperti kanebo kering itu.
"Lalu, apa lagi?" tanya Varo yang menatap wajah Viera dan menangkup wajah Viera dan mengecup bibirnya sekilas.
"Sebentar, apa abang suka aku gombalin?" ucap Viera yang menatap Varo dan dia bertanya juga.
Sebenarnya Viera juga sedikit tegang dan juga malu. Karena Viera takut, jika Varo akan marah padanya. Tapi dugaan nya salah, bahkan Varo sangat menyukainya.
.
.
.
Assalamualaikum reader kesayangan Othor... Maaf ya, akhir-akhir ini Othor up tidak tentu. Karena Othor sedang sibuk didunia nyata, biar begitu Othor selalu sempatkan untuk tetap up. Walau pastinya malamππ
Terimakasih untuk kalian semua yang selalu mendukung dan memberikan support untuk Othor...
Love you allππππ€
__ADS_1