
"Aku kemari karena lama menunggumu pulang. Jadi aku yang kemari saja. Sekarang kita bersihkan diri kita dulu" ucap Varo yang mengajak Viera masuk kedalam kamar mandi.
"Apa kamu sudah selesai mensturasinya?" tanya Varo saat melihat Viera membuka seluruh pakaian nya.
Lebih tepatnya Varo yang membukanya. Walau Viera menolaknya, tapi Varo tetap bersikeras untuk membukanya. Dia masih bisa melihat dengan jelas jejak pendakian nya pada bukit kembar Viera.
Viera yang merasa malu ditatap seperti itu oleh Varo menyilangkan kedua kakinya untuk menutupi bukit kembarnya.
"Kenapa malah ditutup? Aku bahkan sudah melihatnya dengan jelas dan bahkan sudah merasakan nya juga. Jadi, jangan malu lagi" ucap Varo yang mendekap tubuh setengah polos Viera pada tubuhnya yang juga sudah tidak menggunakan pakaian nya.
"Kenapa abang sangat prontal sekali sih? Aku tahu abang sudah merasakan semuanya. Tapi nggak perlu dikatakan juga bukan" ucap Viera yang mengerucutkan bibirnya dan dia merasakan ada sesuatu yang mengeras dipermukaan perutnya.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku tadi?" tanya Varo yang memejamkan matanya menahan sesuatu dalam dirinya.
"Pertanyaan yang mana?" Viera balik bertanya pada Varo.
"Ah iya, aku sudah selesai tadi pagi" jawab Viera saat ditatap horor oleh Varo. Dia menjawabnya dengan nyengir kuda pada Varo.
"Jadi, boleh aku melakukan nya lagi bukan?" tanya Varo yang membuka penutup terakhir milik Viera.
Dia bisa melihat lembah yang ditumbuhi oleh semak-semak hitam yang sangat lebat. Varo langsung melakukan apa yang seharusnya dia lakukan pada Viera.
__ADS_1
(Hayo... Pada mikir apa kalian??? Masih pagi ya, jadi Othor nggak harus menjelaskan nya bukan? Karena Othor masih Folos🙈🙈🙊).
Setelah selesai dengan ritual nina-ninu Viera merasa sangat kelelahan akibat ulah Varo. Seharian dia bekerja dengan sangat sibuk. Sorenya juga bekerja kembali untuk Varo, membuat tulang-tulangnya terasa patah. Karena Varo membolak-balikan tubuhnya seperti gorengan.
Varo hanya tersenyum tipis saat melihat Viera sudah tidak berdaya oleh ulahnya itu. Dia sangat senang dan juga bersyukur bisa memiliki Viera seutuhnya dan sekarang dia berharap jika benihnya bisa timbuh didalam rahim Viera. Wanita yang sangat dia cintai dan selalu menjadikan obsesinya.
.
Sedangkan ditempat yang lain. Anastasia Mendez sedang uring-uringan, karena sekarang jalan nya mendekati Varo sudah tertutup dan dia tidak bisa apa-apa.
Varo sudah menutup semua akses untuknya bisa mendekat. Walau begitu dia tidak patah arang, karena dia begitu sangat mencintai Varo dan ingin memilikinya. Dia tidak perduli jika memang harus menjadi yang kedua atau yang keberapapun itu dia tidak perduli. Yang dia perdulikan adalah kebahagiaan nya sendiri dan itu yang paling utama.
"Ya, aku yang sudah membuat Clara meninggalkan kamu untuk selamanya. Aku juga yang sudah membuat kamu menjadi seperti itu dulu. Aku bisa dekat dengan kamu, tapi kenapa kau sekarang malah berubah dan menikah dengan wanita murahan itu? Aku tidak terima dengan semua ini, aku akan membuatnya pergi juga dari kamu" gumamnya sambil tertawa terbahak-bahak sendiri.
Anastasia memang sudah sangat terobsesi pada Varo. Bahkan dia juga menjadikan Varo sepertinya, tapi sayang. Bukan dia yang dijadikan obsesinya, melainkan orang lain. Dia ingin sekali bisa memiliki Varo seutuhnya dan tidak ingin membiarkan siapapun dekat dengan Varo.
Tapi dia tidak sadar, jika semua yang dia ucapkan itu terrekam sangat jelas. Membuat Ferry bergidik ngeri saat mendengarkan semua yang Anastasia katakan. Dia harus bisa menyingkirkan wanita yang berpotensi akan membuat Tuan nya yang sudah berubah menjadi lebih baik akan semakin parah jika berdekatan dengan wanita jelmaan Iblis ini.
"Queen harus segera tahu. Karena ini sudah menyangkut masalah serius, jika tidak segera ditangani akan lebih buruk lagi. Apa lagi keselamatan Nona menjadi taruhan nya" gumam Ferry disebrang sana.
Anastasia masih saja berceloteh seperti orang tidak waras. Atau memang dia sudah tidak waras? Dia memang memiliki kepribadian ganda, dia bisa menjadi sangat-sangat baik dan bisa menjadi orang yang sangat-sangat jahat. Dia memang sangat ditakuti, karena kepribadian nya itu tidak bisa ditebak. Dia sedang bahagia atau sedang kesal juga sedih. Bahkan banyak pria-pria yang sudah menjadi korban nya saat dia sedang marah-marah.
__ADS_1
Anastasia sudah dijuluki sebagai seorang psychopath. Karena dia tidak segan membu*uh orang dengan tangan nya sendiri dan bahkan tangan kosong sekalipun. Jadi tidak salah jika tidak ada yang tahu bagaimana kepribadian ganda nya itu. Karena terlihat dari luar seperti wanita pada umumnya yang terlihat lemah dan anggun.
Ferry segera memberitahukan semuanya pada Zahiya dan David. Karena hanya mereka yang bisa menolong Varo dan membuat wanita gila itu menjauh darinya.
"Apa kau yakin dengan semua ini?" tanya Zahiya yang menatap Ferry dengan sangat lekat juga tatapan datarnya.
"Yakin Queen, karena ini adalah asli langsung dia ucapkan Queen. Anda masih bisa mendengarkan apa saja yang wanita itu katakan. Ini sudah sangat berbahaya untuk Tuan Muda dan Nona Muda Queen" jawab Ferry yang mengangguk yakin, dia juga memberikan laptop miliknya untuk bisa dilihat oleh Zahiya dan David apa yang sedang dilakukan oleh Anastasia.
"Kita tetap pantau terus dia. Jika dia bertindak, baru kita akan bertindak juga. Karena kita belum memiliki cukup bukti untuk bisa melenyapkan nya. Kita jaga ketat Varo dan Viera, mereka berdua adalah target utamanya" ucap Zahiya yang menjelaskan nya pada Ferry.
"Sayang, apa ini tidak terlalu beresiko? Ini menyangkut tentang nyawa mereka berdua. Aku tidak ingin jika mereka berdua kenapa-kenapa" tanya David yang menatap penuh kekhawatiran didalam matanya.
"Kita tunggu saja pergerakan nya Pi. Jika dia bergerak mencelakai atau mendekati mereka berdua. Kita akan segera menghalau dan menahan nya dengan ketat. Bila perlu aku sendiri yang akan menahan nya didalam markas" jawab Zahiya yang memang selalu santai dalam menghadapi sebuah masalah.
"Baiklah sayang. Kau boleh pergi dan terus awasi mereka dan terutama wanita mengerikan itu" ucap David meminta Ferry untuk pergi.
"Baik Tuan. Saya permisi Queen, Tuan" jawab Ferry yang segera pamit pada Zahiya dan David.
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang sayang? Aku tahu kamu, jika kamu pasti sudah memiliki rencana" tanya David yang sudah sangat mengenali istrinya ini.
Walau bersikap tenang dan tidak banyak bicara, dia selalu memiliki rencana-rencana genius yang membuat David tidak bisa berkata-kata jika sudah seperti itu.
__ADS_1