Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Panik


__ADS_3

"Maaf Tuan Muda. Saya akan mencari Nona Xaviera" ucap Ferry yang segera pergi mencari keberadaan Viera.


"Kamu kenapa Va? Panik banget?" tanya Pipi David yang melihat putranya terlihat panik.


"Apa Pipi melihat Xaviera? Dia tidak ada" Varo malah balik bertanya pada Pipi David.


"Tidak, Pipi sama sekali tidak melihatnya sama sekali sejak tadi" jawab Pipi David yang memang tidak melihat Viera dimana-mana sebelumnya.


Varo tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia segera pergi dan mencari keberadaan Viera diseluruh rumah besar itu. Dia sempat menggerutu saat menyusuri rumah yang begitu besar itu.


"Dia itu kenapa? Kenapa terlihat sangat panik seperti itu?" gumam Pipi David yang melihat punggung Varo.


"Siapa yang panik Pi? Dan Pipi bertanya pada siapa?" tanya Mimi Za yang menatap heran pada Pipi David.


"Varo sayang, dia sedang mencari istrinya. Apa kamu melihatnya sayang?" jawab Pipi David sambil bertanya pada Mimi Za.


"Pipi tahu sendiri jika Mimi habis dari mana dan bersama dengan siapa? Mana Mimi lihat dimana istrinya itu. Tapi kenapa Pipi tidak ikut mencarinya juga?" tanya Mimi Za yang balik bertanya pada Pipi David.


"Kita cari sama-sama saja sayang. Kasihan dia sudah sangat panik mencarinya" ucap Pipi David yang diangguki oleh Mimi Zahiya.


Sedangkan Varo sedang berkeliling rumah dan dia tidak berhenti menggerutu saat sudah keliling rumah tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Viera.


"Kenapa Mimi dan Pipi membuat rumah sebesar ini?!" gerutunya sambil terus mencari keberadaan Viera dan dia mengarahkan semua bodyguard yang ada didalam rumah itu juga para anggota abangnya, Varez.


"Apa kau sudah menemukan nya?!" tanya Varo dengan sangat datar dan dia terlihat sangat marah pada Ferry.

__ADS_1


"Belum Tuan Muda. Saya sedang mencarinya" jawab Ferry yang sangat ketakutan dan dia sudah pasti akan mendapatkan hukuman yang sangat berat dari Varo. Karena keteledoran nya Viera menghilang.


"Cari sampai ketemu dan baik-baik saja. Tidak ada luka sedikitpun juga ada luka gores sedikit saja. Nyawamu sebagai gantinya!" ucap Varo penuh dengan penekanan disetiap kata yang dia ucapkan pada Ferry.


GLEK...


Ferry menelan slivanya dengan susah payah. Dia sangat ketakutan dan dia berharap jika Viera baik-baik saja dan tidak ada luka sedikitpun. Jika sampai terjadi sesuatu padanya, sudah dipastikan jika dia akan hanya tinggal nama saja keesokan harinya.


"Baik Tuan Muda" hanya itu yang bisa dia ucapkan pada Varo.


Varo segera pergi dari sana dan dia memutuskan untuk masuk kedalam ruangan kerjanya untuk memeriksa CCTV, karena jika tidak melihat rekaman CCTV. Bisa dipastikan jika dia tidak akan mudah menemukan orang yang dia cari dengan mudah.


.


Sedangkan sebelum kejadian menghilangnya Viera. Dia sepertinya mendengar suara bayi yang menangis tidak jauh dari kamarnya berada.


"Kenapa suaranya semakin dekat? Apa disini ada yang memiliki bayi? Tapi siapa, bukankah disini tidak ada yang memiliki bayi sama sekali?" gumamnya lagi sudah berada didepan pintu kamar yang mana terdengar tangisan bayi kian kencang.


"Apa gue masuk aja gitu ya? Tapi, nggak sopan juga jika gue tiba-tiba langsung masuk saja tanpa minta izin" gumamnya yang ragu untuk memegang handle pintu.


"Sayang, jangan menangis lagi ya nak? Mama bingung jika kamu seperti ini terus. Kamu sudah minum susu dan juga sudah Mama gantikan popoknya juga. Mama bingung sayang" ucap seorang wanita didalam kamar tersebut. Membuat Viera semakin penasaran akan suara kedua orang didalamnya.


"Cup, cup, cup sayang. Diam ya, nanti kamu akan mengganggu semua orang yang ada disini. Diam ya sayang. Anak Mama yang paling cantik ini dan solehahnya Mama" ucap seorang wanita itu lagi sambil terus bersenandung solawat supaya putrinya bisa tenang.


Bukan malah tenang, putrinya semakin kencang menangis dan itu membuat seorang wanita yang sedang menggendongnya ikut menangis juga kebingungan akan menenangkan bayinya.

__ADS_1


Viera memberanikan diri untuk masuk kedalam dan ikut menenangkan. Saat masuk kedalam kamar, wanita itu terkaget juga ketakutan melihat Viera masuk kedalam. Apa lagi dia juga tidak menggunakan hijabnya saat Viera masuk.


"Maaf, saya terpaksa masuk kemari karena mendengar suara tangisan bayi" ucap Viera yang menatap kearah wanita cantik tersebut dan dia segera menggunakan hijabnya dan melihat kearah pintu yang terbuka juga kearah Viera.


"Tidak apa-apa Nona. Justru saya yang harusnya minta maaf, karena tangisan bayi saya mengganggu anda. Sekali lagi maafkan saya" ucap wanita berhijab syar'i tersebut sambil menunduk dan mencoba menenangkan bayinya lagi.


"Bisa saya gendong? Siapa tahu saja dia bisa tenang. Anda juga bisa menenangkan fikiran anda, karena bayi sangat tahu dan peka jika orang tuanya sedang stres atau tidak baik-baik saja" tanya Viera yang mengulurkan tangan nya pada wanita didepan nya.


"Apa tidak merepotkan anda Nona?" tanya balik wanita tersebut pada Viera.


"Tidak, tentu saja tidak" jawab Viera yang segera menggendong bayi cantik tersebut. Dan ajaibnya dia langsung tenang dalam gendongan Viera.


"Wah, kamu ingin aku gendong rupanya anak manis?" tanya Viera yang menjawil pipi gembul bayi tersebut.


"Alhamdulilah, terimakasih ya mbak, maksud saya Nona. Terimakasih banyak atas bantuan anda, putri saya langsung tenang dalam gendongan anda" ucap wanita tersebut pada Viera.


"Sama-sama, dia ini anak yang baik. Sebaiknya jika menenangkan bayi, usahakan anda tenangkan fikiran dan hati anda sendiri. Karena perasaan bayi sepertinya sangat peka dalam hal seperti itu" ucap Viera yang sepertinya sudah sangat faham akan bayi dan anak-anak.


"Wah, saya memang tidak tahu itu semua Nona. Saya memang baru pertama memiliki bayi dan saya sama sekali tidak tahu apa-apa tentang anak-anak dan perasaan bayi diusianya" ucap wanita cantik tersebut dan dia tidak berhenti mengucapkan terimakasih nya pada Viera.


"Jangan panggil saya dengan sebutan itu. Karena saya bukan Nona disini, saya hanya wanita biasa saja. Panggil saja Viera, nama saya Viera" ucap Viera sambil mengulurkan tangan nya pada wanita didepan nya.


"Oh, nama saya Mia Nona. Senang bisa berkenalan dengan anda" ucapnya sambil tersenyum dan dia merasa jika dia juga merasa nyaman bersama dengan Viera.


"Eh, dia sudah terlelap rupanya" ucap Viera saat menatap wajah cantik seorang bayi dalam dekapan nya itu sudah terlelap dan malah tersenyum saat Viera mengatakan jika bayi itu terlelap.

__ADS_1


"Wah, mungkin gendongan anda sangat nyaman Nona. Hingga langsung terlelap seperti itu" ucap Mia pada Viera lalu mendekati bayinya yang sudah terlelap sangat nyenyak.


Viera hanya tersenyum dan dia juga merasakan hal yang sama, dimana dia merasa nyaman juga berada didekat bayi cantik tersebut. Perasaan nya sangat nyaman dan tenang, seperti memiliki ikatan batin satu sama lain.


__ADS_2