Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Berdua


__ADS_3

"Iya, seperti abang. Abang juga sama dengan Mimi, banyak bertindak dibandingkan mengungkapkan kata-kata manis. Apa abang tahu? Jika sebagian wanita akan merasa senang jika mendapatkan perlakuan manis, juga kata-kata manis. Ya, walau hanya bualan semata. Tapi ini semua bisa membuat hati mereka berbunga-bunga saat mendengarnya. Ya, tidak dipungkiri juga. Jika sebuah tindakan juga sangat bagus dan membuat bahagia juga. Tapi, alangkah baiknya jika bisa keduanya" ucap Viera panjang lebar dan dia sekarang memiringkan tubuhnya supaya bisa menatap wajah tampan Varo.


"Benarkah? Kenapa bisa berfikiran seperti itu?" tanya Varo yang masih memeluk dan menciumi pucuk kepala Viera.


"Ya, nggak tahu juga. Kan aku bilang kebanyakan wanita akan seperti itu, jika aku mau seperti apa saja tetap seperti ini" jawab Viera yang mendongakan kepalanya menatap wajah Varo.


"Kenapa jawaban kamu seperti tidak yakin? Apa kamu tidak yakin bersama dengan ku? Atau sikapku yang seperti ini? Katakan saja, jangan ada yang kamu sembunyikan dariku" tanya Varo lagi saat menatap wajah Viera yang terlihat sangat cantik dimatanya.


"Entahlah, aku tidak mengerti akan semua itu. Abang tahu sendiri bukan, jika sebelumnya aku tidak pernah dekat dengan siapa-siapa selain Xaqer dan teman aku dulu. Emm, dulu sih pernah aku memiliki kekasih saat sekolah. Tapi itu dulu banget, bahkan aku lupa bagaimana dia dan seperti apa sekarang" jawab Viera yang seperti sedang mengingat sesuatu.


"Jadi. Aku bukan yang pertama untukmu?" tanya Varo yang merasa jika dia tidak dihargai dan menjadi yang kedua.


"Tentu saja. Abang adalah yang ketiga, eh yang keempat ding" jawab Viera dengan santainya dan dia malah menatap wajah Varo yang mengeras menahan amarahnya.


"Abang jangan marah dulu. Yang pertama untuk aku adalah Ayah, kedua adalah Ibu, ketiga Xaqer. Dan keempat abang, karena sebelumnya aku memang tidak mengenal dan memiliki perasaan sama sekali pada abang kan? Jadi abang jangan marah mendengar jawaban aku ini" jelas Viera yang menatap Varo dan mengusap rahang tegasnya dengan lembut.


"Jadi, kenapa aku menjadi yang sebanyak itu? Apa aku tidak bisa menjadi yang pertama?" tanya Varo lagi yang masih saja tidak terima.


"Ya enggak lah bang. Sekarang aku tanya balik pada abang, apa aku yang pertama untuk abang? Apa aku menjadi yang pertama dan terakhir untuk abang?" jawab Viera yang balik bertanya pada Varo.


Varo hanya diam dan dia mengingat jika dia juga pernah dekat dengan wanita yang menjadi teman nya dan seseorang yang menolongnya hingga dia kehilangan nyawanya sendiri. Jadi Viera adalah yang terakhir baginya. Mereka berdua sama saja, memiliki masa lalu.


"Kenapa abang diam? Apa abang juga sama dengan aku? Jika iya, kita sama-sama memiliki masa lalu dan kita akan menjadi yang terakhir satu sama lain. Semoga saja hubungan kita berdua bisa langgeng sampai ke Jannah nya Allah bang" ucap Viera yang masih mengusap rahang tegas Varo dan dia menampilkan senyuman dibibirnya. Lalu dia memeluk Varo dan menelusupkan wajahnya pada dada bidang Varo mencari kenyamanan didalamnya.


"Maafkan aku, aku juga tidak bisa menjadikan kamu yang terakhir. Tapi aku berjanji akan menjadikan kamu yang terakhir hingga ke Jannah Allah, seperti yang kamu ucapkan dan kita inginkan" ucap Varo yang mengusap punggung Viera dan mengecup keningnya lama. Lalu keduanya malah terlelap kembali dan melupakan makan siangnya.

__ADS_1


.


Sedangkan ditempat lain. Dimana Zayn, Zahiya, David dan Varez sedang berkumpul dan membaca semua yang Varo kerjakan tadi.


"Gila, ini bocah otaknya terbuat dari apa sebenarnya? Kenapa bisa seteliti dan secanggih ini?" tanya Varez saat membaca dan melihat semua yang ada dihadapan nya saat ini.


"Itulah yang membuat Opa memilihnya untuk mengelola PENZ.DRC, karena hanya dia yang bisa dan tidak dapat dikecoh sedikitpun juga. Tapi memiliki banyak kekurangan juga" ucap Zayn yang merasa bangga dan juga khawatir akan Varo.


"Daddy benar, jika saja dia belum memiliki gadis yang sekarang menjadi istrinya. Sudah dipastikan, jika dia akan semakin sulit untuk dikendalikan dan sulit untuk bisa seperti sekarang ini" ucap Zahiya yang membenarkan ucapan dari Zayn. Daddy nya sendiri.


"Mimi dan Opa memang benar semua. Karena pria gila itu memang sudah sangat gila akan wanita yang menjadi istrinya. Untung saja apa yang dia lakukan sebelumnya cepat dia sadari. Jika tidak, entah apa yang akan dialami oleh gadis matang itu. Dan bahkan pria gila itu akan semakin gila lagi" ucap Varez yang selalu saja memanggil Varo dengan sebutan pria gila.


"Biar gila, dia tetap adik kamu bang. Jangan kamu nistakan dia seperti itu" ucap Zahiya yang hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan putra sulungnya.


"Dasar anak durhakim. Bisa-bisanya mengatai Pipi nya sendiri, bahkan dihadapan nya langsung" gerutu David masih menatap tajam pada Varez.


"Sudah-sudah, kenapa kalian berdua selalu saja seperti ini? Apa kalian berdua tidak malu dengan apa yang kalian berdua lakukan sekarang" ucap Zahiya yang menghela nafasnya melihat anak dan suaminya yang selalu saja cekcok.


"Maaf" ucap Varez dan David bersamaan saat melihat wanita kesayangan mereka sudah angkat bicara pada mereka.


"Bagaimana dengan wanita incaran kamu Rez ?Apa perlu Mimi yang turun tangan untuk bisa membuatnya yakin akan perasaanmu itu?" tanya Zahiya yang mengalihkan pembicaraan nya menjadi kearah wanita yang menjadi incaran Varez sejak dulu.


"Jangan Mi, Mimi apa-apaan sih. Aku masih bisa sendiri, aku hanya masih belum bisa menemukan cara yang pas untuk bisa menaklukan nya saja" ucap Varez yang tidak ingin, jika semua rencananya gagal gara-gara Zahiya yang membantunya.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama. Bisa-bisa kamu akan keduluan lagi dengan adik-adik kamu yang lain. Mimi tidak mau itu terjadi, jadi segeralah memberitahunya" ucap Zahiya yang menepuk bahu Varez dengan lembut.

__ADS_1


"Pasti Mi, aku akan melakukan. semuanya dengan baik dan bisa segera mengenalkan nya langsung pada kalian semua. Tapi aku sedang menunggu waktu yang pas, juga menyelesaikan misi ini terlebih dahulu" ucap Varez dengan sangat yakin mengatakan nya pada semua orang yang ada disana.


"Itu sangat bagus boy" ucap Zayn yang mendukung apapun keputusan Varez untuk kehidupan nya.


"Jika kamu membututuhkan bantuan, Pipi bisa membantu" ucap David dengan tersenyum pada Varez.


"Thanks Pi. Tapi aku masih bisa melakukan nya sendiri dulu. Jika tidak bisa, baru aku akan meminta bantuan dari suhunya" ucap Varez yang tersenyum meringis mengatakan nya.


.


.


.



Visual Elvaroz Malik Tomlinson. Tatapan nya itu lho, bikin susah nafas 😁😁😁



Visual Xaviera Purnama. Gimana Elvaroz nggak sampe terobsesi sampe kek orang kagak waras, jika cuakep kek gitu😁😁😁



Visual Alvarez Einstein Tomlinson. Sang Prince Mafia yang kadang-kadang oleng😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2