Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Baby triplets


__ADS_3

"Itu semua sudah menjadi tugas dan kewajiban saya sebagai seorang dokter Queen. Kami sangat bersyukur dan ini juga atas do'a dan semangat hidup Tuan Muda yang tinggi. Jika saja Tuan Muda tidak bersemangat untuk bisa selamat, mungkin salah atu peluru tersebut bisa membuat nyawanya tidak tertolong lagi. Apa lagi didalam ruangan ada Nona Muda yang selalu menemani tanpa menghiraukan keadaan nya sendiri. Kami hanya melakukan sebisa dan semampu kami saja Queen" jelas Arron pada Zahiya yang hanya manggut-manggut saja mendengarkan penjelasan dari Arron tentang keadaan Varo.


Semua orang disana segera masuk untuk melihat keadaan Varo dan Viera yang sedang dirawat didalam ruangan yang sama. Pemandangan pertama yang mereka lihat adalah Viera sudah terbangun dan dia sedang duduk disamping Varo sambil menggenggam tangan Varo yang masih dingin.


"Vi, sebaiknya kamu banyak istirahat dan jangan kelelahan. Ingat, jika kamu sedang mengandung dan usia kandungan kamu masih sangat lemah sayang. Biarkan Varo istirahat juga dan mau Oma temani?" tanya Oma Lulu saat sudah berada dibelakang Viera sambil menyentuh bahunya.


"Viera masih ingin disini dulu Oma" jawab Viera dengan tatapan yang sudah mengembun dan sekali kedip saja air matanya akan menetes.


"Baiklah, Oma dan yang lainnya akan menunggu kamu disini. Jangan memaksakan diri kamu dan memikirkan hal-hal yang membuat kamu sedih, itu tidak baik untuk kandungan kamu juga calon baby kalian berdua. Fikirkan lah kesehatan nya juga" ucap Oma Lulu yang langsung membuat Viera mengusap perutnya yang masih rata.


Dia hanya mengangguk akan apa yang dikatakan oleh Oma Lulu. Viera sadar jika apa yang sedang dia lakukan sekarang pasti membuat baby dalam perutnya ikutan sedih juga, sama seperti dirinya. Tapi seorang istri mana yang bisa tenang dan tidak bersedih saat melihat keadaan suaminya yang terluka parah, bahkan dinyatakan koma. Entah kapan dia akan bangun kembali, atau mungkin tidak akan bisa bangun lagi.


.


Setelah kejadian itu Viera seperti biasanya dan seperti tidak merasakan kesedihan. Dia selalu mengajak ngobrol baby nya dan sering mengatakan jika mereka harus kuat dan sehat sampai akhirnya mereka bisa melihat dunia. Apa lagi setiap hari harus menemui Varo yang masih anteng dengan tidur panjangnya.

__ADS_1


"Nona, anda harus banyak istirahat. Usia kandungan anda sudah memasuki trimmer tiga dan baby dalam kandungan juga semakin aktif. Apa anda benar-benar tidak ingin melihat mereka?" tanya dokter Maya saat setelah memeriksa kandungan Viera sekarang.


"Tidak dok, biarkan saja. Saya hanya ingin melihat mereka bersama-sama dengan suami saya, jika dia belum mau bangun juga. Maka selama mereka didalam sini saya tidak akan melihat mereka. Bukan berarti saya tidak menyayangi mereka, hanya saja saya ingin melakukan nya berdua dengan suami saya" jawab Viera dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca dan dia menghela nafasnya panjang untuk menetralkan perasaan sedihnya.


"Baiklah Nona. Setahu saya, jika anda mengajak bicara Tuan Muda alam bawah sadarnya akan tetap mendengarkan. Jadi berusahalah untuk terus mengajak Tuan Muda berbicara walau tidak mendapatkan respon darinya. Semoga saja setelah tahu Nona sedang mengandung baby triplets Tuan Muda akan merespon" ucap dokter Maya yang diangguki oleh Viera.


Viera segera pergi dari ruangan pemeriksaan nya setiap bulan. Bahkan seluruh keluarganya bergantian menghiburnya, Zahiya yang selalu ingin dan datar saja sudah semakin hangat pada Viera. Pernihakan Variz dengan Mia juga akan segera dilangsungkan. Semuanya berada dalam suasana suka dan duka disaat bersamaan.


"Bagaimana keadaan mereka bertiga sayang?" tanya Zahiya yang melihat Viera menghampiri mereka semua yang sedang duduk bersama.


"Syukurlah, Mimi senang mendengarnya. Semoga mereka selalu sehat hingga mereka lahir nanti. Oh iya, apa kamu akan ikut dengan kami untuk keluar rumah?" tanya Zahiya hati-hati dan dia tahu jika Viera akan selalu menolak ajakan mereka jika keluar rumah.


"Nggak Mi, Vi dirumah saja. Lagian akhir-akhir ini Vi sering lelah jika berjalan terlalu lama, maaf ya Mi, Vi selalu menolak ajakan Mimi dan yang lainnya" ucap Viera merasa tidak enak sebenarnya, selalu menolak ajakan mereka untuk sekedar jalan-jalan saja.


Karena memang akhir-akhir ini kakinya sering pegal jika berjalan terlalu jauh dan terlalu sering. Jadi dia lebih banyak diam dan mengerjakan pekerjaan yang tidak diharuskan berjalan setiap harinya.

__ADS_1


"Iya sayang tidak apa-apa. Mimi yang seharusnya minta maaf, karena Mimi tidak memperhatikan kamu" ucap Zahiya yang mengusap perut lalu tangan Viera.


Setelah berbincang-bincang sebentar semua orang pergi untuk mempersiapkan pernikahan Variz dan Mia. Sedangkan Viera masuk kembali kedalam ruangan rawat Varo, dia melihat pria yang sudah dia cintai dan dia sayangi terbaring lemah diatas brangkar dengan berbagai kabel melekat ditubuhnya.


"Assalamualaikum abang, gimana hari ini? Apa abang masih seperti biasanya nggak mau memberikan respon padaku? Baiklah jika itu mau abang" tanya Viera yang mulai mengelap tangan dan wajah Varo dengan air hangat.


Tidak lupa, Viera menipiskan kumis dan jenggot Varo dengan perlahan. Dia tahu dan dia sudah sering melakukan itu setiap wajah Varo terlihat banyak bulunya.


"Sayang, tolong bilang pada Ayah kalian. Jika gara-gara Ayah kalian Ibu tidak bisa melihat kalian didalam sini. Bilang juga padanya, jika Ibu sangat marah padanya" ucap Viera yang menuntun tangan Varo untuk menyentuh perutnya yang sangat besar.


Seperti faham dengan apa yang dikatakan oleh Viera, baby triplets langsung menendang-nendang didalam sana. Tapi tidak ada respon apa-apa dari Varo, bahkan saat perutnya terasa sakit karena tendangan dari baby nya Varo sama sekali tidak mau memberikan respon jika dia bisa mendengar dan merasakan apa yang sedang Viera lakukan.


"Baiklah bang, jika abang tidak mau bangun juga aku akan membawa mereka pergi dan lepas dari abang untuk selamanya. Abang tahu kan jika saat ini didalam rumah sedang tidak ada siapa-siapa dan hanya ada para bodyguard saja. Jadi akan dengan sangat mudah untuk ku pergi dari sini membawa mereka bertiga dari kehidupan kamu untuk selamanya. Bahkan aku tidak akan perduli jikapun abang harus meninggal" ucap Viera yang menahan tangisnya saat mengatakan itu pada Varo.


Dia merasakan sakit diperutnya dan dia melihat jika mata Varo bergerak-gerak. Jari tangan dan kakinya juga bergerak, Viera ingin berteriak memanggil dokter

__ADS_1


__ADS_2