Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Kutukamvret


__ADS_3

"Sebaiknya abang ikut saja dulu dengan bang Varez. Tadi kan bilang penting juga mendesak, aku akan menunggu abang disini" ucap Viera yang membuat Varez tersenyum senang mendengar ucapan Viera.


"Apa kau yakin?" tanya Varo yang menatap wajah Viera dengan lekat.


"Emm" jawab Viera sambil mengangguk.


"Baiklah, kamu jangan kemana-mana sampai aku kembali. Aku tidak akan lama" ucap Varo yang mengusap kepala Viera dan mengecup keningnya lalu beralih pada bibirnya yang sedikit membengkak.


"Abang, iihhh... Malu tahu" ucap Viera yang mendorong Varo untuk menjauh saat akan menelusupkan lidahnya.


Varo hanya tersenyum tipis saat melihat wajah Viera bersemu merah menahan malu juga kesal dan itu semua membuat Varez kesal akan kelakuan mesum adiknya ini.


"Aku pergi dulu" ucap Varo yang mengacak rambut panjang Viera.


"Iya, dari tadi nggak pergi-pergi juga" gerutu Viera yang memalingkan wajahnya karena malu pada Varez.


Varez langsung menarik tangan Varo untuk menjauh dari Viera. Jika tidak begitu sudah dipastikan akan ada drama lagi antara Varo dan Viera.


"Lepas. Kenapa loe pegang-pegang gue" ucap Varo menghempaskan tangan Varez yang menggenggam tangan nya.


"Loe bisa diem! Gue perlu bantuan loe, tapi loe nggak ada jawaban saat gue telpon. Ini menyangkut tentang nyawa Va, nyawa. Kenapa loe nggak bisa ngerti juga sih" ucap Varez yang menahan amarahnya sejak tadi juga kekesalan nya sudah memuncak.


"Apa yang dia gue bantu?" tanya Varo sekarang sudah berubah menjadi Varo yang seperti biasanya.


"Gue menemukan sesuatu. Ikut gue sekarang juga, ini sangat penting dan hanya loe yang bisa melakukan ini semua dibandingkan dengan yang lain. Bahkan King dan Queen saja menyerah akan hal ini" jawab Varez yang meminta Varo untuk mengikutinya menuju suatu tempat.


"Apa yang sebenarnya loe takutkan dan kenapa bisa King dan Queen tidak bisa menghandle masalah ini? Apa ini ada kaitan nya dengan pengkhianat itu?" tanya Varo dengan sangat serius dan dia membuka dashboard mobil lalu melihat-lihat isi didalamnya.


"Ini yang gue bingung. Kenapa hanya loe yang bisa melakukan ini, padahal gue ini adalah Prince dari King and Queen Z. Kenapa malah loe yang mendapatkan itu semua? Sungguh tidak adil" gerutu Varez yang membuat Varo mengernyitkan keningnya dan dia menatap kearah Varez dengan tatapan datarnya.

__ADS_1


"Kenapa memangnya? Gue kan memang genius, nggak kayak loe yang selalu menggunakan otot loe saja. Gunakan otak kecil loe itu sekali-kali" ucap Varo yang langsung membuat Varez kesal dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Jika loe mau mampus, sebaiknya mampus saja sendiri. Jangan ngajak-ngajak gue, gue punya bini yang sedang menunggu kedatangan gue dengan selamat!" lanjut Varo lagi dengan penuh penekanan disetiap katanya.


"Eh Kamvret! Kutukamvret sekalian. Gue ini kagak bisa koding-kodingan kek loe itu. Jika gue bisa udah sejak awal gue kerjain, nggak musti nyari-nyari loe yang gila ini. Bahkan sekarang lebih gila, semenjak ketemu pawang loe itu" ucap Varez geram akan ucapan yang keluar dari mulut Varo.


"Oh" ucap Varo dengan santainya dan dia hanya mengatakan satu kata saja. Yaitu hanya oh saja, membuat Varez semakin kesal dan mengemudikan mobilnya dengan ugal-ugalan.


CEKIT....


BUK...


BRAK...


"Keluar loe cepat! Gedek gue ngadepin orang kek loe ini" ucap Varez yang membukakan pintu mobil untuk Varo.


"Aku tahu" ucap Varo yang langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam markas.


"Hmm" jawab Varo yang segera melenggang menuju ruangan Zayn. Opanya sendiri, disana juga sudah ada Zahiya dan David.


"Va, kamu bisa mengerjakan ini semua?" tanya Zayn yang tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptopnya.


"Apa Opa sudah membuka semua system nya atau hanya ini saja?" bukan nya menjawab pertanyaan Zayn, Varo malah balik bertanya.


"Belum, hanya mengeceknya saja. Karena disini terlihat ada sesuatu yang janggal dan sangat mencurigakan. Apa kau tahu sesuatu?" jawab Zayn dengan tatapan datarnya dan dia memberikan laptop miliknya untuk Varo lihat.


"Untung saja Opa tidak membukanya. Jika Opa membukanya, sudah dapat dipastikan semua data dalam laptop dan system keamanan markas maupun perusahaan akan jatuh ada orang yang memiliki ini semua" ucap Varo. Membuat semua orang terlihat menegang dan sangat terkejut mendengar ucapan Varo barusan.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan boy? Apa kita akan menyerang mereka atau bagaimana?" tanya Zahiya yang mendekati putra dan juga Daddy nya.

__ADS_1


Bukan nya menjawab, Varo malah tersenyum smirks mendengar pertanyaan dari Zahiya. Mimi nya, bahkan dia meminta laptop yang baru dan belum terdaftar dimana-mana. Varo juga segera mencabut flashdisk yang berada dilaptop milik Zayn.


'Kau salah memilih lawan, karena kau akan mendapatkan kiriman yang seratus persen salah dan bahkan sebaliknya. Kau sendiri yang akan menyerahkan semuanya data pribadi mu juga segala yang ada padamu' ucap Varo yang tersenyum devil saat melihat semua barisan code dan berbagai angka menari-nari dilayar laptop barunya.


"Apa yang dia lakukan Pi?" tanya Varez yang memang tidak bisa menguasai keahlian yang satu itu.


"Entahlah, jika kamu bertanya pada Pipi. Pipi harus bertanya pada siapa?" tanya David yang menghela nafasnya.


"Iya juga" ucap Varez menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kau datang kemari sekarang juga" ucap Varo yang memasangkan earphone nya untuk memanggil seseorang.


Tanpa menunggu waktu lama, seseorang sudah masuk kedalam ruangan Zayn yang sudah berkumpul semua orang didalamnya.


"Apa yang bisa saya bantu Tuan Muda?" tanya seseorang yang tidak lain adalah asisten pribadi Varo.


"Buka laptop milikmu dan masuk dengan ini" ucap Varo yang memberikan sesuatu pada Ferry, asisten nya.


"Baik Tuan Muda" ucap Ferry yang segera duduk disamping Varo dan segera membuka laptopnya lalu jari-jarinya dengan lincah menari-nari dilayar laptop. Sama seperti yang dilakukan oleh Varo.


"Done" teriak Varo setelah menghabiskan waktu satu setengah jam untuk menyelesaikan dan mencuri data server milik mereka, dan semua data yang mereka terima adalah data penuh virus ternakan Varo selama ini.


"Apanya yang done? Apa semuanya sudah selesai?" tanya Varez bingung akan apa yang diucapkan oleh Varo.


"Bodoh" ucap Varo yang menyerahkan semuanya pada Ferry untuk menjelaskan semua yang sudah mereka kerjakan pada semua orang disana.


Sedangkan Varo langsung pergi dari markas, meninggalkan semua orang yang ada disana dan mereka semua hanya bisa saling pandang satu sama lain.


"Mereka itu memiliki julukan masing-masing. Tapi kenapa mengerjakan pekerjaan remeh seperti itu saja tidak bisa" gumam Varo yang sudah masuk kedalam mobil kesayangan nya. Ternyata Ferry membawanya menuju markas.

__ADS_1


Varo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Karena entah kenapa dia merasa jika sekarang sangat merindukan Viera yang masih didalam rumah sakit untuk menunggu kedatangan nya.


__ADS_2