Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Elvaruz Malik Tomlinson


__ADS_3

"Hey! Bisa bawa mobil kagak lu" teriak pengemudi mobil didepan Anastasia yang melihat mobil bagian belakangnya rusak parah.


"Lu juga kenapa malah ngerem mendadak hah! Malah nyalahin orang lagi" bukan nya minta maaf, Anastasia malah yang sangat marah pada pengemudi didepan nya.


"Dasar wanita gila. Pantas saja tidak ada yang mau dengan mu" ucap pria asing tersebut dan malah meninggalkan Anastasia. Bahkan dia tidak jadi menuntut ganti rugi padanya.


"Hey! Kau yang gila. Kenapa juga malah bertemu dengan orang yang membuatku semakin kesal" gumam Ana setelah berteriak pada pria tersebut.


Sedangkan mobil yang berada dibelakang mobilnya pergi juga, dia merasa heran akan kedua mobil tersebut. Perasaan nya juga tidak enak akan kedua orang yang mengikutinya. Ana yang ketakutan segera masuk kedalam mobilnya dan mengemudikan nya untuk pulang kerumahnya.


"Sial memang bang Varo. Kenapa juga harus ngorbanin adiknya sendiri untuk menghadapi wanita gila itu" gumam pria yang berada didalam mobil yang ternyata adalah Elvaruz Malik Tomlinson. Adik bungsu dari Elvaroz Malik Tomlinson.


Ternyata yang mengikuti Anastasia adalah dia, untung saja Anastasia tidak melihatnya didalam mobil. Dan yang ada didepan mobil Anastasia entah siapa, dan itu bisa menyelamatkan dirinya dari wanita yang selalu membuat abangnya kesal.


"Jika saja bukan abang ku sendiri. Ogah banget aku mengikutinya" gerutunya lagi sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Awas saja kau bang jika pulang. Akan ku buat perhitungan padamu" gumamnya lagi menatap jalanan yang sangat sepi. Apa lagi ini sudah lumayan malam.


Varuz mengemudikan mobilnya menuju rumah, karena dia baru saja akan pulang kantor malah mendapatkan perintah dari abangnya untuk mengawasi seorang wanita yang selalu mengganggu hidupnya terus. Dan mau tidak mau Varuz mengikuti keinginan abangnya, jika tidak, sudah bisa dipastikan akan ada masalah didalam perusahaan nya nanti. Karena ulahmu abangnya yang selalu membuat system nya lumpuh total.


"Jika saja dia bukan hacker, aku tidak akan mau menurutinya" gerutu Varuz yang akan keluar dari dalam mobil menuju rumahnya.


"Baru pulang EL?" tanya Mimi Zahiya saat melihat putra bungsunya pulang.


"Iya Mi, apa semuanya orang sudah pulang?" jawab Varuz sambil bertanya balik pada Mimi Zahiya.


"Belum, apa semua putra-putra Mimi sedang sibuk semua. Sampai-sampai lupa pulang tepat waktu" ucap Mimi Zahiya menyindir putra bungsunya.

__ADS_1


"Maaf Mi, tadi ada urusan. Makanya aku pulang terlambat" ucap Varuz sambil memegang kedua telinganya dan dia tersenyum pada Mimi Zahiya.


"Sudah, kau mandilah. Kita tunggu abang kamu datang" ucap Mimi Zahiya yang menyuruh Varuz masuk kedalam kamar.


Varuz dengan patuh saat Mimi nya sudah bicara. Walau dia sangat manja, tapi jika sang Mimi sudah bicara tegas. Dia akan sangat patuh akan ucapan yang Mimi adanya.


Sedangkan Pipi David hanya menggelengkan kepalanya saja saat melihat istrinya yang masih memperlakukan putra-putranya seperti anak kecil. Walau usianya sudah dewasa semua.


.


Ditempat yang berbeda Varo dan Viera masih menikmati angin malam yang sejuk dan semakin dingin saat malam kian larut. Keduanya malah saling berpelukan dibawah pohon dan langit malam yang gelap tanpa adanya sinar bulan sama sekali.


"Bang, apa Mimi abang tidak masalah jika abang tidak pulang-pulang kerumah?" tanya Viera mendongakan kepalanya menatap wajah Varo yang berada diatasnya.


"Mimi sudah tahu jika putranya yang satu ini sedang menikmati honeymoon nya. Jadi beliau tidak akan bertanya ini dan itu" jawab Varo dengan santainya dan dia malah mengecup bibir Viera yang sedang manyun.


"Kenapa, memangnya apa yang aku lakukan? Bahkan aku belum melakukan apa-apa" tanya Varo yang malah memperlihatkan wajah tidak bersalahnya sama sekali.


"His, kenapa sih harus memperlihatkan wajah abang yang seperti ini? Bikin gemes tahu gak sih" tanya Viera yang menguel-uel pipi Varo dengan gemasnya.


Viera segera melepaskan tangan nya dari pipi Varo saat melihat wajah Varo terlihat berbeda dan sepertinya marah akan perlakuan nya pada wajah tampan Varo.


"Maaf bang, aku nggak akan mengulanginya lagi" ucap Viera yang menunduk dan dia tidak berani menatap kearah Varo. Bahkan tangan nya mer*mas pakaian yang dia gunakan.


"Hahaha, kau tidak perlu seperti itu. Aku hanya bercanda" ucap Varo malah tertawa melihat Viera yang ketakutan melihat wajahnya.


"Abang, iihhh. Nyebelin" ucap Viera yang memukul dada Varo dan dia kembali memeluk lalu menelusupkan wajahnya pada dada bidang Varo yang sangat nyaman untuknya.

__ADS_1


"Maaf, aku hanya bercanda. Semua yang ada ada diriku kau sudah memilikinya sepenuhnya, jadi jangan pernah merasa bersalah. Hmm" ucap Varo yang memeluk dan mengecupi pucuk kepala Viera dengan lembut juga penuh kasih sayang.


"Apa abang yakin? Kenapa aku merasa jika abang tidak seperti itu" tanya Viera yang mengendus-endus dada Varo dan itu membuat Varo merasa ada sesuatu yang terbangun dalam tidurnya.


"Kenapa kau malah membangunkan nya, hmm?" Varo balik bertanya pada Viera saat sesuatu didalam dirinya menginginkan hal lebih.


"Apa. Aku membangunkan apa? Abang ini aneh-aneh aja sih" tanya Viera masih belum mengerti akan apa yang dikatakan oleh Varo.


"Ini, kau sudah membangunkan nya" jawab Varo yang menuntun tangan Viera menuju belut listriknya yang selalu menyengat.


"His, kenapa abang sangat mesyum sekali sih" ucap Viera yang melepaskan pelukan Varo dan dia bangkit dari duduknya menjauhi Varo.


"Kenapa? Apa yang aku katakan itu memang kenyataan nya. Kenapa juga kau malah menggoda ku dengan menyentuh dan menciumi dada ku, hmm?" tanya Varo yang membuat Viera malah nyengir kuda saat mendengar perkataan dari Varo.


"Maaf" ucap Viera yang berjalan mundur saat melihat Varo mendekat dan dengan tatapan yang sudah dipenuhi oleh kabut gairahnya.


"Kenapa malah menjauh? Apa kau tidak ingin pulang?" tanya Varo menatap Viera dengan mengernyitkan keningnya, saat Viera akan mundur menjauh lagi darinya.


"Ah iya. Tapi abang nggak akan nagapa-ngapain aku kan? Soalnya aku sedang datang bulan" tanya Viera setelah menjawab pertanyaan dari Varo.


"Memangnya apa yang akan aku lakukan?" Varo balik bertanya pada Viera yang masih menampilkan wajah bingungnya juga.


"Iya juga. Tapi tadi abang malah mesyum sama aku" ucap Viera menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Memangnya ada larangan nya jika mesyum pada istri sendiri?" tanya Varo dengan wajah datarnya.


"Iya deh iya. Yang waras ngalah" gumam Viera yang menunduk dan mereka berjalan menuju mobil Viera yang terparkir lumayan jauh dari mereka berada saat ini.

__ADS_1


Supir yang mengantarkan mereka saja sampai ketiduran saat menunggui Tuan dan Nona Muda nya. Membuat Viera merasa kasihan padanya, tapi tidak untuk Varo yang hanya menatapnya datar dan seperti tidak perduli sama sekali.


__ADS_2