
Semua orang mendo'akan keadaan bayi malang yang baru saja dilahirkan. Mereka berdo'a yang terbaik untuknya dan Viera tentunya.
"Tapi ada kabar baiknya Queen. Tuan Muda sudah sadar dari komanya dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan juga bersama para dokter" jelas perawat yang tadi mengatakan padanya Zahiya.
"Alhamdulilah, apa kondisinya baik-baik saja sekarang?" tanya Zahiya dan langsung dijawab anggukan oleh suster yang tadi memberikan informasi. Lalu dia beralih kepada Arron dan mengatakan nya langsung padanya.
"Untuk dokter Aaron, Ditunggu untuk memeriksa keadaan Tuan Muda" ucapnya lagi pada Arron.
"Saya akan masuk sekarang" jawab Aaron yang langsung masuk kedalam ruangan. Dimana Varo dan Viera sedang ditangani oleh dokter lainnya.
"Bagaimana keadaan Tuan" ucapan nya tidak jadi dilanjutkan saat melihat Varo sudah bangun dan sekarang sedang menemani Viera yang sedang terbaring lemah diatas brangkar setelah ditangani oleh dokter.
"Sweetie, kamu jangan panik. Semuanya akan baik-baik saja, baby kita kuat dan dia seperti kamu. Jangan panik, oke" ucap Varo yang memaksakan dirinya untuk duduk. Karena sebenarnya dia masih sangat lemah untuk melakukan apapun.
Demi istrinya yang sangat dia cintai, Varo memaksakan dirinya untuk bangun dan menguatkan nya. Juga memberikan dukungan padanya, jika semunya akan baik-baik saja.
"Iya bang, aku percaya. Jika Allah akan memberikan yang terbaik untuk putri kita" jawab Viera yang sebenarnya hatinya sangat sakit harus mengatakan itu pada Varo.
__ADS_1
Lalu Varo dan Viera dipindahkan kedalam kamar mereka untuk mendapatkan perawatan. Varo begitu sedih saat Viera terlelap dia melihat banyak sekali buku yang ada didalam laci nakas. Disana banyak tulisan tangan Viera yang menceritakan betapa sedihnya dia melihat Varo seperti itu dan mendapatkan kabar jika dirinya sedang mengandung. Varo menangis saat membaca perjuangan Viera saat menahan ngidam pertamanya. Saat dia menginginkan jalan berdua dengan suaminya, tapi itu tidak bisa dia lakukan. Karena keadaan Varo yang sedang koma.
Akhirnya saat Viera sedang menangis sendirian dan dia melukapan buku yang sedang dia pegang dan dia tulis. Buku itu ditemukan oleh Varuz, pria yang hampir seratus persen mirip dengan Varo. Dia memberanikan diri untuk menawarkan jalan berdua dengan Viera setelah mendiskusikan semua itu pada seluruh keluarganya. Dengan begitu Viera bisa sedikit melupakan kesedihan nya dan merasa jika Varo berada disisinya.
Bahkan suatu saat Viera memberanikan diri supaya tidur bersama dengan Varo untuk tidak meminta Varuz selalu menemaninya saat akan tertidur. Dengan diskusi lagi mereka mengizinkan, toh itu akan membuat ikatan batin antara Varo dan Viera juga baby mereka akan terjalin sangat baik.
"Maafkan aku sweetie. Aku sangat bodoh saat melakukan semua ini, aku berjanji tidak akan pernah mengambil keputusan sendiri lagi. Aku berjanji akan selalu menceritakan semuanya pada kamu sayang. Maafkan aku" ucap Varo setelah membaca semua perjuangan dan air mata yang sudah Viera tumpahkan selama dia tertidur.
"Abang menangis? Kenapa? Apa ada yang sakit? Aku akan memanggilkan dokter untuk abang" tanya Viera yang tidak sadar jika dia habis operasi cesar.
"Ssttt, aku baik-baik saja sweetie. Kamu jangan banyak bergerak dulu, luka operasi kamu masih sangat basah" ucap Varo sambil menangis dan dia mengusap lalu mengecup kening Viera sangat lama. Membuat Viera merasa jika cinta Varo masih sama dan itu semakin terasa dalam hatinya.
"Apa abang membaca semua tulisan aku? Kenapa abang membacanya? Itu akan membuat abang sedih saat membacanya" tanya Viera yang dijawab anggukan oleh Varo.
"Tidak apa-apa sweetie. Justru aku berterimakasih, karena kamu mau menuliskan nya. Dengan begitu aku bisa mengerti bagaimana perjuangan kamu tanpa aku disisi kamu dan begitu kuatnya menjaga mereka bertiga didalam sini. Tapi aku sering kerasa jika tangan aku ini sering melakukan ini. Apa kamu yang setiap hari mengenalkan mereka bertiga padaku?" tanya Varo yang diangguki oleh Viera.
"Terimakasih sayang. Tapi, kenapa disana tidak kamu sebutkan nama mereka bertiga? Bahkan kamu pernah mengatakan jika kamu belum pernah melihat mereka, karena aku belum melihat mereka bertiga? Kenapa sweetie?" tanya Varo yang merasa bingung akan semua itu.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menjadi yang kedua setelah abang. Aku ingin supaya abang yang memberikan nama pada mereka dan yang pertama melihat mereka juga. Mereka ada dua laki-laki dan satu perempuan. Abang akan memberikan nama apa pada mereka?" tanya Viera setelah menjawab pertanyaan dari Varo dan menjelaskan nya.
"Emm, aku belum memikirkan nya. Aku akan memikirkan nya dulu, tapi sebelum itu. Aku akan membantu baby triplets menikmati makanan nya" ucap Varo yang membantu Viera memompa ASInya yang ternyata kurang begitu banyak.
Membuat Viera merasa sedih akan hal itu. Varo yang tahu akan kesedihan Viera segera meminta seseorang untuk memberikan obat yang pernah dia berikan pada orang yang susah dan bahkan tidak menyus*i baby mereka karena kendala ASInya tidak ada.
"Bang, ASI aku sangat sedikit. Bagaimana bisa mncukupi mereka bertiga?" tanya Viera saat melihat hanya bisa setengah botol saja dia bisa dapatkan dari kedua su*unya.
Tenanglah sweetie. Aku memiliki sesuatu untuk kamu, kamu akan bisa memberikan ASI pada mereka bertiga dengan cukup. Jadi, jangan panik oke" ucap Varo yang tidak lama kemudian Ferry memberikan apa yang Varo minta padanya.
"Minumlah sweetie. Setelah itu kamu istirahat lagi, suapaya ASInya bisa berlimpah" ucap Varo yang diangguki oleh Viera.
Saat Viera terlelap, dia menuju ruangan bayi yang mana bayi bungsunya yang dalam incubator. Dia memang aktif bergerak dan hanya suaranya saja tidak bisa keluar. Dia takut jika putrinya kenapa-kenapa, sambil menatap mereka Varo memikirkan nama untuk ketiga bayinya.
"Apa kamu tidak istirahat boy?" tanya Zahiya dan David berada dibelakangnya menepuk bahu Varo lembut.
"Mi, Pi. Bukankah sudah lama aku istirahat? Kenapa aku harus istirahat lagi? Mereka begitu membututuhkan aku, tapi aku malah menelantarkan mereka semua" ucap Varo yang mengatakan nya dengan nada sedih.
__ADS_1
"Ini semua sudah terjadi, sebaiknya kamu jangan mengingat itu semua. Sekarang yang harus kalian fikirkan itu adalah mereka semua dan istri kamu yang sudah lama bersedih juga berharap akan kamu bisa segera bangun" ucap Zahiya.