Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Kabar mengejutkan


__ADS_3

Hingga Xaqer yang sedang menunggu Viera merasa jenuh dan bingung. Kenapa sudah malam kakaknya belum keluar juga.


"Bang, maaf, kenapa kakak saya belum keluar-keluar juga ya? Ini sudah sangat malam" tanya Xaqer pada keempat pria didepan nya.


"Mungkin sudah tidur, lebih baik kau juga menginap disini saja. Jangan pulang, sudah malam. Nanti ada apa-apa dijalan repot, ayo abang antar kekamar kamu" ucap Varaz yang mengajak Xaqer untuk mengikutinya menuju kamarnya tamu.


"Tapi bang, masa baru bertamu sudah menginap saja. Saya pulang saja deh kalo gitu" ucap Xaqer yang langsung ditahan oleh Varez.


"Menginap saja, karena besok pagi akan ada kehebohan untuk kamu. Jadi lebih baik menginap saja" ucap Varez yang menggandeng tangan Xaqer menuju kamar tamu.


"Jangan protes, lebih baik istirahat saja. Besok kau sekolah bukan?" tanya Varez yang membuat Xaqer semakin bingung, karena Varez sepertinya sangat tahu banyak tentang dirinya dan kakaknya.


"Baiklah bang, terimakasih" ucap Xaqer yang terpaksa mengangguk dan mau tidak mau menginap juga. Karena kakaknya tidak kunjung keluar juga.


"Asem banget emang punya kakak satu. Nyusahin doang, Huh... Sabar Xaqer, dia itu sudah sangat baik pada loe dan rela melepaskan pendidikan nya buat loe bisa lanjut sekolah" gumamnya yang langsung berbaring diatas ranjang.


"Eh buset. Ni kasur enak bener, mana empuk, Lucas banget lagi" gumamnya yang merentangkan kedua tangan dan kakinya untuk menikmati kasur berukuran big size itu.


Hingga dia terlelap juga diatas ranjang dengan sangat nyenyak. Sedangkan diluar kamar, keempat saudara itu masih duduk diteras belakang dengan ditemani berbagai macam camilan yang disediakan.


"Apa yang akan terjadi besok pagi memangnya bang?" tanya Varuz pada Varez yang hanya diam sambil terus mengunyah puding buah tersebut.


"Kita lihat saja, pasti besok pagi akan ada kehebohan yang membuat kalian tertinggal jauh oleh Varo" jawabnya sambil tersenyum lalu dia beranjak meninggalkan saudara-saudaranya yang lain.


"Aneh banget tuh orang. Apa kira-kira yang akan dilakukan oleh bang Varo?" gumam Varuz yang masih bingung.

__ADS_1


"Sebaiknya kita tunggu saja sampai besok pagi. Jika memang ada yang terjadi, itulah akhirnya" ucap Variz yang juga bangkit berdiri lalu masuk kedalam rumah.


"Ada apa dengan mereka berdua?" tanya Varaz pada Varuz.


"Jika kau bertanya padaku, aku bertanya pada siapa?" jawab Variz dengan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.


"Benar juga" ucap Varaz yang menghela nafasnya juga.


"Sudahlah, lebih baik kita istirahat saja. Dari pada pusing mikirin tuh orang satu" ucap Varaz yang langsung beranjak dari duduknya meninggalkan Varuz.


"Dasar, punya abang tidak ada yang benar satupun. Huh, ya sudah lah, lebih baik aku juga istirahat saja. Meregangkan otot-otot ku yang kaku" gumam Varuz yang masuk kedalam rumah juga dengan langkah gontai.


.


"Apa kami tidak salah dengar? Kamu mau menikah sekarang juga? Apa kamu fikir menikah itu semudah membalikan telapak tangan? Ya Allah Va, Oma tahu jika kamu tidak mau kehilangan nya. Tapi apa dia sudah mau dan menerima keputusan kamu nak? Oma bukan bermaksud menghalang-halangi kalian yang berniat baik untuk melangsungkan pernikahan. Oma sangat mendukung dan sangat merestui kalian berdua" ucap Oma Lulu yang mengatakan nya dengan perlahan pada Varo. Karena beliau tidak mau jika Varo beranggapan lain akan ucapan nya barusan.


"Kami sudah membicarakan nya semalam Oma. Dan kami sudah sepakat akan hal itu, kami hanya ingin meminta restu saja pada kalian. Selain itu tidak ada lagi" jawab Varo yang membuat Xaqer hanya diam dan dia bingung akan apa yang diucapkan oleh Varo.


"Huh, kami merestui kalian berdua. Semoga memang keputusan kalian benar untuk menjalin hubungan pernikahan. Oma hanya berpesan pada kalian, terutama pada kamu Elvaroz. Kamu jangan pernah menyakiti perasaan istri kamu dan melukai hatinya. Kamu juga harus berjanji, jika kamu akan berubah dan tidak akan pernah melukai diri sendiri. Karena semua orang sangat menyayangi kamu dan tidak ingin jika kamu terluka. Hilangkan semua fikiran buruk itu dalam diri kamu dan fikiran kamu. Karena kedepan nya kamu akan memiliki tanggung jawab lebih besar lagi dari sebuah perusahaan saja" ucap Oma Lulu panjang leave menjelaskan pada Varo.


"Untuk kamu nak, maafkan cucu Oma yang memaksa kamu untuk menjalin sebuah hubungan. Semoga saja kalian memang bisa menjalin hubungan hingga hanya maut yang memisahkan kalian. Tolong jaga dia dan nasehati dia, jangan biarkan dia melakukan kesalahan seperti sebelumnya, hanya itu yang Oma minta dari kamu nak" ucap Oma Lulu yang menggenggam tangan Viera lalu memeluknya.


"Insya Allah Oma. Semoga saja saya bisa melakukan nya Oma, karena semuanya serahkan saja pada Allah Oma" jawab Viera yang sedikit tidak yakin saat mengatakan nya pada Oma Lulu.


"Saya titip putra saya. Karena hanya kamu yang menjadi pilihan nya, hanya itu yang saya minta dari kamu" ucap Zahiya yang menatap datar pada Viera.

__ADS_1


"Insya Allah Nyonya, saya akan melakukan yang terbaik" jawab Viera yang menunduk dan tidak berani menatap kearah Zahiya.


"Maaf sebelumnya, apa yang sedang kalian bicarakan? Pernikahan siapa dengan siapa?" tanya Xaqer yang belum faham akan apa yang sedang mereka semua bicarakan.


"Astagfirullah, maafkan kami nak. Kami sedang membicarakan pernikahan kakak kamu dengan putra kami ini" ucap Oma Lulu yang membuat Xaqer membolakan matanya pada Viera.


"Maksud Nyonya apa ya? Kenapa harus mendadak? Apa ada sesuatu, saya saja belum bisa untuk menjadi wali untuk kakak saya" tanya Xaqer yang mengatakan nya dengan sedikit lemas dan dia menatap penuh tanya ada Viera.


'Loe berhutang penjelasan pada gue kak, loe macem-macem aja sih jadi orang. Pake nginep-nginep segala dirumah cowok, gini kan jadinya' ucap Xaqer dalam hati dan dia menatap tajam pada Viera.


'Maafkan gue, gue akan jelasin semuanya pada loe jika gue ada waktu untuk mengatakan nya pada loe. Gue juga kagak tahu jika akan seperti ini jadinya, maaf banget Xaq' ucap Viera seakan tahu apa yang sedang dikatakan oleh adiknya.


"Jika kalian mau membicarakan nya dulu, bicarlah dulu. Sementara menunggu berkas-berkasnya selesai dan juga penghulu nya" ucap Oma Lulu yang meminta kakak beradik itu untuk bicara.


Mereka berdua langsung pergi dari sana untuk berbicara. Setelah sudah berada ditaman belakang keduanya saling diam satu sama lainnya.


"Bisa loe jelasin ke gue kak?" tanya Xaqer dengan tatapan tegasnya pada Viera.


"Gue juga nggak tahu dengan keputusan yang gue ambil ini benar atau tidak. Ini juga sangat mendadak buat gue, gue hanya kasihan padanya saja. Karena loe tahu sendiri bukan, jika kedua tangan nya sengaja dia lukai hanya untuk bisa bersama dengan gue. Gue takut jika gue pergi dan tidak mengiyakan keinginan nya, dia bakalan melukai dirinya lebih parah dari itu. Loe bisa melihat bukan, kekhawatiran keluarganya? Mana gue tega Xaq, gue nggak tega" jawab Viera dengan menatap kearah Xaqer dan dia menatapnya dengan tatapan berkaca-kaca.


"Dengan mengorbankan perasaan dan juga diri loe sendiri kak? Dia itu bukan butuh kakak, yang dia butuhkan itu psikiater dan dokter yang menanganinya. Jika loe berada disisinya terus, apa yang akan loe lakukan? Gue tahu, jika dia memang pria yang baik. Tapi gue nggak setuju dengan pemikiran loe ini, apa loe akan bahagia hanya untuk melihatnya bahagia saja?" tanya Xaqer dengan tegasnya. Dania tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang yang mengepalkan tangan nya mendengarkan pembicaraan mereka.


"Gue tanya sekali lagi pada loe kak. Apa loe yakin dengan keputusan loe ini? Ini pernikahan, bukan permainan yang bisa loe ambil dan loe buang jika loe tidak suka atau tidak mau lagi. Ini menyangkut tentang janji pada Allah, janji dihadapan Allah untuk menyempurnakan separuh dari ibadah kita. Jika loe yakin dan mantap dengan keputusan loe ini, gue bisa apa kak? Gue hanya bisa mendo'akan yang terbaik saja buat loe berdua. Jadi, mantapkan dulu hati loe ini" ucap Xaqer pada Viera hanya diam dan mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Xaqer padanya.


Xaqer memang lebih muda usianya dengan Viera. Tapi cara berfikirnya sudah sangat dewasa, mungkin karena keadaan lah yang membuatnya menjadi dewasa sebelum waktunya. Tapi ini bisa membantu dan membuat Viera merasa masih memiliki seorang Ayah, sosok Ayah yang sangat dia harapkan.

__ADS_1


__ADS_2