Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Diintrogasi


__ADS_3

"Lalu, apa yang akan anda lakukan selanjutnya Nona Mia Khalifa?" tanya Zahiya lagi yang mengatakan nya dengan lembut tapi penuh penekanan disetiap katanya.


"Saya tidak tahu Nyonya. Saya tidak punya siapa-siapa dan saya hanya tinggal bersama dengan suami saya saja. Dan disini tidak memiliki keluarga lain selain dia seorang" jawab Mia dengan jujur dan dia sudah gemetar ketakutan saat melirik kearah tatapan datar Mimi Zahiya.


"Assalamualaikum semuanya" ucap Varaz dan Variz yang masuk kedalam rumah dan menghentikan ucapan Mimi Zahiya.


"Wa'allaikumsalam" jawab semua orang yang ada disana dan tatapan kedua pria tampan itu tertuju pada seorang wanita cantik yang asing untuk mereka berdua.


"Ada tamu rupanya" belum sempat Varaz melanjutkan ucapan nya sudah ditarik oleh Varez untuk pergi dari ruangan tamu.


"Kami masuk ya Mi, Pi. Sudah gerah banget soalnya, permisi" ucap Varez yang tahu akan tatapan dari Mimi Zahiya yang sedang dalam mode serius.


"Abang apa-apaan sih! Kenapa malah ngajakin pergi sih?" ucap Varaz ingin tidak terima dia diajak masuk oleh abangnya.


"Apa kau tidak melihat tatapan dari Mimi yang tidak ingin ada yang mengganggunya? Kenapa kau tidak pernah bisa mengerti akan hal-hal itu. Atau kau memang tidak ingin mengerti itu semua?" tanya Varez yang menghela nafasnya sedikit kasar menatap wajah tampan Varaz.


"Sorry bang, radar gue emang sulit ditentukan kalo liat cewek cakep" jawab Varaz yang malah nyengir kuda saat mengatakan nya.


"Dasar kadal burik loe, lagi kata-kata gini aja loe masih saja sempet-sempetnya berfikiran kek gitu" ucap Varez yang menggelengkan kepalanya lalu meninggalkan Varaz sendirian diujung tangga.


"Dasar Jones loe" balas Varaz yang mengatai abangnya sebagai jomblo ngenes sambil setengah berteriak.

__ADS_1


.


Kembali lagi kedalam ruang tamu, dimana Mia Khalifa sedang diintrogasi oleh Mimi Zahiya. Karena beliau merasa jika ini akan menjadi masalah besar bagi putranya dan keluarganya juga.


Jadi sebelum semuanya terlambat, dia ingin memastikan dan memperingatkan putranya yang sangat baik juga polos dalam menghadapi masalah.


"Mi, Pi. Maaf Variz lama" ucap Variz yang baru bergabung dengan kedua orang tuanya dan wanita yang dia tolong.


"Duduklah" ucap Mimi Zahiya yang meminta Variz untuk duduk bersama dengan mereka.


"Apa kau sudah memikirkan apa yang sudah kau lakukan sekarang Alvariz?" tanya Mimi Zahiya. Jika Mimi Zahiya sudah memanggilnya dengan nama lengkapnya, sudah dipastikan beliau ingin memperjelas apa yang beliau ingin tahu.


"Sudah Mi, aku sudah meminta salah seorang tetangga yang ada disana untuk membantu melaporkan apa yang mereka lihat padanya. Dan Variz juga sudah mengurus perceraian mbak Mia pada pengacara kita" jawab Variz yang menunduk karena dia melakukan ini tanpa mengatakan nya dulu pada kedua orang tuanya.


'Eh buset. Bini gue kalo sudah marah dan tidak menyukai apa yang dilakukan oleh anak gue semenakutkan ini? Wah, udah mirip Mak Lampir bukan sih? Aduh, kalo gue ketahuan mengumpatinya. Bisa bahaya gue kedepan nya' ucap Pipi David dalam hati sambil tersenyum jenaka pada Mimi Zahiya.


"Maaf Mi" ucap Variz yang hanya bisa mengatakan kata maaf saja saat mendapatkan tatapan tajam dari Mimi Zahiya.


"Apa kau" ucap Mimi Zahiya yang tidak melanjutkan ucapan nya lagi saat melihat kearah Mia yang sedang menunduk ketakutan dan dia mempererat memeluk bayinya yang baru berusia kira-kira dua sampai tiga bulan.


"Pak, tolong antarkan Nona Mia kedalam kamar tamu" ucap Mimi Zahiya pada kepala pelayan yang ada didalam rumah mereka.

__ADS_1


"Baik Nyonya. Mari Nona, silahkan" ucap Pak Min pada Mimi Zahiya dan Mia setelahnya.


"Saya permisi Tuan, Nyonya" ucap Mia yang sudah gemetar ketakutan saat melihat aura yang Mimi Zahiya perlihatkan padanya.


Mimi Za hanya mengangguk saja dan memintanya untuk masuk kedalam. Setelah melihat Mia sudah masuk kedalam kamar, Mimi Za langsung menatap Variz sangat tajam dan memintanya untuk ikut kedalam ruangan rahasia untuk mereka saja.


"Pi, sebaiknya Pipi diam dan jangan pernah mengumpati ku juga banyak bicara yang macam-macam" ucap Mimi Za yang mengatakan nya sambil berbisik pada Pipi David.


"Maaf sayang, aku janji akan diam dan mengunci mulutku ini" ucap Pipi David yang nyengir kuda saat mendengar perkataan dari istrinya.


"Duduk Alvariz. Mimi tanya sekali lagi padamu. Apa kau sudah yakin akan semua yang kau lakukan sekarang hingga kedepan nya?" tanya Mimi Za menatap dengan tajam dan memberikan sebuah berkas pada Variz.


"Mak-maksud Mimi, suaminya adalah seorang Mafia yang tidak lain adalah klan abang EZ?" tanya Variz yang mulai gelagapan saat melihat dan membaca berkas juga beberapa lembar fotonya juga foto-foto pria yang dia kenal sebagai suami dari Mia dan Mia itu sendiri.


"Jika Mimi jawab iya, apa semua ini akan selesai begitu saja dan mereka tidak akan membuat masalah dengan keluarga kita, hmm?" tanya Mimi Za lagi sambil melipat kedua tangan nya dan beliau memperlihatkan sesuatu yang lebih jelas lagi pada Variz.


"Maafkan Variz Mi, Variz tidak menyelidikinya dan tidak mengatakan ini lebih dulu pada Mimi atau abang. Sungguh Variz minta maaf" ucap Variz yang berlutut dihadapan Mimi Za lalu dia menunduk dan mengakui kesalahan nya.


"Bangunlah, Mimi dan Opa juga abang kamu akan membantumu juga dia. Mimi memang selalu mengawasi kalian semua, makanya Mimi tahu apa yang kalian lakukan dan kalian kerjakan selama ini. Mimi mengatakan ini semua supaya kamu harus lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan. Apa lagi ini adalah masalah besar dan rumit juga. Selama ini baik abang maupun pria itu sudah tidak memiliki masalah, sekarang karena ini pasti akan terjadi masalah besar nantinya. Kau jaga dia baik-baik dan jangan sampai dia kenapa-kenapa. Jika sudah berada disini pasti akan aman, Mimi berharap kau selalu bersama dengan orang-orang kepercayaan Mimi juga Opa. Jangan membantah dan menolaknya" jelas Mimi Za panjang lebar dan memberikan penjelasan juga perintahnya untuk Variz lakukan.


"Baik Mi, akan Variz lakukan. Mohon maafkan Variz yang sudah ceroboh ini Mi" ucap Variz yang memohon dan tidak mau bangun dari berlututnya.

__ADS_1


"Bangunlah. Mimi sudah memaafkan kamu, jangan kau ulangi lagi kejadian ini. Jadikan ini pelajaran yang paling berharga untuk kamu dan masa depan kamu. Jangan mengambil tindakan tanpa berfikir panjang dulu" ucap Mimi Za yang memegang bahu Variz untuk bangkit dari berlututnya.


__ADS_2