
'Honey, kenapa kamu seperti ini? Jangan biarkan aku semakin panik seperti ini melihat kamu. Biar aku saja yang menanggung semua rasa sakit kamu. Maafkan aku, karena aku sudah membuat kamu seperti ini secara tidak langsung. Maaf honey, maafkan aku. Tolong bangunlah' ucap Varo masih terus menggenggam tangan Viera dan dia tidak beranjak sedikitpun juga dari tempatnya duduk sejak tadi.
"Tuan Muda, anda juga harus istirahat. Tolong anda istirahat dulu, karena kondisi anda juga masih sangat lemah. Maaf, jika ucapan saya membuat anda marah dan salah mengartikan nya. Saya hanya ingin melihat anda dan Nona baik-baik saja juga sehat kembali. Jadi silahkan berbaring kembali" ucap Aaron pada Varo yang memang berani mengatakan itu.
"Saya akan berbaring jika satu ranjang dengan istri saya. Jika tidak, jangan harap!" ucap Varo dengan keras kepalanya dan dia tidak mengalihkan pandangan nya dari Viera.
"Kami akan menyiapkan nya untuk anda Tuan Muda" jawab Aaron yang memerintahkan para perawat pria menyiapkan apa yang Varo minta.
Varo hanya diam dan masih menatap Viera dengan lekat. Sedangkan dokter Aruna hanya diam ketakutan saat melihat aura Varo yang sangat mengintimidasi. Bahkan auranya sangat mirip dengan Zayn, Opa nya saat Muda dulu.
'Anda memang keturunan King Z Tuan, karena hanya keturunan nya lah yang bisa mengeluarkan aura seperti itu. Diantara saudara anda yang lain, hanya anda yang memiliki itu semua. Baik insting, membaca fikiran, bahkan menghapal sesuatu hanya dari suara dan aromanya saja' ucap Aaron dalam hati yang memuji kemampuan yang dimiliki oleh Varo.
"Anda jangan mengumpat ku uncle" ucap Varo yang menatap dingin pada Aaron.
"Saya tidak mengumpat anda Tuan Muda. Saya permisi, karena tugas kami sudah selesai dan anda sudah bisa berbaring sekarang juga" ucap Aaron yang akan pergi dari ruangan UGD.
Benar saja, tidak lama kemudian para perawat pria masuk dengan ranjang yang berukuran King size. Varo kembali dipasangkan selang infus oleh Aaron dan dokter Aruna. Karena Varo sebelumnya sudah melepaskan selang infusnya.
"Anda jangan melepaskan selang infusnya lagi Tuan Muda, karena ini demi kebaikan anda sendiri" ucap Aaron yang meminta Varo tidak melepaskan infusnya.
"Hmm, kalian keluarlah" ucap Varo yang meminta mereka semua untuk keluar dari ruangan UGD.
"Bagaimana keadaan nya sekarang? Apa dia baik-baik saja uncle?" tanya Zahiya yang menatap kearah Aaron.
__ADS_1
"Alhamdulilah baik-baik saja Queen, tadi memang sempat kejang-kejang dan mengalami drop parah. Tapi sekarang sudah baik-baik saja, tinggal menunggunya sadar saja" jawab Aaron yang menunduk dan segera pergi dari sana.
"Syukurlah, terimakasih Ya Allah. Hamba sudah sangat panik sekali" gumam Zahiya yang hanya dia dan David saja yang mendengarnya.
"Allah memang sangat baik pada mereka berdua sayang. Jadi jangan berfikiran macem-macem dulu, kita do'akan saja dan Allah mendengarnya" ucap David yang memeluk Zahiya.
"Iya By, Hubby memang benar. Untung saja dia sudah pulang, jika tidak, dia akan mengetahui jika yang didalam ruangan itu dalam keadaan kritis adalah Viera" ucap Zahiya yang menunduk dan kembali duduk sambil menggenggam tangan David.
"Maksud Mimi? Jadi yang didalam sana adalah Xaviera?" tanya Varuz yang membuat Varaz dan Variz menepuk keningnya sendiri saat adik datarnya itu menanyakan hal absurd.
"Tidak harus diperjelas juga bambank. Karena setingan wajahmu itu sangat tidak pantas akan mengatakan hal absurd seperti itu" ucap Varaz yang memang sangat mirip sekali sifatnya dengan David.
"Sirik aja sih loe bang, gue kan hanya bertanya" jawab Varuz yang menatap Varaz dengan tatapan datarnya.
"Serah gue lah, kenapa jadi abang yang ribet" jawab Varuz yang membuat Zahiya menepuk keningnya saat kedua anaknya sedang berdebat unfaedah.
"Bisakah kalian berdua sedikit lebih tenang? Jangan membuat Mimi dan Pipi kalian ini semakin pusing" ucap Variz yang selalu menjadi penengah untuk kedua saudaranya.
"Sorry" ucap keduanya yang langsung diam dan duduk dengan tenang. Sebelum mereka mendapatkan kabar dari Varez.
"Kenapa Mi? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Variz yang menatap raut wajah Zahiya yang berubah.
"Abang kalian sedang menyerang markas klan nya yang sudah mendapatkan sebagian informasi tentang kita. Dia sedang mengejar pengkhianat yang sudah nenyusup bertahun-tahun" jawab Zahiya yang segera bangkit dari duduknya. Lalu segera pergi dari sana untuk bisa membantu Varez.
__ADS_1
Begitu juga David dan ketiga anaknya mengikuti langkah Zahiya menuju lobby rumah sakit.
.
Sedangkan didalam ruangan UGD, Varo masih berbaring disamping Viera. Dia memeluk Viera dengan erat dan masih saja menangis.
"Honey, bangunlah. Kenapa kamu tidak mau bangun juga? Apa kamu sangat marah padaku?" tanya Varo yang masih memeluk dan mengusap pipi Viera.
"Jangan menghukum ku seperti ini honey. Bangunlah, setelah kau bangun kau bisa melakukan apa saja padaku, kau mau apapun terserah padamu. Tapi, bangunlah sekarang" ucap Varo yang menangis dan dia menelusupkan wajahnya pada ceruk leher Viera.
Varo benar-benar sudah seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Dia benar-benar sangat frustasi dan terpuruk sedalam ini. Dia terus menangisi Viera dan memohon-mohon supaya Viera bisa cepat bangun kembali.
"Honey, jika kamu tidak mau bangun juga. Aku akan melakukan sesuatu pada diriku sendiri dengan lebih parah lagi. Aku hanya ingin kamu bangun, aku berjanji akan melakukan apapun untuk kamu. Asalkan kamu bangun" ucap Varo lagi sambil terus menatap kearah Viera dan memeluknya.
Tidak berapa lama, Viera benar-benar terbangun dan yang pertama kalinya dia lihat adalah wajah Varo yang sembab dan memejamkan matanya. Mungkin karena dia kelelahan menangis.
"Abang... Abang tidak apa-apakan? Apa abang merasakan sakit dibagian yang luka abang?" tanya Viera yang mengusap pipi Varo dengan lembut dan suara lemahnya.
"Honey, kau sudah bangun? Apa kau memerlukan sesuatu?" bukan menjawab pertanyaan dari Viera, Varo malah balik bertanya dan menatap penuh binar diwajahnya.
"Aku baik-baik saja abang. Abang sendiri bagaimana? Kenapa malah mengkhawatirkan keadaan aku?" jawab Viera dengan senyuman lemahnya dan dia juga bertanya pada Varo.
"Maafkan aku honey, ini semua karena kesalahan aku membuat kamu seperti ini dan membuat kamu kritis karena menolong ku. Sekali lagi kamu jangan melakukan ini lagi, jangan melakukan ini lagi. Berjanjilah honey" ucap Varo yang menangkup wajah Viera dan mengecup keningnya cukup lama.
__ADS_1
Viera merasa kehangatan yang membuat hatinya merasa nyaman dan juga sangat dicintai oleh Elvaroz Malik Tomlinson. Pria yang membuatnya kesal sekaligus merasa terlindungi. Tapi juga sangat membuatnya ingin marah dan memaki-makinya saat sudah kembali menyakiti dirinya sendiri.