Obsesi Gila Sang CEO

Obsesi Gila Sang CEO
Ingin bayi juga


__ADS_3

"Dasar anak kurang asem. Ya mau bagaimana lagi jika kalian memang terlahir sangat tampan semua. Jika aku nya saja sudah terlahir tampan sejak dulu" gumam David yang juga meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya.


Sedangkan didalam kamar, baik Varo maupun Viera. Mereka saling berpelukan bersama diatas tempat tidur. Lebih tepatnya Viera yang dipeluk Varo darinya belakang, sehingga dengan mudah tangan Varo mengusap bagian tubuh Viera. Tiba-tiba Varo mengusap-ngusap perut Viera dengan lembut. Membuat Viera merasa bingung dan kaget akan apa yang dilakukan oleh Varo pada perutnya.


"Abang kenapa?" tanya Viera saat Varo terus mengusap-ngusap perutnya dengan lembut dan sangat lama.


"Apa aku bisa memiliki seorang bayi juga honey?" bukan nya menjawab pertanyaan Viera, Varo malah balik bertanya.


"Kenapa abang bertanya seperti itu? Aku saja bingung menjawabnya. Karena aku tidak tahu" jawab Viera dengan bingung juga. Dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang kehamilan dan bayi.


"Apa kamu ingin memiliki bayi juga atau tidak?" tanya Varo dengan semangat dan dia membalikan tubuhnya Viera untuk menghadap kearahnya.


"Ya ingin juga, tapi apa bisa? Aku saja tidak tahu caranya bagaimana. Bagaimana aku bisa memiliki bayi" jawab Viera dengan tatapan ragu dan bingungnya.


"Tentu saja bisa, apa kau mau? Jika kau mau aku akan memberitahukan nya pada mu" tanya Varo dengan menaik-turunkan alisnya menatap wajah Viera.


"Memangnya bagaimana caranya bang? Aku ingin..." ucap Viera yang langsung sadar akan apa yang dia ucapkan barusan pada Varo.


"Bang, abang tidak akan macam-macam kan?" tanya Viera yang menjauhkan dirinya dari Varo yang menatapnya dengan mesyum.


"Aku tidak akan macam-macam. Hanya satu macam saja" jawab Varo yang menarik Viera hingga merasa diatas tubuhnya sekarang.


"Abang, aku kan sedang datang bulan. Jadi abang nggak akan bisa satu macamnya itu" ucap Viera yang malah menggoda Varo dengan menunjuk-nunjuk dada bidang Varo dengan jari telunjuknya dan juga mengusapnya dengan sensual.


Varo memejamkan matanya dan dia merasakan jika bagian tubuh Viera menyentuh belut listriknya. Hingga membuatnya terbangun dan meronta ingin segera masuk kedalam sarangnya.

__ADS_1


"Abang mau kemana?" tanya Viera yang tersenyum devil melihat Varo meninggalkan nya dan pergi menuju kamar mandi.


"Sial! Kenapa malah jadi terbalik seperti ini? Kau juga, kenapa kau harus terbangun dan membuatku pegal" gerutu Varo yang memarahi belutnya yang tidak tahu apa-apa. Anggap saja begitu🤣.


"Jika seperti ini aku harus siap solo. Karena landasan pacumu sedang banjir bandang dan ada penutupnya juga" gumamnya yang segera menuntaskan keinginan belut listriknya.


"Abang sedang ngapain ya didalam sana? Kenapa lama sekali, ah biarlah. Lebih baik aku tidur saja, ngantuk juga" gumam Viera saat menunggu Varo tidak keluar-keluar juga dari dalam kamar mandi.


Setelah beberapa menit kemudian terdengar suara yang membuat siapa saja menginginkan nya juga. Bukan menginginkan bersolo ria ya, hanya ingin bersama pasangan nya saja. Nggak seperti Varo yang terpaksa melakukan nya sendiri, alias bermain solo.


"Uh, honey" ucap Varo mengerang panjang saat belutnya muntah-muntah dengan sangat parah. Dia menghela nafasnya saat sudah mengeluarkan oli mesin nya. Hingga terasa nyaman untuknya.


"Jika seperti ini terus aku akan sulit memiliki bayi. Karena kecebong premiumnya sudah sering keluar" gumam Varo yang beberapa kali menghela nafasnya kasar, lalu dia keluar dari kamar mandi dan bergabung dengan Viera diatas ranjang.


.


"Ya Allah, ada apa dengan ku? Kenapa perasaan aku tidak enak seperti ini? Apa terjadi sesuatu pada Mas Variz? Kenapa dia tidak menemuiku dan tidak mengatakan apa-apa padaku" gumam Mia saat dia tidak bisa tidur dan dia keluar dari dalam kamar untuk mengambil minum.


"Kenapa masih ramai? Bukankah ini sudah larut malam? Ada apa" gumamnya yang malah berjalan kearah kamar yang dijaga ketar oleh beberapa bodyguard diluar kamar dan didalam kamar tersebut.


"Maaf Nona, anda mau kemana? Ini adalah area larangan untuk yang bukan keluarga" tanya salah seorang bodyguard yang berharga disana.


"Maaf, saya hanya ingin bertanya saja. Apa bisa saya bertanya pada anda Tuan?" tanya Mia yang menahan ketakutan nya pada orang-orang yang sedang menatapnya datar.


"Silahkan, dan setelah itu anda segera pergi dari sini" jawab seseorang yang tidak lain adalah Leonard, orang yang Varez mintai untuk berharga disana.

__ADS_1


"Apa anda tahu keberadaan Mas Variz? Saya mencarinya, tapi tidak ketemu" tanya Mia dengan hati-hati dan dia mengatakan nya sambil menunduk.


"Beliau sedang istirahat Nona. Sebaiknya anda segera kembali kedalam kamar anda. Karena jawaban yang and inginkan sudah anda dapatkan. Jadi, silahkan Nona" ucap Leonard dengan datar dan meminta Mia untuk segera pergi dari sana.


"Baiklah, terimakasih. Permisi" ucap Mia yang segera pergi dari sana dan dia menuju dapurnya untuk mengambil air. Karena dia memang menginginkan kan air minum.


"Apa ada sesuatu yang terjadi pada Mas Variz? Kenapa ruangan itu dijaga dengan sangat ketat? Atau mereka ini sama saja dengan bang Hendar? Mereka ini adalah seorang Mafia juga? Jika iya, aku sudah lepas dari kandang macan, masuk kembali kedalam kandang singa. Ya Allah, tolong lindungi hamba dan anak hamba ini Ya Robb" gumamnya yang segera kembali kedalam kamarnya sekarang.


Mia segera mengambil air wudhu untuk menenangkan hati dan jiwanya yang merasakan perasaan tidak tenang. Dengan dia menjalankan sholat, perasaan nya kembali tenang dan bisa berfikir jernih.


Setelah selesai sholat, baru dia bisa tenang dan terlelap juga. Dia merasa ada ketenangan setelah sholat, bisa benar-benar membuatnya terlelap bersama dengan bayi kecilnya.


.


Keesokan harinya, semua orang berkumpul disana minus Variz disana. Mia merasa heran dan juga sungkan berada ditengah-tengah keluarga besar mereka.


"Hai anak cantik. Sudah wengi saja nih" ucap Viera yang menghampiri Mia dan bayinya itu.


"Ayok Nona kita makan bersama" ucap Viera yang mengajak Mia untuk bergabung dengan mereka.


"Nak, bayi kamu biar sama pelayan dulu. Kita sarapan bersama" ucap Oma Lulu yang memang sangat baik dan ramah.


Mia hanya mengangguk dan memberikan bayinya pada salah seorang pelayan disana. Dia melihat seluruh anggota keluarga dan dia menyadari jika Variz tidak ada disana.


"Semuanya, kita mulai sarapan nya dan harus diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Karena saat sedang makan tidak boleh berbicara" ucap Opa Devon yang memberikan pengumuman dulu sebelum sarapan dimulai. Karena ada dua orang baru disana.

__ADS_1


Mereka semua hanya mengangguk dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Opa Devon. Sedangkan Zahiya masih menatap kearah Mia dan itu membuat Mia merasa takut juga tidak nyaman ditatap seperti itu.


__ADS_2