
...▪︎OODEYE▪︎...
Duke Nestra sebagai tangan kanan kaisar tidak akan turun andil dalam hal ini, sebab akan di nilai melakukan kecurangan. Pembahasannya bahkan tak di ketahui Duke Nestra. Dan Xavier sebagai panglima agung memegang tanggungjawab untuk hal ini.
Ini mungkin akan sama seperti Podium Discussion. Namun versi solonya. Tidak akan ada sergahan tambahan pihak lain. Murni antara ia dan Madelin.
Hanaya tak akan kalah dari Madelin!
Peraturannya sederhana, jabarkan opini secara jelas, sesama peserta boleh menyela jika di temukan kelemahan dalam opini yang lain.
Ini di tujukan secara jelas, untuk menilai ketenangan dan cara seorang ratu mengambil solusi kala Kaisar berhalangan.
Sistim penilaian harusnya berdasarkan suara Parlemen. Anggota istana yang menilik jawaban menurut aspek dan logika. Bahkan walaupun suara rakyat banyak, jika parlemen memberi jumlah suara pada satu calon ratu, kemenangan mutlak adalah miliknya. Sayangnya, sekarang mereka hanya sebuah pajangan. Status menilai di serahkan pada Sri Paus yang sudah pasti menilai menurut suara rakyat.
Yang perlu Hanaya lakukan adalah menarik perhatian sebanyak mungkin, dan menghindari jebakan.
Setidaknya dia sudah menyingkirkan penghalang terbesar pada kontes ini.
"Seperti yang di ketahui, landasan ekonomi Utopia terbesar dalam lima tahun ini adalah ekspor gandum Vilanc-" Vilanc, siapa yang dapat menyangka desa dengan interior sederhana yang di isi seluruh budak merajai tangga kemakmuran Utopia?
'Sesuatu yang mustahil akan terlihat mudah jika telah berhasil'. Bukankah seperti itu cara orang menilai kesukaran dibalik kesuksesan ?
Setelah perang, desa Neil penghasil gandum terbesar kerajaan Vorthe di taklukan, namun saat itu seluruh pekerja gandum mati dalam perang dan Utopia hanya mendapat daerah sebagai imbalan.
Saat itu, perkembangan Vilanc dalam menghasilkan gandum melimpah melesat menggantikan Neil, memberi banyak keuntungan untuk kerajaan. Semua orang tau itu.
Lantas mengapa ini harus di pertanyakan?
"Bagaimana jika Vilanc runtuh, atau dengan kata lain bangkrut? Dampaknya memang kecil bagi Utopia tapi tetap berpengaruh, lantas apa solusinya? Lady Madelin mohon menjawab"
Pertanyaan yang serupa dalam bunyi berbeda pada Podium Discussion. Ini- akan menimbulkan pergolakan. Semua paham topik ini. Topik dimana nama Viviana naik. Topik dimana kecerdasannya terlihat.
Bisik-bisik dan tatapan tajam memenuhi punggung Hanaya.
Opini publik cenderung mudah terpicu dan sangat sensitif.
Semua orang pasti berpikir.
Yang Mulia tak adil, dia membuat keberpihakan ! Bukankah hasilnya sudah jelas ? Lady Madelin adalah boneka penghias.
Dan keadaan di balik semudah itu.
Tentunya, sebab Viviana telah menyingkirkan pendukung Madelin, api di lempar dan dia dengan mudah di jadikan target kecurigaan. Mengingat, dia adalah calon Ratu paling kontroversial yang pernah ada.
Xavier, pria itu bertanggung jawab atas hal ini bukan? Apa tujuannya menyulut api yang telah padam? Tidakkah ia sadar Viviana berjuang sekeras mungkin untuk lepas? Sekarang pertanyaan ini memicu kontroversi!
Sepertinya Hanaya harus terbiasa dengan rumor buruk yang beredar tentangnya.
"Madelin menjawab Yang Mulia. Meski itu terjadi, kerajaan masih memiliki dua lainnya Utopia akan tetap stabil meski berguncang sedikit. Dampaknya kecil tetapi berpengaruh dan-
__ADS_1
"Lady Madelin mohon menjawab sesuai konteks. Jawaban anda di luar konteks, selain itu mengutip ulang isi pertanyaan. Harap fokus!" Sergaannya membuat Madelin mengangguk.
"Maaf, itu adalah kesalahan saya. Yang Mulia" ujarnya.
Pemikiran Hanaya beralih kala mendengar jawaban Madelin. Orang yang terkenal cerdas membuat kesalahan seperti itu? Sangat bukan Madelin yang ia kenali dari rumor atau kehebatannya. Mengapa ia bertele-tele ?
"Rekrut ulang tenaga luar dan bangun wilayah pengganti. Ada beberapa daetah dekat Vilanc yang memiliki kualitas tanah serupa. Membutuhkan banyak waktu memang, namun itu solusi terbaiknya. Itu jawaban saya Yang Mulia"
Sederhana. Terlalu mendasar. Sepertinya Madelin sengaja memberinya celah. Dia sedang memanfaatkan opini publik untuk menghalangi Viviana?
Huh, ternyata memang benar. Dalam perang atau konflik apapun, segala hal di perbolehkan.
"Tergantung cara bangkrutnya. Vilanc berada dalam wilayah kekaisaran, bahkan sangat dekat dengan pusat kekaisaran, itu artinya serangan dari luar tak mungkin terjadi. Satu-satunya kecelakaan yang mungkin adalah kebakaran yang terjadi tanpa sengaja atau memang di sengaja"
Pertama-tama, perkirakan penyebab kebangkrutan. Karena tak mungkin penyebab eksternal, maka sudah pasti internal.
Baru langkah selanjutnya bergantung pada opini pertama.
Dan hasil akhir akan keluar dengan mudah setelah penyebab di ketahui.
Metode sederhana.
"Jika itu adalah kebakaran maka menguntungkan, meski kerugiannya cukup banyak. Pembakaran tanah yang terjadi akan menyuburkan tanah, itu artinya hasil tanam gandum selanjutnya mungkin akan pesat. Lalu selanjutnya lakukan rekonstruksi"
Javier nampak sangat puas namun tidak dengan Xavier. Tukikan alis dan mata tajam menunjukan ketidakpuasan. Terlalu sederhana, begitulah Hanaya mengartikan sorot mata serta air mukanya.
Meski begitu ada tujuan lain dibalik jawabannya ini.
Hanaya sudah menduga itu yang akan di tanyakan sebab itu dia sengaja menahan separuh pemikirannya. Mata Parlemen mengawasi, jika dia berpura-pura ragu dan tak tahu menjawab, maka kewaspadaan mereka menurun dan nilai pandangnya merosot. Di sisi lain, meredakan sedikit dari rumor yang ada.
Suasana hati rakyat bergantung pada ucapannya.
Gerakannya sengaja dibuat selinglung mungkin. Gerakan mata yang meliar, intonasi penuh kegugupan dan gestur tubuh bingung untuk mengelabuhi.
"Itu... itu...
"Lady Viviana tak dapat menjawab! Pertanyaan ini akan di berikan pada Lady Madelin"
Jika Madelin bisa menjawab, dua poin yang Hanaya kumpulkan sejak awal akan menjadi miliknya.
Mata tajam Madelin mengarah padanya. Sementara Hanaya tersenyum tipis dan anggota parlemen berbinar cemerlang.
Madelin. Dia berpikir Hanaya tak tau apa tujuannya. Sengaja memberi jawaban yang tak cukup memuaskan, dengan begitu Hanaya diharuskan menjawab dengan segenap tenaga. Motifnya terlihat jelas. Selain menyulut api kebencian pada sosok Viviana, ia membuat Hanaya memandangnya remeh, disaat kepercayaan dirinya berkumpul Madelin akan membalikkan situasi dalam satu serangan, memukul telak kepercayaan dirinya.
Dia berniat menyerangnya melalui psikis. Baik secara langsung atau menggunakan perantara.
Menyedihkan sekali.
Jika sisi ambisius Hanaya menggelapkan mata dan tak melihat jelas jebakan, dia mungkin akan terperangkap.
__ADS_1
Madelin, Hanaya paham seperti apa cara berpikirnya. Perkataan Brianna semalam membuatnya sadar akan hal itu.
"Apa anda berpikir beliau sungguh memuji anda? Nona, bagi publik figur terlihat baik adalah suatu keharusan. Bangsawan adalah orang berwajah dua. Coba bayangkan, gadis yang menjadi bahan konsumsi rumor buruk muncul perdana, bahkan penampilan pertamanya lebih menonjol dari bintang utama kekaisaran. Respon apa yang bintang itu berikan?"
"Memuji. Dia hanya memuji untuk formalitas. Topeng yang sebenarnya muncul ketika kalian berada di medan perang. Semakin kuat ambisimu di medan perang, semakin agresif tindakanmu"
Brianna benar. Lihatlah sorot tajam emerald yang kini bersinar itu. Sarat akan kebencian. Rasa tak suka.
Madelin yang di puja. Di gadang-gadang sebagai calon putri mahkota tersingkirkan begitu Viviana, gadis yang Putra Mahkota cintai muncul. Madelin menaruh benci, tetapi rumor buruk mengenai Viviana membuatnya stabil. Dia tak perlu melakukan apapun, rumor buruknya akan menghancurkan jalan Viviana menuju tahta.
Sebab dengan rusaknya citra Viviana, semakin rumit sosoknya dimata masyarakat. Lalu begitu Viviana muncul dalam Podium Discussion, menunjukan kebolehannya, Madelin merasa terancam.
Tujuan menyerang agresif yang Madelin tujukan memiliki satu arti.
Aku harus mengalahkannya.
Dan begitu dia gagal, satu-satunya peralihan perhatian yang baik adalah dengan berbesar hati menerima kekalahan. Dengan begitu semua orang akan tetap memandangnya sebagai ratu yang terbuka pemikirannya.
Kebencian, adalah naluri alami manusia.
Siapapun itu tak ingin memasukan orang yang berpotensial mengambil alih perhatian penonton dari pemeran utama.
Sebab itu, ini kesempatan yang bagus. Menggunakan dua pedang untuk menyerang dari arah yang berbeda. Opini masyarakat dan kepura-puraannya.
Pesta teh? Pesta dimana berbagi Ideologi, Madelin mungkin berusaha menjatuhkan Viviana dalam area kekuasaannya.
Bersyukurlah sebab kontes ini di langsungkan lebih cepat. Bukannya menghindar, Hanaya hanya harus mempersiapkan diri.
Brianna benar. Dalam medan perang, watak asli seseorang muncul. Madelin yang semula dia anggap bukan ancaman berbalik mengecam.
Kepalan tangan di gaun dan tatapan mengancam itu menunjukan segalanya.
Madelin berusaha mengintimidasi Hanaya. Alih-alih itu hanya afirmasi lain dari kata- Madelin terancam.
Sekarang di dalam arena ini, pandangan Hanaya terhadap Madelin tak setinggi semula. Madelin sama, mengincar tahta. Hak istimewa dan otoritas ratu yang melampaui segalanya, bahkan orang bodoh pun bersedia melempar putrinya untuk posisi ini.
Brianna selalu benar. Matanya hendaknya lebih awas, dibalik topeng tersingkap wajah sebenarnya para bangsawan. Dan topeng Madelin telah tersingkap.
Kali ini tak ada pilihan selain menjawab. Memberi jawaban acak sama saja merendahkan harga diri dan mempermalukan status sosial yang di sandangnya. Mengulang trik yang sama ? Rakyat akan beropini Madelin melarikan diri karena tak dapat menjawab.
Mudah saja. Semakin besar rumor semakin mudah mengalihkannya pada orang lain. Dengan berdalih kebingungan dia melempar kembali lumpur yang Madelin berikan padanya.
Hanaya sama sekali tak bangga mendesak Madelin pada tepi jurang. Madelin belum menunjukkan kekuatannya. Jika Hanaya mengambil persepsi yang salah dan berbangga diri lalu meremehkan Madelin, sama saja dengan menggali lubang sendiri.
Sebab itu, orang berkata 'Meremehkan lawan adalah tanda kekalahan' Namun manusia yang congkak selalu tak menyadari itu bukan? Semakin tinggi seseorang, semakin rendah dia memandang orang lain. Semakin tinggi cara pandangnya terhadap diri sendiri, semakin rentan pula pertahanannya
Pada titik tertentu orang lemah dapat menjadi kuat dan mengalahkan orang yang meremehkannya.
Sekarang, Madelin harus menjawab dan berpuas diri dengan poin awal. Lalu pada pertanyaan berikutnya mereka akan bertanding secara adil.
__ADS_1
...▪︎OODEYE▪︎...
Note: Reupload232404CL