
...▪︎OODEYE▪︎...
Hari ketiga dalam seminggu, seluruh undangan mulai di sebar. Sementara istana mulai di hias.
Hanaya tengah menelaah daftar keuangan dari kepala pelayan.
Sejauh ini hanya untuk undangan dan bahan baku jamuan lebih dari 800.000 ruth telah di keluarkan. Sementara harga sutra 500.000 ruth, itu artinya 1.300.000 ruth telah di keluarkan!
Ketika mendata ini, kepala pelayan bersyukur dana pribadi Viviana yang sangat fantastis cukup untuk memenuhi segalanya hingga pernikahan.
"Survenir. Kita akan butuh itu untuk tamu dari negara asing. Menurutmu apa yang cocok?"
"Sutra. Survenir kerajaan selalu sutra Yang Mulia"
Sutra, terlalu biasa. Sangat tidak berkesan.
Meski harga sutra yang tinggi, tamu kehormataan kerajaan yang beraliansi jelas dapat membeli sutra dengan mudah. Harus ada yang lain, sesuatu yang lebih spektakuler untuk menonjolkan Utopia dalam beberapa hal.
Seperti yang di katakan. Orang menilai kesuksesan melalui uang. Dan Hanaya harus membuat hal lain yang menunjukkan seberapa kuat Utopia, setidaknya memberi tekanan agar mereka tak melepas tangan dengan mudah.
Berita banyaknya anggaran yang keluar untuk pernikahan mungkin akan menggoyahkan beberapa pihak. Dan untuk membuat mereka tetap di tempat, Hanaya harus menekan mereka dengan kekuatan.
"Apa yang melambangkan Utopia?"
"Matahari yang di apit kedua singa" tentu yang bermakna, pusat dari segalanya.
Setidaknya Utopia dan Welsey merupakan kekaisaran top yang merupakan pusat dari banyak hal.
"Kalau begitu setelah mendapat konfirmasi tamu kehormatan yang menerima undangan, hitung jumlah mereka dan panggilkan pengrajin permata padaku"
"Anda berniat membuat survenir dengan permata?"
"Ya"
"Tapi Yang Mulia itu... bukankah terlalu berlebihan?"
Menghela nafas, Hanaya menjawab
"Kau tau bukan, alasan lain selain kemiliteran yang membuat kerajaan kecil terikat pada Utopia adalah keuangan. Dengan pengeluaran sebesar ini jika tak menunjukan seberapa mampu kita, Utopia secara perlahan akan kehilangan dukungan negara kecil. Kita mencapai kesuksesan dengan perang dan beraliansi. Dengan merebut atau menambah kekuasaan. Keuangan membantu mengkonsolidasikan kekuatan Utopia"
"Perjuangan untuk menjadi kekaisaran adalah dengan pertumpahan darah dan keuangan yang besar. Satu-satunya hal yang dapat di lakukan adalah menunjukan taring dan intimidasi untuk menjangkau banyak dukungan."
Kepala pelayan membatu mendengar itu. Ketika mendengar ucapan awal Viviana di telah berpikir buruk, bahwa gadis yang masih belia ini menginginkan kemewahan serta berambisi menunjukan seberapa megahnya cinta kaisar, rupanya dia salah. Sangat melenceng! Ada pisau tersembunyi dari keinginan ini.
Jika berita ini telah beredar,mungkin beberapa negara lain mulai mempersiapkan perpindahan. Kerajaan kecil harus mampu menemukan penyokong yang tepat bukan sebaliknya. Sebab bagi kerajaan kecil, kekaisaran tempat beraliansi adalah batu loncatan untuk mencapai kesejahteraan yang sama.
"Tapi darimana anda mendapat permata tambahan?"
"Itu tak penting. Cukup lakukan saja tugasmu" kepala pelayan membungkuk hormat. Meski baru tiga hari bekerja, dia dapat memastikan bahwa Viviana adalah ratu yang berkualitas.
Berapa banyak ratu yang bersedia menyediakan mahar mewah untuk kepentingan umum? Hanya segelintir. Beberapa bahkan berniat menampungnya untuk personal. Tetapi Viviana melimpahkan semuanya untuk meraih kesejahteraan bersama.
Mungkin, dia memang ditakdir dengan rumor buruk untuk semakin gemilang.
__ADS_1
"Salam Yang Mulia Ratu. Perancang busana kerajaan datang untuk membicarakan gaun bersama anda"
Mengangguk, Hanaya memerintahkan kepala pelayan pergi sementara ia menyambut sang perancang.
"Salam Yang Mulia. Semoga dewa memberkahi anda"
"Terima kasih. Mari ikuti saya"
"Jadi, apa Ratu punya permintaan khusus untuk gaun dan pakaian kaisar?"
Pakaian untuk resepsi jelas ada. Sementara pakaian pernikahan dia punya pertimbangan sendiri.
"Hanya pakaian untuk resepsi"
"Lalu pakaian pernikahan anda? Saya tak bermaksud lancang tapi bukankah itu juga harus termasuk Ratu?"
"Aku sudah memilikinya hanya memerlukan pakaian resepsi"
"Baiklah. Gaun seperti apa yang anda inginkan?"
"Buatlah gaun yang sederhana, dengan warna emas dan motif sederhana. Kau boleh menyesuaikan pakaian Kaisar dengan ku. Gaunku haruslah berkerah panjang. Dan jangan terbuka."
"Baiklah. Jadi warnanya emas"
"Tidak perlu seterang itu buatlah agak kecoklatan"
"Baik saya mengerti"
Terkejut mendengar itu sang perancang buru-buru menjawab
"2 hari paling lambat 3 hari, Yang Mulia."
"Kalau begitu di hari ketiga, jika sudah selesai kapanpun waktunya kirim itu ke istana."
"Baik."
Dan ketika malam datang, pelayan yang diutus Javier selalu datang untuk memberikannya perawatan gratis. Dan dengan cara itu mereka selalu berkomunikasi diam-diam.
***
Hari ke empat, seluruh data mengenai tamu kenegaraan yang diundang telah di terima.
100 0rang lebih.
Dan, salah satunya adalah raja Basiley.
Kepala pelayan telah memanggil pengrajin permata dan Hanaya telah memberi instruksi untuk pembuatan survenirnya.
Batu permata dengan warna yang berbeda yang sebelumnya telah di perintahkan pelayan untuk dipisahkan sesuai warna yang Hanaya inginkan. Masing-masing di bentuk matahari dan dua pasang singa yang menghadap samping satu sama lain sambil menjunjung kaki dan dengan mulut yang terbuka. Sebanyak 50 pengrajin permata terbaik di seluruh negeri terlibat dalam pembuatan.
Survenir harus selesai sebelum pesta pernikahan.
Sekarang hanya tersisa satu masalah, pakaian pernikahan.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin menggunakan pakaian pernikahan kaisar sebelumnya? Ini permintaan yang sangat tak masuk akal!"
"Setelah menghabiskan banyak biaya, apa anda tak menyisakan uang untuk bagian terpentingnya? Sungguh pemborosan yang sangat!"
"Pernikahan ratu-ratu sebelumnya belum ada yang mengeluarkan biaya sebesar ini 1.300.000 roth! Sungguh fantastis. Bahkan ratu membuat survenir dengan permata betapa baiknya anda, Yang Mulia Ratu"
Parlemen seperti biasa. Menunggu diam-diam dan mengambil celah untuk menyerangnya. Mereka jelas tak berpihak padanya dan akan menggunakan masalah ini untuk menyerangnya secara habis-habisan.
Pengajuan Hanaya kali ini telah di nilai sebagai kesempatan untuk memperlihatkan taring.
Tapi siapa mereka, hingga Hanaya harus merasa terintimidasi?
"Kaisar sebelumnya mendapat julukan sebagai cahaya dari dewa. Menggunakan aset kaisar terdahulu menunjukkan tanda hormat dan sebuah berkat. Sebab kehadiran kaisar tak dapat di hadirkan secara nyata lagi, menggunakan asetnya menjadi sarana akan kehadiran mereka. Utopia dapat menunjukan penghormatan melalui ini"
Dan dengan satu kalimat Hanaya memukul mundur segalanya. Semakin hari menjadi ratu, semakin banyak dia tau cara menempatkan diri.
Ayah Javier, adalah raja dengan nobel ini sebab mampu mengubah status Utopia menjadi kekaisaran, tentu dengan bantuan kontribusi ayahnya. Nobel ini merupakan penghargaan tertinggi dari Sri Paus. Apalagi dengan gelar cahaya dari dewa. Menggunakan item kaisar terdahulu bukan tanpa tujuan. Ini merupakan peringatan tak langsung darinya, sekaligus ingin memperlihatkan seberapa mereka menghargai jasanya.
Sebenarnya ini hanyalah pedang lain untuk menekan utusan kerajaan lain dengan tujuan mengingatkan bahwa Utopia dan kaisar sebelumnya adalah penopang mereka. Orang yang pertama kali mengulurkan tangan.
Hanaya tak akan mengajukan ini jika dia tak memikirkan kaitannya.
"Dan masalah pengeluaran keuangan yang melebihi batas itu murni milik saya sendiri. Tak perlu di tanyakan dari mana asal dana ini. Saya membawa bukti dari perbendaharaan istana."
Begitu surat dengan tanda tangan dan cap resmi bendahara kerajaan di letakkan diatas meja, semua anggota parlemen terdiam.
Hanaya yakin, gejolak kebencian padanya semakin menukik dan hasrat menggebu-gebu untuk menyingkirkannya meluap. Namun semakin dia di serang, semakin baik keahliannya dalam memojokan.
"Jadi, apa ada yang ingin menyampaikan protes? Silahkan di suarakan"
Hening, sementara mata Javier menatap Viviana tak terbaca. Semakin melihatnya, semakin berkembang pula sosoknya.
"Tidak Yang Mulia. Protes itu hanya di tujukan untuk kepentingan istana. Kami sama sekali tak berniat buruk"
Penjelasan bodoh yang hanya memaparkan isi hati mereka.
Sungguh munafik!
"Kalau begitu, pakaian pernikahan yang akan di gunakan adalah milik kaisar terdahulu" ujar Javier yang tak mendapat penolakan. Mungkin sebab habisnya sumbu atau bahan untuk meledakkan sosok Viviana.
Dan dengan begitu, Hanaya mencapai apa yang di pikirkannya lagi.
Bagaimanapun, ini adalah pesta pertama dan dia sama sekali tak berniat menunjukkan kemewahan untuk memberitakan seberapa banyak dia dicintai. Tujuannya untuk menekan setiap hal yang akan menghancurkan Utopia.
Sebab kisahnya di mulai dari tahta Utopia. Perjalanan cintanya yang bahagia.
Semoga ini bukanlah kepalsuan sebab keragu-raguan yang menghampiri.
Semoga.
...▪︎OODEYE▪︎...
Note: Reupload233004CL
__ADS_1