Odd Eye

Odd Eye
Part 59. Taktik yang sama


__ADS_3

...•ODDEYE•...


Entah mengapa ada sesuatu yang terjadi pada Viviana. Tidak seperti sebelumnya, wanita itu kini begitu tenang dan terkendali. Berbanding dengan semua kemarahannya saat mendengar kematian ayahnya.


Apa ada sesuatu yang terjadi padanya ? Sesuatu yang tidak Javier ketahui ?


"Kau baik-baik saja?" Netra keduanya bertemu melalui refleksi cermin. Utas senyum tipis muncul dibibir Viviana.


"Tidak. Tapi sedang berusaha baik-baik saja"


Menghampiri wanita itu, Javier mengecup puncak kepalanya kecil "Ada yang kau inginkan? Kau tentu tau aku bisa memberikanmu segalanya selama itu tidak berlebihan "


"Hiburlah aku" tanpa diduga satu kecupan mendarat dibibir Javier, begitu cepat hingga membuat pria itu terkejut.


Hanaya tidak punya waktu. Dia menghabiskan segala tenaga hanya untuk kehilangan segalanya sebab mengesampingkan semua peringatan yang dia terima.


Benar, istana tidak seperti kelihatannya. Keraguan ayahnya adalah kebenaran dan kata-kata Brianna adalah nyata. Cinta yang dia pikir dapat mempertahankan Javier sekarang nampak sepele setelah rasionalitasnya pulih.


Cepat atau lambat Javier akan memiliki wanita lain. Dan Hanaya perlu mengamankan posisi Viviana serta keturunannya. Karena cinta yang dia inginkan sekarang menjerumuskannya dalam kekalahan telak. Maka tidak ada yang tidak mungkin dengan opsi Javier memiliki wanita lain.


Disisi lain parlemen akan menggunakan segala cara untuk menyingkirkannya sebab Viviana sudah kehilangan sokongan terbesarnya- Viscount Lances.


Belum lagi Xavier. Ancaman terbesar bagi Hanaya. Pria itu bahkan bisa menyingkirkan ayahnya, Viviana dimatanya mungkin bagaikan debu.


Memikirkan semua itu membuat Hanaya sampai pada kesimpulan yang Brianna berikan. Logikanya harus lebih kuat dibandingkan hati.


Karena dengan posisi ini Hanaya adalah bidak catur yang paling diinginkan dari segala sisi. Entah parlemen maupun Xavier. Dia harus merintis jalan tersembunyi untuk dirinya sendiri. Mengamankan posisinya.


Karena Javier bukan lagi poros dari segalanya. Hanaya harus bertahan hidup dengan membuang semua kenaifan yang dia idamkan- karena dunia yang dia tempati sekarang tidak sesempurna dalam bayangannya.


Bahwa cinta dapat berubah kapan saja.


Harusnya Hanaya menyadari ini sedari awal. Sayangnya kata-kata tidak cukup kuat untuk meyakinkan, orang cenderung akan percaya saat sudah mengalami.


Dia akan mengikat Javier bukan dengan cinta tetapi dengan tali kekang yang tidak dapat pria itu putuskan.


***


"Ada sesuatu yang terjadi?" Javier menarik nafas mendengar pertanyaan Viviana.


"Aku akan mengurusnya, kali ini kau harus istirahat. Aku sudah cukup membuatmu kelelahan" kekehan pelan muncul, Viviana mengusap sisa makanan dibibirnya anggun.


Dia paham betul makna kalimat itu. Percintaan semalam adalah jawabannya. Sayangnya Hanaya tidak punya waktu untuk menyenangkan diri dengan semua kemewahan yang Javier berikan.


"Katakan padaku, lalu aku akan memutuskan ikut atau tidak" kernyitan tajam muncul didahi Javier. Viviana adalah wanita yang penurut. Meski keras kepala, Javier tau perempuan itu lemah terhadap rayuan. Lantas apa yang membuatnya berubah seperti ini?

__ADS_1


Ada sesuatu yang Javier lewatkan. Viviana yang semula polos dan tegas sekarang terlihat seperti rubah. Seakan citra baru yang dia tunjukan adalah bagian dari dirinya yang tersembunyi.


"Suku Basilik, sebelah Utara kita mendobrak batasan. Sepertinya kita memang harus mempersiapkan perang. Posisi Xavier yang kosong membuatku harus turun tangan"


Basilik, suku yang masih mempertahankan cara hidup kuno adalah suku yang hidup di bagian Utara perbatasan Utopia. Basilik selain begitu kuat suku itu punya jumlah yang besar.


Fakta bahwa Utopia belum bisa menaklukan mereka adalah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri- bahwa dengan cara hidup kuno Basilik dapat bertahan dengan baik.


Tapi kenapa mereka mendobrak batasan (menyerang) sekarang ? Waktu paling krusial adalah saat penobatan Javier. Meski keamanan Utopia begitu baik, Basilik setidaknya punya satu atau dua mata-mata didalam sini.


"Kau sudah punya rencana?" Nada bicara yang membuat Javier yakin, terjadi sesuatu pada Viviana. Sesuatu yang tidak dia ketahui.


Wanita itu sebelumnya begitu sopan. Viviana tidak akan menyebut sebutan kau jika tanpa seizinnya. Dan sekarang perempuan itu berbicara leluasa tanpa malu.


"Tidak ada rencana apapun selain menyerang balik. Kematian ayah menunda segala rencana. Daerah itu harus di kuasai sekarang"


"Kalau begitu pakai rencanaku"


"Viviana, kau tau apa yang kau katakan?" Nada tajam yang menusuk hatinya. Namun Hanaya tidak berniat mundur.


Dia harus menunjukkan kelayakannya. Membuktikan pada Xavier bahwa Viviana tidak selemah itu. Hanaya bersumpah demi hidupnya dia akan bertambah kuat.


Hal pertama yang dia lakukan adalah membunuh perasaannya terhadap Javier.


"Ini bukan masalah sepele, Viviana!" Kalimat yang membuat Hanaya merasa Javier meremehkannya. Apa laki-laki yang mengaku mencintainya ini tidak mempercayainya sedikitpun ?


Mengigit bibir, Hanaya mengenyahkan perasaan yang tersakiti. Tidak ada waktu untuk semua itu.


"Justru karena aku tau ini masalah yang besar jadi aku mengajukan diri untuk membantumu. Karena aku mengkhawatirkanmu" nada merayu yang membuat Hanaya mengingat pertengkaran pertama mereka.


Dia memakai taktik yang sama untuk ini.


"Kau akan lebih aman berada disini! Itu adalah keputusan ku!"


Hanaya mengepalkan tangan berusaha menahan perasaan kesal yang hendak meledak. Akan kacau jika mereka berdua sama emosionalnya.


Karena atmosfer diruang makan ini berubah tak baik.


"Kalau aku bisa membuat Xavier bersedia ikut serta, apa kau bersedia menerima permintaanku?" Kalimat yang menghentikan langkah Javier.


Hanaya bisa melihat ketertarikan dimata pria itu. Hal yang mengingatkan Hanaya akan satu fakta-Xavier memegang seluruh kendali dalam hidupnya.


Pria keji yang sangat ingin Hanaya hancurkan.


Perasaannya bercampur aduk. Antara amarah dan ketakutan begitu kuat hingga menggetarkan aliran darahnya.

__ADS_1


"Xavier tidak pernah bisa diperintah. Aku kenal kakakku lebih dari yang kau tau, Viviana. Jadi lupakan itu!"


"Jika aku bisa membawanya kau harus mengizinkan semua yang ku katakan!" Sifat keras kepala yang membuat Javier menggertak gigi, kesal.


Sejak kapan Viviana menjadi sangat tidak terkendali dan tidak bisa di kontrol seperti ini ?


Seakan kematian ayahnya mengubah citra dirinya. Apa rasa kehilangan bisa mengubah seseorang sebesar ini ?


"Jika kau bisa, aku akan membiarkanmu melakukan apapun yang kau inginkan"


Viviana tidak akan bisa membalikkan pikiran kakaknya. Javier telah menghabiskan setengah hidupnya bersama Xavier. Dia tau pria itu berwatak baja dalam hal integritas.


Dan Viviana tidak akan pernah bisa membawa Xavier yang berpendirian teguh.


Hanaya tau, Javier tidak mempercayai kemampuannya. Dan meskipun rasa benci dan takut menguasai, Xavier- seperti yang selalu Hanaya pikirkan adalah pemegang kendali hidupnya.


Pria itu adalah pusat kebencian dan kunci untuk semua permasalahannya.


Musuh yang harus dia ajak sebagai sekutu.


Mendengar nama pria itu saja sudah cukup membuat rasa muak dan takut serta keinginan melenyapkan muncul dengan menggebu.


Namun Hanaya harus berusaha.


Bukankah musuh didalam selimut jauh lebih keji ? Dan pisau tersembunyi jauh lebih ampuh ?


Hanaya akan menjadi keduanya. Dia akan menarik Xavier dalam pihaknya dan melenyapkan pria itu. Seperti yang Xavier lakukan pada ayahnya.


Meraih kepercayaannya kemudian melenyapkannya.


Kenapa Hanaya tidak memikirkan ini sejak lama? Jika dia memikirkan opsi ini dengan pikiran dan bukannya hati- Hanaya tidak akan kehilangan segalanya.


Helaan nafas panjang keluar. Sekarang yang harus dia lakukan adalah bertahan hidup.


Fokus pada dirinya sendiri dan bukan Javier atau Xavier. Mereka menyita banyak aspek dalam hidupnya dan membuat Hanaya kehilangan segalanya.


Cinta terhadap Javier dan hasrat untuk tenggelam dalam kebahagiaan membuat Hanaya berusaha menghapus keberadaan mutlak Xavier hanya untuk berakhir di pukul telak.


Sekarang dia harus memutari sisi lain. Memainkan peran yang dia benci.


Sekutu Xavier.


......•ODDEYE•......


Note:Update20230824CL

__ADS_1


__ADS_2