Odd Eye

Odd Eye
Part 43. Berita kebahagiaan


__ADS_3

...▪︎OODEYE▪︎...


Baru saja menjadi buah bibir rakyat kekaisaran, berita mengenai resminya delegasi antara Welsey dan Utopia di umumkan di depan kuil suci dewa oleh pembawa pesan.


"Rakyatku sekalian, Aku Javier sebagai kaisar ingin membawa kabar gembira. Setelah gencatan senjata yang cukup lama, Welsey membawa diri sebagai pembawa pesan damai. Hari ini, Utopia dan Welsey resmi menjadi saudara kekaisaran dan Utopia terbuka bagi rakyat Welsey begitu pula Welsey"


Sorak-sorai terdengar.


"Persatuan dua kekaisaran? Kita benar-benar di berkati!"


"Ya! Ini pasti karena kehadiran Ratu!"


"Utopia bertambah sejahtera! Ratu benar-benar pembawa berkat!"


Sementara itu, Frederick mengirim Sam sebagai penyampai pesan mengenai Aliansi. Berbanding terbalik dengan Utopia yang di limpahi sukacita, Sam malah mendapat penolakan.


Ruang pertemuan kerajaan Welsey.


"Yang Mulia Frederick telah mengadakan aliansi bersama kekaisaran Utopia dan untuk kedepannya Welsey akan terbuka untuk rakyat Utopia, begitu pun sebaliknya"


"Apa ini? Bukankah tujuannya berbeda dari tujuan tetap Yang Mulia?"


"Benar! Tuan Sam, Yang Mulia tak bisa mengubah tujuan seperti ini? Jika kita menyerang lebih dulu disaat yang telah di tentukan Utopia akan menjadi milik kita!"


"Bagaimana mungkin aliansi di ciptakan bersama musuh besar kekaisaran!" Anggota parlemen jelas menjadikan Sam sebagai pelampiasan amarah. Pemuda itu menghela nafas pelan.


Yang Mulia, seharusnya anda ada disini. Suasananya lebih panas dari perkiraan anda. Mungkin anda sudah tau dan sengaja menjadikan saya samsak pengganti.  Batin Sam. Teringat lagi diskusi keduanya sebelum kedatangannya kesini.


"Sam, pergilah dan sampaikan pesanku"


"Tapi, bukankah seharusnya itu Yang Mulia. Situasi akan memanas, jelas yang bisa menangani situasi ini adalah Yang Mulia sendiri"


Frederick menarik nafas pelan dengan wajah sedih yang dibuat-buat


"Tapi jika aku pergi, tidak akan ada kesempatan menikmati keindahan Utopia. Bukankah mereka menuntutku memiliki pendamping? Katanya ada banyak wanita bijak di Utopia"


"Anda mengerti kekhawatiran saya tetapi malah menyepelekan itu" sergah Sam sedikit kesal.


Frederick terkekeh "Jika begitu katakan, aku tertangkap sebelum berhasil memberi aba-aba. Mereka akan percaya"

__ADS_1


Sam menatap tuannya dengan wajah lelah sekaligus memendam kekesalan "Tidak akan ada yang percaya alasan kekanak-kanakan seperti itu Yang Mulia !"


"Sam, ini perintah. Sebagai bawahan kau di haruskan mematuhi perintah tuanmu. Apalagi aku seorang Kaisar" dan dengan fakta berbalut kelakar itu, Sam terpaksa menjalankan tugasnya.


"Baik Yang Mulia" ujarnya setengah hati.


Frederick menepuk bahunya


"Ku serahkan tugas ini padamu. Aku janji, setelah kembali ke Welsey, permintaan cuti mu akan ku kabulkan dan ku tambahkan jangka waktunya" dengan iming-iming itu, berakhirlah Sam disini.


Berusaha menangani kekacauan yang di perbuat tuannya.


"Aliansi ini jelas menguntungkan. Yang Mulia telah memikirkannya, mungkin Welsey bisa mempelajari cara mensejahterakan rakyat dari Utopia dan menghilangkan perbudakan. Selain itu, suplai gandum ke Welsey tak akan terhambat" meski maritim Welsey begitu kuat, nyatanya tanah untuk bercocok tanam tak sesubur milik Utopia sebab itu dengan tak adanya gandum olahan roti dan lainnya tidak ada disini bahkan jika pun ada itu terbatas dan hanya di tujukan bagi pejabat.


Dilihat dari kacamatanya, tujuan beraliansi ini menguntungkan "Kita juga dapat mengurangi korban perang dan kekurangan pasokan militer" nampaknya itu cukup memuaskan, sebab menyurutnya pengutaraan komplain.


"Ini merupakan hadiah dari kaisar Utopia, lima ratus karung gandum atas permintaan Yang Mulia Frederick" ucapan Sam membuat anggota parlemen saling berpandangan.


Sebab langkanya gandum membuat pokok makanan itu dianggap sebagai permata dalam lumpur.


Frederick meminta ini sebagai hadiah penerimaan kedamaian dari Welsey kepada Utopia. Permata dan emas? Welsey memiliki semua itu. Alih-alih meminta permata, gandum yang langka tentu akan menjadi target. Kaisar bersedia melepas lima ratus karung dari gudang penyimpanan gandum musim dingin milik Utopia. Sam tau tuannya menggunakan gandum sebagai uang tutup mulut untuk parlemen yang keras, dan lihatlah hasilnya?


***


"Sepertinya Ratu mengesankan rakyat kali ini lagi, lady Madelin" ujar Adelle.


Madelin menarik senyum simpul


"Untuk sekarang, tetapi posisi itu akan menjadi milikku kelak"


"Ucapan tanpa bukti adalah omong kosong, anda tau itu bukan lady ?" Sarkas Adelle


"Tentu. Waktu adalah buktinya. Kelak kau akan melihatnya, siapa Ratu yang sesungguhnya" Madelin berujar penuh kecongkakan.


"Ku dengar pembaharuan faksi di lakukan? Apa dia mengetahui itu?"


"Tuan Xavier? Itu terjadi atas perintahnya" sesaat Madelin terkejut. Matanya menatap Adelle yang tengah menyesap teh, sementara pergerakan menyulamnya terhenti.


"Dia tau?"

__ADS_1


"Ya. Aku tak tau apa yang beliau pikirkan, tapi aku berharap ini bukanlah soal rasa. Rencana ini akan berakhir jika dia menjadi budak cinta wanita itu" kilatan ketidaksukaan berkilat di mata Adelle. Semoga ini bukan rencana yang di dasarkan pada perasaan, melainkan logika yang kuat. Adelle merasa alasan itu tak sesederhana yang ia pikirkan.


Ada begitu banyak rumor mengenai keduanya. Kedekatan mereka pun terjalin dengan alami. Padahal Xavier bukan orang yang mudah di luluhkan dinding pertahanannya. Semua orang yang ada di dekatnya adalah pion, mereka punya posisi dan pos untuk menjalankan rencananya. Lantas apa posisi yang di miliki Viviana? Wanita Kaisar terkini?


Alasan itu mempengaruhi penilaian Adelle akan rencana pembaharuan faksi ini.


Melihat kilatan kebencian di mata Adelle, raut wajah Madelin berubah semula, provokasinya kembali di layangkan "Ratu, ya? Dia orang yang menarik. Bukankah perdamaian ini terjadi karena pesan antara dia dan Kaisar Welsey? Sepertinya Ratu memang bunga yang menarik. Banyak lebah jantan mengerumuninya"


"Tapi bagiku, dia tak lebih dari gadis biasa. Aku masih berpegang pada penilaianku tentangnya" desis Adelle penuh kebencian.


"Jadi kau tak punya pilihan lain selain melayani ratu bukan?"


"Anda salah lady. Faksi yang tak memiliki pilihan, Adelle de Math jelas selalu memiliki pilihan" Adelle meralat tuduhan Madelin. Hak beropini pribadi tak dapat di paksakan sesuai dengan opini komunitas bukan? Dan selama masih bisa memilih, Viviana bukanlah Ratu yang ingin dia dukung.


"Kalau begitu saya harus pergi sekarang lady Madelin. Ada yang harus saya temui"


"Orang yang harus kau temui, dia adalah Xavier bukan? Kau ingin memastikan keraguanmu? Apa kau berpikir dia akan mengakuinya?" Tebak Madelin yang memang sepenuhnya benar. Disanalah tujuan Adelle.


"Saya yang memutuskan percaya atau tidak dengan pengakuan tuan. Tapi tuanku tentu tau, untuk menggunakan seseorang selain imbalan besar, kepercayaan di butuhkan"


"Kau benar-benar keras kepala, itulah sebabnya posisimu selalu di bawah Alexander" ujar Madelin, jelas mengejek.


Sudut bibir Adelle mengurva, menyunggingkan senyum, balas mengejek.


"Itu jauh lebih baik, di bandingkan bangsawan berwajah dua. Saya bertanya bagaimana rasanya mempertahankan senyum di depan orang yang di benci? Atau bagaimana rasanya bersikap lembut padahal tempramen? Lady Madelin mungkin akan mendapat gelar aktris terbaik jika terjun di dunia teater, sayangnya manusia itu serakah. Tak masalah, itu alamiah"


Senyum mengejek luntur tergantikan kemarahan. Kepalan tangan Madelin menyorot Adelle geram.


Adelle memang benar. Adelle menunjukkan ketidaksukaannya secara terang-terang tak seperti Madelin yang munafik. Kedekatan lima tahun sebagai teman bertukar pikiran membuat keduanya tau sifat masing-masing.


Kala presensi Adelle menghilang, Madelin menggila, teko dan cangkir teh mahal bahkan meja kaca ribuan roth di hempaskannya sebagai pelampiasan emosi.


Pelayan di dekat sana menatapnya dengan takut-takut. Sifat sebenarnya Madelin terungkap.


Dengan deru nafas yang berusaha di redam Madelin mendesis "Saat aku menjadi Ratu, kepalamu adalah yang pertama melayang, Adelle"


Sebab selain Viviana, Adelle adalah orang yang mampu membungkam Madelin.


...▪︎OODEYE▪︎...

__ADS_1


Note: Update052312


__ADS_2