Odd Eye

Odd Eye
Part 34. Wedding day


__ADS_3

...▪︎OODEYE▪︎...


Pernikahan di langsungkan di kuil. Sementara ayahnya menuntun Hanaya, degup jantungnya membuncah. Di ujung karpet sutra merah, sosok Javier berdiri gagah dalam balutan tuxedo hitam milik ayahnya, di bawah tangga menantinya dengan tatapan dan senyum lembut.


Ini adalah hari dimana titik balik hidupnya dimulai.


Setelah menggengam tangan Javier, setelah janji suci terucap, dan setelah cincin tersemat, kesukaran yang Hanaya hadapi akan menghilang secara perlahan di isi dengan cinta Javier.


Dia telah membuat keputusan yang tepat. Dewa seakan memberinya anugerah.


Viscount Lances menyerahkan tangan putrinya sambil berharap, semoga ini adalah pilihan terbaik. Semoga hidup Viviana akan lebih baik lagi. Semoga keraguan yang masih mendera, melenceng adanya.


Keduanya menaiki tangga, menuju pada Sri Paus di altar.


Sumpah setia di ikrarkan di depan altar suci dengan saksi seluruh warga Utopia. Bahwa baik Viviana dan Javier akan saling menemani dalam suka dan duka, mengemban tugas dan tanggung jawab serta saling melengkapi hingga akhir hayat.


Cincin yang tersemat di jari manisnya menjadi tanda telah resminya status mereka.


"Silahkan mencium pengantin wanita" jantung Hanaya berdebar kencang sementara nafasnya tertahan kala Javier mengusap lembut pipinya mengirim gelayar aneh ke seluruh tubuh.


Lalu ciuman lembut mendarat.


Dan riuh tepuk tangan menyadarkan Hanaya. Kerumunan ini melihatnya sebagai Ratu, sebagai pendamping pria yang ia cintai, Javier.


Dengan tuntunan Javier mereka menaiki kereta kuda emas yang di desain tandunya untuk terbuka. Ini adalah bagian lain untuk menunjukkan citra kaisar dan istrinya.


Parade di gelar di sepanjang jalan besar Utopia. Bermula dari kuil utama lalu berakhir hingga istana.


Dari balik tirai dan dengan gaun pengantinnya Hanaya melihat bagaimana sorak-sorai dan suara berupa berkat di utarakan. Mendenggung, menambah eurofia, membuat suasana lebih dari hidup.


"Semoga kaisar dan ratu panjang umur."


"Semoga pemimpin Utopia semakin bersinar."


"Dewa memberkati Utopia dengan cahaya lain selain kaisar sebelumnya."


"Kekaisaran akan di berkahi dengan sepasang tangan dewa."


"Betapa serasinya mereka."


"Semoga cinta kalian abadi."


Bunga mawar putih di lempar sebagai tanda dan perwakilan atas cinta sejati. Memenuhi jalanan.


Hanaya benar-benar telah di terima. Keberadaan Viviana telah di akui. Lihatlah wajah-wajah bahagia ini, yang dengan sorak-sorai menyanjungnya.


Dia berhasil mendapat cinta sebagai ganti atas kebencian yang terarah padanya selama ini.


"Kau dengar? Mereka mengatakan seberapa sempurnanya kita?"


Hanaya mengangguk dengan senyum lebar. Jadi begini rasanya di cintai banyak orang ?

__ADS_1


Berbanding dengan kehidupan di masa lampaunya. Tidak di cintai dan di hargai. Tetapi disini ? Di dunia buatan ini, Hanaya di cintai. Perjuangannya tak berakhir sia-sia.


Dan ketakutannya pasti tak akan terwujud. Javier mencintainya dan akan selalu begitu.


Lalu mengapa dia harus selalu di terpa rasa khawatir?


"Apa yang kau pikirkan?" Suara Javier menarik kesadaran Hanaya.


Wanita itu tersenyum kecil, lantas menggeleng.


"Tidak ada. Hanya sedikit tak menyangka, bahwa akan ada hari dimana semua orang melihatku seperti ini"


Javier mengecup perlahan tangan Viviana "Tentu. Seorang ratu pantas di cintai."


***


Setelah itu, pesta kerajaan berlangsung. Kini Hanaya duduk disini, bertempat di samping Javier. Kursi yang biasanya kosong, kini telah di isi olehnya.


Aula kerajaan di penuhi tamu kehormatan, sementara di hall kerajaan jamuan untuk rakyat tersedia.


"Terima kasih telah hadir dalam pesta pernikahan kami. Sebagai kaisar, saya sangat bersukacita atas kedatangan ini. Beberapa pertunjukan telah di sediakan bagi semua orang" Hanaya terkejut, menoleh menatap Javier.


Dia tak mempersiapkan pertunjukan.


Paham akan itu, Javier menggengam tangan Viviana "Nikmatilah, ini hadiah untuk semua kerja kerasmu."


Lalu para penari mulai mengambil tempat. Penari wanita mulai meliukkan tubuh saat tabukan gendang berbunyi. Suara ketukan kaki serta gemericik perhiasan berupa gelang emas pada kaki dan tangan berbunyi.


Tarian ini indah, tetapi intens.


Beberapa menit kemudian, mereka selesai. Baik dalam aula kerajaan maupun hall bergemuruh oleh tepuk tangan. Setidaknya ini tak membawa pengaruh buruk bagi kekaisaran.


Javier dan Viviana sebagai poros perhatian turun secara umum. Terlibat dalam perbincangan.


Ini adalah Marquis George, pemilik tambang permata dan istrinya yang mungkin berusia 10 tahun lebih muda darinya.


Rupanya pernikahan berbeda usia telah ada di masa ini. Sedikit mencengangkan memang.


"Pesta kerajaan kali ini sungguh meriah. Bahkan rakyat di izinkan masuk dan ikut bersama, sungguh sebuah kemuliaan. Ratu pasti telah bekerja keras."


"Terima kasih. Saya senang semua orang ikut andil dalam perayaan" jawab Hanaya memberi senyum formal.


"Saya dengar Ratu bahkan menggunakan dana pribadi apalagi mahar dari kaisar. Belum pernah ada ratu seloyal dan sebaik anda. Rakyat Utopia merasa sangat di hargai."


"Terima kasih Nyonya senang mendengar itu."


"Ah, dan ini adalah hadiah ucapan selamat atas pernikahan Yang Mulia berdua. Mohon di terima."


Terkejut, Hanaya menolak dengan sopan. "Saya sangat berterima kasih atas niat baik Marquis dan nyonya tapi kehadiran kalian adalah sebuah hadiah besar bagi kami."


Marquis dan sang istri tertawa

__ADS_1


"Betapa pandainya istri Kaisar  menyenangkan orang"


"Tidak. Ratu memang sangat menantikan kehadiran yang diundang di bandingkan hadiahnya." sela Javier.


"Tapi saya akan sangat sedih jika Ratu menolak. Saya telah mempersiapkan hadiah ini sejak mendengar kemenangan luar biasa anda. Mohon di terima."


Kali ini, tak ada lagi alasan untuk menolak. Maka dengan itu Hanaya terpaksa menerimanya "Terima kasih atas hadiahnya."


"Tentu. Terima kasih kembali Yang Mulia Ratu" selanjutnya Hanaya di perkenalkan pada orang penting kekaisaran. Ada Countess Alexa sebagai sebagai bendahara kerajaan, pemilik pelelangan legal bahkan sampai pemimpin kelompok.


Dan salah satu kelompok yang membuat Hanaya tertarik adalah Retoris. Kumpulan bangsawan dengan keluesan dalam bahasa. Dimana semuanya merupakan pengarang cerita populer yang beredar di Utopia.


Pendongeng handal. Sekumpulan orang yang mengubah naskah hidup seseorang menjadi cerita yang di minati banyak kalangan. Syair, puisi, sajak, kisah cinta, dan ilustrasi dalam berangan, kisah yang bahkan kebenarannya dapat di palsukan. Tempat dimana kebenaran dapat terkubur, atau kebohongan dapat di percantik. Sebuah tempat dimana bahkan ilusi  dapat menjadi kebenaran. Atau kebenaran dapat menjadi kebohongan. Retoris menciptakan semua itu hanya dengan tulisan.


Bagaimana hidup dapat di jadikan lelucon atau kisah menginspirasi tergantung cara pandang penulisnya.


Retoris di pandang buruk sebab ini, meski begitu cerita karangan mereka beredar dengan luas. Menjangkau seluruh Utopia. Berbagai sampul terjual dengan cepat dan menghasilkan keuntungan yang tak sedikit.


Asal-usul kelompok ini bahkan belum di ketahui dan siapa pemimpinnya pun masih menjadi misteri. Retoris bukan faksi dengan tujuan politik kuat melainkan sekelompok orang dengan kebebasan berangan yang identitas tersembunyi.


Tetapi inilah yang menjadikan mereka ancaman. Seperti racun yang tak di hentikan penyebarannya. Bisa saja beberapa sejarah di tulis dan di palsukan lalu di edarkan.


"Diantara semua bangsawan ini, ada dari mereka yang terlibat tapi terlalu cerdik menyembunyikan identitas. Parlemen membuat peraturan melarang Retoris. Jika kau menemukan mereka atau bukti penyebaran terbitan terbaru mereka, musnahkan."


Ya, Hanaya tau itu.


Satu kepala berharga 50.000 ruth.


Tentu mereka adalah buronan negara.


"Kau memiliki orang yang di curigai?" Tak perlu bertanya Hanaya tau jawabannya.


"Orang dengan keahlian dasarnya adalah bahasa dan kepenulisan"


Terlalu gegabah mengambil langkah . Tetapi bangsawan peminat kepenulisan dan bahasa adalah orang yang cocok dengan deskripsi Retoris.


Itu artinya Rozetta, masuk di dalam ini.


Daftar orang yang di curigai.


"Putri Baron Arches, lady Rozetta sahabatmu adalah salah satu orang yang harus kau waspadai"


Jantung Hanaya tiba-tiba saja mencelos. Semoga bukan... bukan Rozetta.


Pertemanan mereka baru namun terbentuk dengan solid. Hanaya tak akan mampu membunuhnya.


Dan saat itu pula tatapan mereka bertemu.


Rozetta, itu bukan dirimu kan ?


...▪︎OODEYE▪︎...

__ADS_1


*Note: Reupload01*2305CL


__ADS_2