Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Gara - gara Adinda


__ADS_3

"Hi.. Karina, apa kabar kamu? " sapa Yudha melalui panggilan telepon nya.


"Yudha."


"Kamu masih ingat suara saya. "


"Ingat lah, siapa yang tidak ingat. Tadi siang itu, jujur saya ingin mengobrol banyak sama kamu, tapi kamu nya sibuk, dan nggak bisa lama buat mengobrol."


"Kamu sekarang sama siapa? "


"Sama orang tua. "


"Nggak maksudnya, kamu menikah atau pacaran. "


"Sendiri, sama yang itu putus. "


"Oh, jomblo. "


"Kamu sama siapa sekarang? "


"Sendirian."


"Oh, terakhir kamu itu saya penyiar TV. "


"Udah lama putus, malah yang kerja dinas ketenagakerjaan, sudah putus dan malah maa nikah. "


"Oh di tinggal nikah. "


"Nggak di tinggal sih, hanya saja dia di jodoh kan. "


"Oh, tragis juga kisah kamu. "


"Hahahah.. nggak juga. Ini juga bingung, mau datang nggak ada gandengan nya. "


"Truk kali gandengan. '


" Hahaha kamu, masih suka saja bercanda."


"Kamu tahu, saya itu sengaja tidak ganti nomor, supaya kamu bisa hubungi saya dan berharap tiba - tiba tanpa angin tanpa hujan, kamu telepon saya. Bukti nya kan, ya kan hubungi saya. "


"Ya penasaran saja, kamu bisa ada disini. Jadi kan, hitung - hitung nyambung silahturahmi."


"Yudha, kita itu pacaran dari sejak, pendidikan ya, tapi kita terpisah beberapa semester, saat kita di sebar di mana - mana, kita nyambung lagi saat mau lulus. Dan lanjut, sampai kita ditugaskan kan di salah satu instansi. Tapi kota putus, gara - gara pertengkaran kecil. Kamu terus pacaran sama Amel, putus dari Amel, berharap bisa balik lagi. Tapi kamu malah sama Tasya, sekarang kamu putus lagi, apa kita tidak bisa bersatu lagi? "


"Kamu , setelah sama saya, benar - benar menjalin satu pria terus putus sampai sekarang? "


"Iya, kamu nggak percaya ya? "


"Percaya kok."


Adinda berdiri di belakang Yudha, saat Yudha masih menelepon Karina. Dan Yudha pun mengakhiri panggilan nya. Yudha pun bangun, dan membalikkan tubuh nya, langsung tersentak kaget.


"Astagfirullah." ucap Yudha mengusap dada nya, melihat Adinda yang sedang menyilangkan kedua tangan nya.


"Ibu."


"Pukul berapa sekarang? "


"Pukul 22 Bu. "


"Malam apa ini? "


"Malam sabtu. "


"Artinya? "


"Besok sabtu Bu. "


"Besok tgl 4."


"Bukan juga. "


"Libur."


"Bukan."


"Weekend."


"Bukan juga. "

__ADS_1


"Nggak tahu. "


"Malam sabtu, malam minggu, di larang pacaran, dan di larang teleponan sama pacar, atau mantan. "


"Berarti, malam - malam lain boleh ya? "


"Tidak...!!! "


"Tidak ada undang - undang nya Bu. "


"Ada!!! saya yang buat. " ucap Adinda langsung pergi, dan Yudha tersenyum dengan menggeleng kan kepala nya.


"Bu." panggil Yudha, mengejar Adinda.


"Mau protes apa lagi? "


"Besok, saya ijin mau pergi ke pernikahan nya Tasya. "


"Kamu datang sama siapa? "


"Mungkin saya, ajak wanita yang di DPRD itu. "


"Oh.. mantan. "


"Benar Bu. "


"Iya." ucap Adinda langsung pergi.


****


"Ibu." ucap Yudha menoleh ke arah Adinda, yang masuk kedalam mobil yang akan di kendarai oleh Yudha.


"Kenapa? "


"Ibu ada keperluan pergi? "


"Saya antar kamu."


"Saya sama Tasya Bu. "


"Nggak masalah, saya tidak mau. Anak buah saya, sampai sana di nyinyirin."


"Buruan jalan. "


Yudha tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya, dan langsung menjalankan mobil nya.


***


"Ibu mana? " tanya Ayu.


"Ada di kamarnya mungkin. " jawab Aksana.


Ayu, langsung berjalan ke arah kamar Adinda, saat di ketuk tidak ada jawaban. Bahkan, pintu kamar yang tidak terkunci.


"Ibu nggak ada. "


"Saya tidak tahu. "


"Kamu ini bagaimana sih, dari tadi disini mah tidak tahu. Kamu tahu, ada berita penting. *


" Apa mba? "


"Pak Gubernur sama istri nya mau main kesini, telepon Ibu tidak di angkat jadi telepon saya. "


"Aduh jadi gimana? "


"Cari cepetan. " ucap Ayu.


"Mba Mirna, tolong mba. " panggil Ayu, dan Mirna pun langsung datang.


"Mba, buatkan makan siang, untuk Pak Gubernur sama istri, mereka sedang di perjalanan. "


"Sekarang? "


"Iya sekarang, saya mau cari Ibu dulu. "ucap Ayu mencari Adinda.


****


" Ibu. " sapa Karina.

__ADS_1


Adinda hanya tersenyum, dan menganggukkan kepala nya saja, sedangkan Yudha kembali fokus mengemudi kan mobil nya.


Di dalam mobil, tidak ada berani bicara. Baik Yudha maupun Karina, sedang Adinda hanya menoleh ke samping kiri melihat pemandangan dari dalam kaca jendela mobil.


"Karina, makasih ya kamu sudah mau nemenin saya, ke pernikahan nya Tasya. "


"Sama - sama Yudha, saya kira Ibu Adinda tidak ikut. " ucap Karina.


"Kenapa? saya ganggu kalian. " ucap Adinda.


"Ah.. nggak Bu, nggak. " ucap Karina.


"Malah, kita seperti bodyguard nya ibu." ucap Yudha.


"Apa..!!! "


"Anu bu, itu gedung nya sudah kelihatan." ucap Yudha.


****


"Masa sih, kalian tidak ada yang tahu, Ibu Adinda pergi kemana? cari dong. " ucap Ayu panik.


Semua mencari Adinda, bahkan Ayu kembali menelepon Adinda. Mirna datang, membawa sebuah ponsel dan di berikan pada Ayu.


"Ponsel ibu "ucap Mirna.


" Astaga..!! " ucap Ayu kesal.


"Mba, Yudha nggak ada. " ucap Aksana.


"Hem... pasti. " ucap Ayu kesal dan langsung menelepon Yudha.


*****


Suara ponsel Yudha berdering, terlihat Ayu memanggil. Dan Yudha pun langsung mengangkat nya.


"Eh.. Yudha, kamu bawa lari Bu Adinda kemana? disini orang cari, tahu - tahu nya kamu bawa Ibu Adinda. Kembalikan dia sekarang, jangan pake lama. Kalau tidak, saya ajukan kamu mutasi, terima tidak terima kamu harus mau. Dan satu lagi, jangan sampai, telat satu menit Karena dalam 30 menuntut, Pak Gubernur dan istri nya akan segera sampai. Satu lagi, hati - hati bawa mobil nya. "


Yudha seakan tidak di berikan, kesempatan untuk bicara, Ayu langsung memutuskan panggilan nya secara sepihak.


"Bu, maaf kita kembali ke rumah dinas." ucap Yudha.


"Hah.. ngapain? " ucap Adinda.


"Maaf Bu, Pak Gubernur dan istri, sedang dalam perjalanan ke rumah dinas. "


"Hah.. kok bisa, yaudah kita balik lagi. Cepat, buruan. "


"Kita nggak jadi kondangan? " tanya Karina.


"Tidak..!! " jawab Adinda dan Yudha bersamaan.


****


Semua orang sudah bersiap menyambut Pak Gubernur dan istri. Mobil Adinda datang bersamaan dengan mobil iring - iringan Gubernur.


Adinda, langsung berlari kecil masuk kedalam barisan paling depan, di samping Ayu. Dan langsung melebarkan senyuman nya, bersalaman dengan Pak Yahya, Gubernur dan Ibu Maria sang istri.


"Selamat datang Bapak Ibu. " sambut Adinda, dengan senyum lebar nya.


"Maaf, kami mendadak kemari." ucap Pak Yahya.


"Nggak apa - apa Pak, saya malah senang di kunjungi acara pribadi sama Bapak dah Ibu. "


"Kabar Ibu sama Bapak gimana? " tanya Ibu Maria.


"Alhamdulillah sehat. " jawab Adinda.


"Mari Pak Bu, di dalam sudah disediakan makanan. " ucap Adinda sambil melirik ke arah Ayu, yang wajahnya tampak kesal.


"Aduh jadi merepotkan. " ucap Ibu Maria.


Ayu langsung menoleh ke arah Yudha, seakan ingin menerkam. Yudha langsung menundukkan kepala nya.


"Salah lagi. " ucap Yudha.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2