Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Cukup Satu Periode


__ADS_3

"Sumpah, kalau cari sesuatu lagi jangan ajak saya." ucap Aksana.


"Tolong lah, bantu saya. Masa kamu tega, sama teman sendiri. Ini demi anak saya, yang di kandung Adinda.


" Maaf saja ya, saya sudah tidak sanggup. Kalau kamu ingin, cepat dapat sup ikan hiu. Kamu tangkap sendiri tuh di laut. Kayak kemarin kan, gurita ada nya langsung ke nelayan yang sedang bongkar muatan dari kapal. Seperti nya, kamu minta sama Nelayan juga, nggak akan di kasih, belum apa - apa, udah di makan dulu. "


"Ayolah, cari dulu. "


"Pak Bos, kita sudah 5 hotel bintang lima, tapi apa? nggak ada. Jalan satu - satu nya, kamu naik kapal ke tengah di lautan bebas. Kamu pancing tuh hiu, beres."


"Adinda, kamu ngidam aneh - aneh saja."


"Mending kita pulang, kerjaan kita ini bukan untuk aneh - aneh, ada yang lebih penting dari ini. "


"Dahlah, kita pulang."


*****


"Mas, mana sup ikan hiu nya?" tanya Adinda.


"Tuh hiu nya, masih di laut. Mau di jaringan, sudah hampir dapat. Si hiu bilang, Om. jangan pancing saya, soalnya setoran bank masih belum lunas. Kalau mau, hiu yang besar saja. Kata Mas gini, aduh maaf kalau yang besar, berat di ongkos. "


"Ih... malah di ajak bercanda, ada nggak?"


"Sayang, lagian kamu itu ya, ngidam yang aneh - aneh, kagak ada yang jual sate hiu. Sampai hotel berbintang lima juga nggak ada, yang lain nya saja ya, Mas sudah nyerah loh."


"Di luar negeri pernah ada yang jual Mas."


"Terus kamu ingin kita kesana? tinggal kan tugas kamu, hanya demi makan sup ikan hiu."


'Ya kalau boleh."


"Sudah nanti lagi, sekarang Mas sama Aksana minta bebas tugas dulu. Menghilang kan stres akibat sup ikan hiu."


"Iya." ucap Adinda, langsung pergi.


*****


Kampanye pun di mulai, satu persatu bermunculan spanduk calon bupati, bahkan bermunculan kegiatan sosial , untuk menarik dan mengenalkan pada masyarakat.


Brasmana pun sudah mulai berkampanye, bahkan musuh nya Sukma Jaya pun sudah mulai turun ke lapangan.


"Dari penilaian di lapangan bagaimana?" tanya Adinda pada Sulaiman, salah satu anggota dari partai politik Adinda dan Brasmana, ikuti.


"Bagus, tapi kita tidak bisa menilai dari sini pasti menang. Tapi nanti, saat puncak nya pesta rakyat. " jawab Sulaiman.


Tok.. tok...

__ADS_1


"Masuk."


"Maaf Bu, ada banyak wartawan, ingin mewawancarai ibu." ucap Aksana.


"Baik, suruh tunggu saja." ucap Adinda.


"Baik bu, nanti saya sampai kan." ucap Aksana langsung menutup pintu nya lagi.


"Seperti nya, wartawan ingin tahu kalau ibu tidak mencalonkan lagi. Ini kan berita terbaik, buat mereka yang mencalonkan diri. Mereka pasti, akan bicara pasti akan menang."


"Kalau begitu, saya akan temui mereka. Mari Pak, kita sama - sama temui para wartawan."


****


"Selamat siang semua nya. "sapa Adinda.


" Siang buat. " ucap para wartawan.


"Maaf ya, sudah menunggu. '


" Ibu, maaf kami kemari ingin bertanya, kenapa ibu tidak mencalonkan lagi, agar menjabat dua periode? "


"Baik, saya disini akan menjelaskan nya kenapa, saya tidak mencalonkan lagi. Saya, ingin mundur dari dunia politik, dan tidak lagi mengemban amanat berat ini. Terima kasih, untuk semua nya, yang sudah memilih dan mempercayakan pada saya, untuk menjadi Bupati Kabupaten M. Alasan saya kenapa tidak mencalonkan lagi, saya ingin fokus menjadi ibu rumah tangga. Dan saya juga, ingin menyampaikan kabar bahagia, kalau saya juga sedang mengandung." ucap Adinda.


"Selamat bu. "


Ucap semua para wartawan, dari jauh Yudha menatap istri nya, dan memberikan kode pada Yudha untuk mendekat. Yudha pun, lalu berjalan mendekat.


"Ini suami saya, dia adalah pria yang baik, sosok penyayang. Di balik saya mundur dari dunia politik, bukan karena dorongan dari dia, tapi saya pribadi. Karena saya ingin, fokus pada keluarga. Saya sudah kenyang, ibarat kata menggeluti dunia ini. Dan saat nya, saya melepaskan semua nya. Untuk nanti, siapa yang akan memimpin, semoga menjadi pemimpin yang amanah, bertanggung jawab dan bisa membawa kabupaten M menjadi kabupaten yang lebih baik lagi, dan maju."


"Bu, katanya calon bupati sekarang, istri nya adalah Asisten nya ibu? apa itu benar?"


"Iya, istri nya Asisten saya, kami teman dekat. Kita sama - sama dari partai yang sama, tapi disini saya berdiri ini bukan untuk kampanye."


"Bu, apa ibun tidak menyesal? tidak menjabat lagi?"


"Tidak ada kata menyesal, karena saya memang tidak berniat untuk maju."


*****


"Kamu benar sudah seratus persen, mengambil keputusan. Tidak akan mencalonkan lagi, dan fokus pada keluarga." ucap Yudha.


"Iya Mas, saya mundur. Dan saya ingin menjadi orang biasa, fokus mengurus anak dan suami."


"Makasih ya, kamu ingin mengutamakan keluarga. Biar Mas, yang akan mencukupi semua apa yang kalian minta. "


Adinda memeluk tubuh suami nya, Yudha memeluk tubuh istri nya dengan erat, tak lupa mengecup pucuk kepala nya.

__ADS_1


"Mas tahu, keputusan ini sangat berat, dan kamu pun mengambil keputusan ini dengan tujuan ingin fokus pada Mauren kan tadi nya, tapi setelah menikah kamu mantapkan hati."


"Iya Mas, karena Mauren kurang kasih sayang dari saya, dan ini saat nya seratus persen, saya fokus pada Mauren, calon anak kita dan fokus mengurus suami."


*****


Pak Faisal membaca surat kabar, yang memberitakan tentang Adinda yang tidak lagi, mencalonkan menjadi Bupati, bahkan tertulis Adinda fokus pada keluarga.


"Ternyata anak itu, akan mundur dari dunia politik. Dunia yang membawa besar nama nya, dan berhasil memimpin kabupaten M. Sekarang, setelah masa jabatan habis, dia akan menjadi rakyat biasa." ucap Pak Faisal.


"Kita hargai Ayah, keputusan yang Adinda ambil.Mengambil keputusan nya, dia juga tidak asal memutuskan. Dia pun sudah memikirkan ini matang - matang, dan bukan dorongan dari Yudha, tapi dari dia sendiri."ucap ibu Heni.


" Memang dia dari sebelum menikah hingga menikah, dia aktif bu. Pantas, kalau dia ingin keluar dan rasa sudah kenyang. Ayah juga hargai, keputusan nya."


*****


"Mami, hiks.. hiks... " ucap Mauren sambil terisak.


"Kenapa sayang? kok nangis." ucap Adinda sambil mengusap air mata nya.


"Boneka Barbie nya, kepala nya hilang."


"Kamu kemana kan kepala boneka nya?"


"Nggak tahu, hiks.. hiks.. "


"Masa nggak tahu, pasti kamu copot kepala nya. Mami nggak tahu ya, kan kamu yang mainan."


"Carikan Mami."


"Iya nanti Mami cari."


"Kenapa sayang? kok nangis." tanya Yudha.


"Kepala Barbie nya hilang." jawab Adinda.


"Kenapa bisa hilang sih? pasti boneka nya biasa kamu lepas semua ya dari kepala, tangan sampai kaki."


"Tapi tadi nya ada, sekarang malah tidak ada."ucap Mauren.


" Makan nya, kalau mainan itu, harus ingat taruh nya. Terus juga kamu, mainan boneka kenapa semua tangan, kaki sama kepala di lepas semua." ucap Adinda.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2