Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Hari kedua Ngidam


__ADS_3

"Pak dapat ini." ucap Nelayan yang membawa satu ekor gurita berukuran besar.


"Alhamdulillah, makasih ya Pak. Ini berapa harga nya?"ucap Yudha.


" 300 ribu saja Pak."


"Baik Pak, ini saya lebih kan 50 ribu buat bapak."


"Terima kasih banyak Pak."


"Sama - sama."


Aksana dan Yudha pun langsung kembali pulang, di perjalanan Yudha merasakan sangat lega. Sedang kan Aksana, langsung memejam kan kedua mata nya, karena merasakan sangat kantuk.


"Kamu kok tidur sih?" ucap Yudha.


"Ngantuk banget, ini sudah jam 2 pagi kita muter - muter cari gurita. Untung saja, ada Nelayan yang sedang bongkar."


"Makasih ya, nanti kalau kamu punya istri , ngidam saya antar deh."


"Kamu bilang, nanti punya istri. Kamu lupa ya, kalau saya sudah menikah dan punya anak. Istri satu saja tidak habis - habis, ini malah nikah lagi."


"Hahahahahhaha.. sorry, saya kira kamu masih bujangan."


"Kamu itu, kudet semua tahu saya sudah menikah, kamu sendiri yang tidak tahu."


"Kan saya masih baru, dan tidak pernah ingin tahu, pribadi orang."


"Jangan bilang, kamu tidak tahu status si Mirna."


"Emang tidak tahu."


"Saya kasih tahu, dis janda anak nya tiga."


"Beneran? tapi dia seperti masih muda."


"Dia nikah di umur 19 tahun, nikah 3 kali punya anak 3."


"Anak nya sama dia semua?"


"Katanya tidak ingin tahu, tapi malah tanya."


"Kan tanya, apa salah nya ingin tahu dikit."


"Katanya hanya anak, ke satu sama dia. Kalau yang ke dua sama ke tiga itu, sama mantan suami nya."


"Pantesan, dia ikut tinggal di rumah dinas."


"Dia itu, ponakan nya Pak Danang, makan nya dia disana."


"Oh keponakan nya, baru tahu saya."


"Makan nya, jangan tahu nya Ibu Adinda saja."


****


Yudha langsung mengeksekusi gurita berukuran besar, dengan tangan nya dia memotong kecil - kecil, untuk di jadikan sate.


Yudha mulai menusuk daging gurita satu persatu, dan akhirnya jadi 50 tusuk sate gurita. Yudha pun langsung membakar nya.


Adinda bangun, dan mencium aroma asap. Adinda pun langsung keluar kamar nya, dan berjalan ke arah dapur.


Saat mendekati, melihat suami nya sedang membakar sate, dan Yudha tidak tahu, kalau Adinda ada di samping nya.


"Itu sate gurita?" tanya Adinda.


"Astagfirullah." ucap Yudha kaget.

__ADS_1


"Mas ini, nggak tahu apa? istri ada di samping."


"Kamu datang nya, nggak ada suara nya."


"Nggak ada suara nya gimana, Mas nya saja terlalu serius."


"Kan Mas lagi bakar sate gurita."


"Tapi saya nggak lapar Bang lagian ngantuk banget."


"Lah katanya mau makan sama sate gurita, ini Mas sudah dapat. 350 ribu loh, satu ekor besar."


"Mas kenapa tidak di masak besok sih? jam berapa ini? seperti orang mau sahur."


"Ya sudah buat sarapan pagi saja ya."


"Iya, saya ngantuk banget Mas."


"Nanti Mas selesai kan bakar sate nya."


"Iya, kalau sudah selesai langsung tidur."


****


"Ibu, ini yang masak siapa?" tanya Mirna saat Adinda datang.


"Kamu tidak tahu?" tanya kembali Adinda.


"Tidak bu, ini ada nasi, sama sate gurita."


"Itu suami saya, tadi malam dia cari gurita buat saya. Dan dapat, jam 3 itu masih bakar sate nya, mungkin sekalian sama nasi nya juga."


"Saya anget lagi ya bu, ini sudah dingin."


"Nggak usah begini saja."


"Mami, ini apa?" tanya Mauren saat melihat sate gurita.


"Nggak mau, nggak doyan."


"Mauren cantik sih ini, nasi goreng omelet." ucap Mirna.


"Makasih mba Mirna."


"Sama - sama."


Sedang kan Yudha, masih tertidur. Selesai Shalat Subuh, Yudha tertidur. Adinda mendekati suami nya, yang masih tidur pulas.


"Mas, masih ngantuk ya?" bisik Adinda sambil mencium pipi Yudha.


"Hari minggu Yank, Mas ngantuk. Nanti jam 12 bangunin ya, capek banget." ucap Yudha dengan mata terpejam.


Adinda memeluk tubuh suami nya, lalu Mauren datang dan ikut naik. Langsung menyuruh Mami nya, menjauh dari Yudha.


"Mami, sana. Ini Papi nya Mauren, Mami sana."ucap Mauren


" Ih.. Mauren, jangan ganggu Papi, masih tidur."


"Itu Mami, ngapain dekat - dekat Papi?"


"Mami mau tidur."


"Nggak boleh,Papi Yudha milik nya Mauren."


"Milik Mami juga."


"Nggak boleh."

__ADS_1


"Aduh... ini berisik banget, Papi masih ngantuk nih." ucap Yudha langsung memiringkan tubuh nya.


"Mauren mau tidur sama Papi." ucap Mauren langsung memiringkan tubuh nya, berhadapan dengan Yudha sambil menepuk pipi kanan Yudha.


"Mauren, Papi kamu masih ngantuk sayang. Kamu jangan ganggu, yuk sini nak kita keluar yuk, nanti Papi marah sama Mauren."


"Nggak mau." ucap Mauren, langsung menyembunyikan wajah nya di dada Yudha.


"Mauren, geli Papi nya." ucap Yudha yang masih berat untuk membuka kedua mata nya


****


Yudha pun bangun, saat membuka kedua mata nya, terlihat Adinda dan Mauren tidur. Pukul 1 siang, Yudha baru bangun.


"Papi." rengek Mauren, saat tangan nya mencari Papi nya.


"Bangun sayang, kok malah ikut tidur sama Papi."


"Mauren malah memeluk bantal guling dengan erat, sedang Adinda pun masih tertidur.


" Ini lagi Mami nya, malah ikut tidur. Apa nggak ada kerjaan?" tanya Yudha, sambil mencium kedua pipi Adinda.


"Mas." ucap Adinda merasakan tidur nya terganggu.


"Kok malah ikut tidur?"


"Nggak ada kegiatan, makan nya tidur. "


"Tuh sampai Mauren juga ikut tidur, bangun dulu, Mas ingin makan."


Adinda langsung membuka kedua mata nya, dan langsung duduk bersandar di kepala ranjang.


"Makan di kamar atau di ruang makan?"


"Ya disana, masa di sini. " ucap Yudha bangun, begitu juga dengan Adinda. Sedang kan Mauren masih tertidur pulas.


****


"Ini sate gurita nya masih?" tanya Yudha saat melihat sate gurita yang tersisa 10 tusuk.


"Kenyang Mas, terus barang kali Mas nya ingin. Kan belum nyobain, jadi saya sisakan."


"Mas sudah nyoba cicipi, waktu bakar nya.Lumayan enak, habis 5 tusuk malah."


"Makasih ya Mas, udah carikan gurita."


"Sekarang mau apalagi?"


"Mau makan sup ikan hiu."


****


"Ampun dah, istri kamu itu ngidam nya aneh. Ini cari sup ikan hiu dimana? di tempat orang jualan ikan tidak ada ikan hiu. Yang ada sebelum mereka tangkap, malah mereka yang di tangkap hiu duluan."ucap Aksana.


" Udah kita jalan, dari sup ikan hiu."


"Kita cari nya kemana?"


"Restoran berbintang, pasti ada."


"Pasti tidak ada, dari pada saya cari sup ikan hiu, lebih baik saya di mutasi saja.Dari pada cari sup ikan hiu."


"Jangan begitu dong, ini anak pertama saya. Jangan sampai anak saya ngiler. Kalau pun sampai seperti itu, kamu yang saya marahin , anak saya keluar iler nya."


"Ancaman nya, sungguh menggoda." ucap Aksana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2