Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Terkuak


__ADS_3

Adinda menutup rambut nya, dengan sebuah hijab. Kini dirinya berpenampilan tertutup. Di depan cermin, Adinda terus memperhatikan tubuh nya, yang kini tertutup sempurna.


"Mami, tolong seragam siapkan." ucap Yudha, sambil mengering kan rambut nya dengan handuk


"Mami, mana seragam nya." ucap Yudha sambil mengangkat kepala nya.


"Masya Allah, Mami." ucap Yudha mendekat.


"Ini Ibu Yudha?"ucap Yudha sambil memegang kedua lengan Adinda.


"Bismillah Mas, mulai saat ini saya ingin memakai hijab." ucap Adinda.


"Alhamdulillah, Mas senang. Semoga, kamu pakai hijab selamanya sayang."


"Insya Allah Mas. "


"Ehm.. kalau gitu Mas ambil seragam dulu."


"Ehm.. tadi Mas minta tolong apa?"


"Nggak jadi."


"Ih.. tadi minta tolong apa?" tanya kembali Adinda.


"Minta tolong ambilkan seragam nya Mas."


"Nanti saya ambil kan."


"Nggak usah, tanggung Mas sudah di depan lemari."


"Nggak Mas , saya ambilkan." ucap Adinda langsung berjalan ke arah lemari pakaian.


****


"Mami..!!! " sapa Mauren, dengan menatap takjub melihat Mami nya sekarang menggunakan hijab.

__ADS_1


"Hallo sayang." sapa Adinda sambil mencium kedua pipi kanan dan kiri Mauren.


"Mami cantik banget pakai hijab, Mauren juga mau pakai hijab seperti Mami." ucap Mauren.


"Alhamdulillah, Mami dukung." ucap Adinda sambil membelai kepala Mauren.


"Papi senang dengar nya." ucap Yudha sambil mengoles roti tawar dengan selai kacang.


"Ibu jadi tambah cantik, aura nya itu sangat terlihat memancarkan sebuah cahaya. Mirna juga sampe, tidak bisa berkedip. Apalagi Pak Bos, pasti tambah tidak konsen."


"Tidak konsen gimana?" tanya Yudha.


"Ya tidak konsen Pak Bos, Ibu cantik begini, apa Pak Bos tidak ada rasa gimana gitu."


"Tambahin gula, susu nya kurang manis." ucap Yudha sambil menyerah kan gelas yang berisi susu.


"Susu kan sudah manis Pak bos."


"Tiba - tiba rasanya pahit, hari tolong tambahin ya." Yudha menyuruh Mirna, tapi Mirna pun merasakan bingung.


"Kok susu pahit bu, apa ada susu rasa baru?"


"Iya ada, sana kamu tambahi gula nya." ucap Adinda menyuruh Mirna.


"Dia kalau kita ladeni, terus saja nyerocos."


"Namanya juga Mirna, makan nya saya itu senang sama dia. Orang nya supel, dan rajin."


*****


"Sudah lihat berita?" tanya Ayu.


"Belum, kenapa?" tanya kembali Adinda.


"Coba kamu nyalakan." pintar Ayu.

__ADS_1


Adinda pun menyalakan televisi nya, dan sebuah berita yang menanyakan tentang penangkapan calon bupati , Pak Sukma Jaya, serta kasus korupsinya.


Satu persatu terkuak, Ayu tersenyum dengan penuh kemenangan.Adinda dan Yudha tersenyum, tapi membuat mata Yudha membulat saat di layar televisi terdapat Tasya, dan Amel.


"Bukan nya itu mantan kamu Mas?" tunjuk Adinda.


"Iya, tidak usah bahas kedua wanita itu. Kita lihat, Pak Sukma Jaya raut wajah nya bisa saja. Tidak ada rasa bersalah, atau bagaimana." ucap Yudha.


"Gimana ini?" tanya Adinda.


"Tenang saja, kita lihat tanggal permainan nya." ucap Ayu.


****


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Yudha panik


"Nggak apa - apa, hanya kedua kaki terasa


kram. " ucap Adinta


Kedua kaki Adinda di luruskan, rasa sakit karena kram, sedikit mereda setelah Yudha mengoles nya dengan sebuah krem.


"Sekarang sudah enakan?" tanya Yudha.


"Enak banget Mas, sudah tidak seperti tadi." jawab Adinda.


"Kalau seperti tadi, nanti oles krem yang dirasa sakit. "


"Iya sayang, makasih ya."


"Sama - sama sayang, kamu memang suami siaga Mas."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2