
Amel dan Tasya, di kerumuni para wartawan, saat datang ke kantor polisi. Tasya yang di kenal sebagai istri baru Pak Sukma Jaya, dan Amel sebagai anak satu - satu nya, dari pernikahan pertama nya.
"Mba, ibu bisa minta keterangan sebentar?" ucap salah satu wartawan.
Namun Tasya dan Amel hanya diam tidak mau berbicara, saat mereka baru keluar dari kantor Polisi.
"Mba, bisa bicara sebentar mba, ibu tadi ada berapa pertanyaan?" tanya kembali salah satu wartawan pada Tasya dan Amel yang berjalan beriringan.
Mereka semua nya, bungkam, hingga pintu mobil terbuka, tapi para wartawan terus mengejar nya .
"Mba, kalian pernah memiliki hubungan, dengan suami Ibu Bupati? gimana tanggapan nya, menurut kabar beredar, Pak Sukma Jaya menemui Ibu Adinda. Apakah Pak Sukma Jaya tahu, kalau mba Amel dan Ibu Tasya pernah memiliki hubungan."
"Aduh mas - mas, saya minta maaf ya. Kami buru - buru, maaf ya." ucap Amel langsung masuk kedalam mobil bersama dengan Tasya.
Sedang kan di kantor Bupati, ramai wartawan berdiri di depan pintu gerbang. Hingga penjagaan ketat, mereka ingin bertemu dengan Adinda dan Yudha.
Pak Faisal datang, saat tabu nama anak nya ikut terbawa dan langsung meminta anak serta menantu nya untuk menjelaskan pada nya.
"Ayah, hampir tidak bisa tidur semalam, saat nama kamu di sebut - sebut, dan apalagi menantu Ayah juga. Katakan, kamu sama Sukma Jaya bicara apa saja?"
__ADS_1
"Begini Yah, memang dia datang. Dia itu meminta dukungan, untuk dia mencalonkan diri. Dia bawa nama saya, agar menang, kan pengaruh besar dengan suara. Tapi saya tolak, bukan tolak karena sudah tahu negatif nya, saya hanya saja ingin fokus ke keluarga dan keluar dari dunia politik. Ini saya tinggal menghitung hari saja. Dan bagi saya, siapa saja yang jadi, asal amanah." ucap Adinda menjelaskan.
"Baik, Ayah paham disini. Jadi murni, tidak terlibat. "
"Tidak Ayah, kalau pun saya ikut di periksa, silahkan saya siap."
"Dan kamu benar, pernah menjalin hubungan dengan anak sama istri nya?" tanya Pak Faisal pada Yudha.
"Benar Yah, mantan itu."jawab Yudha.
" Dunia sempit sekali, ternyata mereka masa lalu kamu, pantas kamu di cari wartawan." ucap Pak Faisal.
"Ayah paham, dia memang sudah seharusnya jatuh ke jurang. Dan kamu yakin, ingin pensiun?" ucap Pak Faisal pada Adinda.
"Yakin Ayah, karena saya hanya ingin fokus pada keluarga. Dan saya juga sedang hamil anak kedua, saya harus fokus ekstra. Dulu perhatian pada Mauren kurang, sudah saat nya saya memberikan perhatian pada Mauren dan calon anak kami nanti." ucap Adinda.
"Ayah hargai keputusan kamu, memang sudah saat nya kamu itu fokus pada keluarga."
****
__ADS_1
Adinda dan Yudha menemui para wartawan, yang ingin mencari berita. Adinda dan Yudha, menyapa semua nya. Baik media cetak maupun media elektronik.
"Selamat siang semua nya, maaf ya sudah menunggu." sapa Adinda pada para wartawan.
"Tidak apa - apa bu." ucap para wartawan.
"Ibu bisa jelaskan, tentang masalah yang sedang ramai ini?" tanya salah satu wartawan.
"Saya akan klarifikasi, tentang masalah kasus Pak Sukma Jaya. Memang betul, kemarin beliau kemari. Tapi tidak ada hubungannya dengan kasus dia, hanya sebatas silahturahmi, membahas masalah pencalonan dia. Itu saja, tidak ada masalah lain nya. Karena untuk masalah korupsi atau masalah lain nya, saya tidak tahu menahu, baru tahu dari kalian. Itu saja, tidak ada hal yang lain." ucap adinda menjelaskan.
"Tapi, apa Ibu mendukung dan ada dibalik pencalonan dia?"
"Kalau untuk dukungan, saya tidak mendukung salah satu calon, saya netral. Siapa saja, yang nanti akan menjadi Bupati, asal amanah, membawa kabupaten M lebih baik, dan mengembangkan program lain nya, menjalankan misi terbaru demi Kabupaten M."
"Untuk Pak Yudha, apakah benar anak dan istri dari Pak Sukma Jaya itu, katanya pernah menjalin hubungan dengan Pak Yudha."tanya seorang Wartawan wanita.
" Kalau masalah itu, masa lalu. Seharusnya, tidak perlu di kaitkan sama saya,dengan kasus yang sedang terjadi pada salah satu anggota keluarga nya." ucap Yudha sambil tersenyum.
.
__ADS_1
.