
"Nak, kamu masih bulan madu?" tanya Ibu Nuha.
"Masih bu, kenapa?"
"Tidak apa - apa, Ibu hanya mau ngadu sama kamu."
"Ngadu apa bu?"
"Maaf kalau Ibu ganggu, suasana bulan madu kamu. Sebenarnya, Ibu sangat terganggu sekali."
"Cerita saja Bu, nggak apa - apa kok."
"Tetangga pada ghibahin Ibu, yang bilang enak ya punya mantu Bupati, enak ya punya besan Menteri, enak ya sama mantu di jamin.Padahal kan, ibu tidak seperti itu."
"Sudah bu, jangan di ambil hati, biarkan orang mau bicara apa. Yang penting, ibu tidak gimana - gimana, jaga sikap. Yudha juga begitu Bu, tapi dengan seiring waktu nanti akan hilang."
"Benar kata kamu, Ibu mungkin belum terbiasa."
"Bawa santai saja bu, seperti biasa saja. Kalau ibu ingin menghindari, ya sudah di rumah saja, keluar seperlu nya saja."
"Iya nak, kalau begitu ibu akhiri telepon nya, maaf mengganggu."
"Jangan banyak pikiran ya bu, Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam." ucap Ibu Nuha.
Suara ketukan pintu terdengar, dan Ibu Nuha langsung berjalan ke arah pintu rumahnya, dan Ibu Nuha langsung membuka nya.
"Eh.. Ibu Susi, masuk bu." ajak Ibu Nuha.
"Bu, boleh saya minta tolong."
"Tolong apa ya?"
"Gini, saya mau pinjam uang."
"Aduh bu, maaf yang kemarin saja Ibu kan belum balikin."
"Aduh hanya 1 juta kok, bagi Ibu kan uang segitu kecil. Mantu Bupati, masa nggak punya."
"Bu, uang mantu saya ya milik dia, bukan milik saya. Lagian, maaf saja hutang sudah satu tahun, Ibu belum bayar. Sekarang mau pinjam lagi, mau kapan bayar nya. Maaf ini sih, saya tidak bisa."
"Ah.. kamu pelit banget, benar kata orang - orang, kamu itu sombong."
"Astagfirullah, bu kalau Ibu bayar nya benar, saya kasih. Ibu saja, tidak benar bayar nya."
"Sudahlah, dasar pelit."ucap nya langsung pergi.
*****
" Ada apa Mas?"
"Biasa netizen."
"Ada berita apa lagi?"
"Nggak apa - apa, hanya masalah kecil."
"Masalah kecil apa? coba jelaskan."
__ADS_1
"Gini, Ibu kan di rumah tetangga pada bicarakan Ibu, ada yang bilang enak punya menantu Bupati, enak di jamin, bla.. bla.. gitu. Mas bilang, udah nggak usah dipikirkan nanti juga, seiring waktu akan hilang sendiri nya."
"Kasihan Ibu, pasti shock banget."
"Ibu pasti bisa mengatasi nya."
"Memang sih, akhir - akhir ini sedang booming tenang pernikahan kita. Kadang saya heran Mas, kenapa gitu ada saja yang bicara negatif begitu, padahal kan fakta nya tidak seperti ini."
"Mas bisa atasi kok, walau awal nya Mas agak gimana gitu, tapi Mas bisa hadapi."
"Resiko Mas, punya istri orang penting."
Yudha langsung memeluk tubuh Adinda, dan memberikan satu kecupan di pucuk kepala nya. Adinda membalas dengan, mengecup bibir suaminya yang menjadi candu nya.
*****
"Maaf cari siapa?" tanya Saiful Satpol PP yang menjaga di pintu gerbang kantor dinas Bupati.
"Pak Yudha, ada tidak?" tanya nya.
"Maaf, Ibu siapa?"
"Saya teman dekat nya."
"Maaf, boleh tahun siapa namanya? karena Pak Yudha masih dalam perjalanan pulang."
"Dia sedang kemana?"
"Bulan madu, dan maaf ibu siapa?nanti saya akan sampaikan pada Ajudan nya."
"Katakan saja, saya Tasya."
"Baik Bu, nanti saya sampai kan."
"Maaf Bu, saya tidak bisa memberikan informasi begitu saja, dan untuk nomer telepon nya, saya tidak punya. Kalau pun punya, itu adalah hal privasi yang tidak bisa saya berikan, atau yang lain nya juga sama, tidak akan memberi kan nya."
"Tapi saya pernah dekat sama dia Pak."
"Maaf Ibu, kalau sudah tidak ada lagi silahkan pergi." ucap Saiful yang langsung meninggalkan Tasya.
Aksana datang menghampiri Saiful , melihat seorang wanita yang berjalan meninggal kan gerbang kantor Bupati.
"Siapa tadi?" tanya Aksana.
"Cari Pak Yudha." jawab Saiful.
"Siapa? "
"Nggak tahu, nama nya sih Tasya, dan bilang kenal dekat gitu."
"Jangan mudah percaya, banyak yang sedang mengaku - ngaku."
"Benar Pak, dari cara dia menanyai juga, seakan ingin tahu, tidak seperti tamu pada umumnya."
"Benar , kalau ada yang tanya model seperti itu langsung hubungi saya."
*****
"Ini rumah dinas nya, pasti mereka pulang nya kesini." ucap Tasya.
__ADS_1
Sebuah mobil melintas, dan berhenti tepat di pintu gerbang, Tasya melihat Yudha mengemudi kan mobil tersebut, dan disamping nya adalah Adinda.
"Itu Mas Yudha." ucap Tasya.
Yudha terlihat turun dari mobil, lalu membuka pintu mobil samping nya, terlihat sangat perhatian dengan Adinda.
"Mas Yudha...!! " panggil Tasya, Adinda dan Yudha menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Tasya." ucap Yudha.
"Siapa Mas?"
"Di - dia mantan Mas."
"Hah... mantan!! mau apa dia?"
"Mas tidak tahu."
"Tedi, tolong bukakan pintu untuk dia." ucap Adinda langsung masuk kedalam rumah dinas, dan Yudha pun mengekor.
Tasya pun di perbolehkan masuk, dan berjalan di belakang Yudha. Tasya tersenyum, saat Yudha menoleh ke arah nya.
"Duduk mba. " ucap Adinda.
"Terima kasih bu." ucap Tasya.
"Sayang, mau kemana?" tanya Yudha saat tahu Adinda akan pergi, meninggal kan mereka berdua.
"Saya mau pergi."
"Tolong, jangan tinggal kan kami berdua." ucap Yudha, tapi tidak dengan Tasya yang merasakan kecewa.
"Katakan, namun ada apa kemari?" tanya Yudha.
"Saya hanya ingin mengatakan sama Mas Yudha, kalau saya kabur dari rumah suami saya. Dia kasar, dia selalu memukul saya. Tidak seperti Mas Yudha, yang tidak pernah kasar." jawab Tasya.
"Terus, kenapa tidak pulang ke rumah orang tua? kenapa harus kemari. Saya bukan apa - apa nya kamu lagi, tolong jangan kamu ganggu saya lagi."
"Mba Tasya, maaf ya. Apa mba, tidak mau menerima kenyataan? kalau Mba itu mantan nya sudah menikah? bukan nya mba juga yang pertama meninggal kan Mas Yudha. Lebih baik, mba pulang ke rumah, dan mungkin saya kan bantu ke Komnas perempuan, untuk membantu menyelesaikan masalah KDRT, dan bisa sampai ke jalur hukum saya bantu." ucap. Adinda.
"Maaf, seperti nya tidak perlu. Kalau begitu, saya pamit. " ucap Tasya langsung pergi.
"Aksana..!! " panggil Adinda.
"Siap Bu. " ucap Aksana mendekat.
"Kamu tolong, buatkan SK mutasi atas nama Tasya dari dinas Ketenaga kerjaan."
"Maaf Bu, bukan nya dulu pernah, tapi tidak jadi?"
"Buatkan lagi, tapi dengan Tasya saja.".
" Maaf, kalau lancang. Tadi juga dia ke kantor Bupati, saya kira dia pulang ke rumah ternyata kemari."
"Buatkan, pindahkan ke kantor kecamatan T. "
"Itu kan, jauh dari kota, dan malah perbatasan."
"Kamu jangan banyak tanya, kamu perintah kan bagian kepegawaian kabupaten M, untuk mutasi nama nya Tasya."
__ADS_1
.
.