
"Apa? kok bisa hilang sih?" ucap Ayu kaget.
"Hiks.. hiks.. Mauren, ke terminal dan di bawa sama seorang wanita, hiks... hiks.. " ucap Adinda dari seberang.
"Terus, kalian sudah lapor polisi? "
"Sudah, semua titik di awasi, bahkan di luar kota juga. "
"Apa kamu sudah hubungi Om Faris? "
"Belum, soalnya setelah kemarin datang itu, malam langsung terbang keluar negeri. Ada kunjungan kerja, saya juga bingung mau bilang sama Ibu. "
"Tenang, tunggu sampai besok. Nanti baru pelan - pelan, kasih tahu orang tua kamu."
"Kemana ya, anak se kecil itu kok nekat."
"Dia asli pergi sendirian? "
"Iya, di lihat dari camera CCTV dia naik angkot sendiri, dan bilang sam supir nya, untuk antar ke terminal. "
"Dia punya uang? "
"Mungkin punya tabungan. "
"Kalau begitu, kami di sini aja bantu cari. Siapa tahu, anak kamu mau kesini. "
"makasih ya, saya belum bisa pulang. Saya masih berharap dia ada di sekitar terminal."
"Pulanglah, besok ada kunjungan, ada anak buah Rafael yang tersebar, dan disini juga saya akan sebar untuk mencari Mauren. "
"Iya, makasih. "
Ayu mematikan ponsel nya, dan Brasmana bangun dari tidur nya, saat sangat istri menerima telepon malam - malam.
"Ada apa? "
"Mauren hilang. "
"Kok bisa? gimana cerita nya. "
"Mauren kabur, naik angkutan umum, turun di terminal. Terakhir ada yang lihat, dibawa seorang wanita. "
"Ya Allah Mauren, semoga kamu dalam lindungan Allah SWT. " ucap Brasmana.
"Amin, saya akan hubungi seseorang, untuk melakukan pencarian malam ini. "
"Kerahkan juga, sampai luar kota. Mas akan bantu juga, masalah nya anak se kecil dia, berani ambil resiko."
"Iya Mas, semoga cepat ketemu. "
****
Yudha terbangun, saat mendengar suara pesan group, dan saat membuka isi pesan tersebut, kedua mata Yudha langsung terbelalak kaget.
"Hah.. Mauren hilang. " Yudha membaca isi pesan tersebut, dengan segera Yudha langsung menghubungi Adinda.
"Hallo." sapa Yudha, saat panggilan tersambung.
"Hallo Yudha. " ucap Adinda dari seberang.
"Kamu dimana sekarang? "
"Saya ada di terminal kota, saya masih berharap Mauren masih ada di terminal."
"Ada siapa saja disana? "
"Anak buah Rafael. "
"Saya kesana sekarang, kamu tunggu."
"Iya, saya tunggu."
Yudha langsung turun dari atas tempat tidur nya, dengan segera memakai jaket dan langsung keluar dari kamar nya, dan pergi dengan mengendarai motor nya.
__ADS_1
Adinda terus mengelilingi terminal dengan luas 10 hektare, sudah sekitar 10 kali Adinda terus mengelilingi terminal.
"Bu, nihil. Kita sudah 5 jam disini. " ucap salah satu anak buah Rafael.
"Saya yakin, dia masih disini. "
"Tapi dari tadi tidak ada. "
"Kalian pulang lah, lagian Bos kamu sudah pulang dari tadi. "
"Maaf Bu, kami akan terus bantu ibu. "
"Terima kasih ya. "
"Sama - sama. "
Adinda hingga habis tenaga nya, bahkan hampir pingsan. Mencari Mauren yang belum juga di temukan.
"Adinda." ucap Yudha.
"Yudha, Mauren belum di temukan."
"Kita cari tempat lain."
"Tapi saya yakin, dia masih disini. "
"Siapa tahu, Mauren sudah keluar dari terminal. "
"Bu.. ibu.. " teriak Salah satu anak buah Rafael.
"Gimana? "
"Ada bus malam yang akan pergi, tapi kernet. menemukan seorang anak kecil tertidur pulas. "
"Kita lihat, siapa tahu itu Mauren. " ucap Adinda langsung berlari, di ikuti oleh Yudha yang ikut berlari.
Hiks... hiks.. hiks...
"Mami.. hiks.. hiks... " isak Mauren, saat banyak orang mengerubungi nya.
"Mami...!!! "
"Ya Allah Mauren. " Adinda langsung memeluk tubuh putri nya sangat erat.
"Kamu nakal, kenapa buat semua panik." isak Adinda langsung memeluk kembali Mauren.
"Hiks.. hiks... ingin ketemu sama Mami."
"Ya Allah sayang, kenapa kamu tidak telepon, Mami kan nanti datang. "
Hiks.. hiks.. hiks..
"Pak, makasih ya. Dan saya minta maaf. "
"Sama - sama Bu. "
"Tolong, kamu bungkam semua yang ada disini, jangan sampai media tahu. " ucap Yudha pada salah satu anak buah Rafael.
"Siap Pak. "
"Kalau sampai besok bocor, langsung laporkan. "
"Baik Pak. "
Adinda langsung menggendong tubuh Mauren, keluar dari dalam bis dan berjalan menuju ke mobil Adinda.
"Pakai supir? " tanya Yudha.
"Tidak."
"Saya kemudikan mobil nya. "
"Terus kendaraan kamu? "
__ADS_1
"Saya akan minta satu, anak buah Rafael untuk bawa. "
"Boleh."
"Rafael bagaimana? "
"Mami, saya tidak mau ikut Papi. " ucap Mauren.
"Kita pulang, mereka akan kasih kabar "
****
"Kamu jangan lagi - lagi seperti tadi, Mami sampai setengah mati cari kamu. Hanya kamu, harta Mami. "
"Maafkan Mauren Mami, Mauren, hanya ingin sama Mami, Papi selalu marah - marah, kalau bertengkar selalu banting apa saja. "
Adinda langsung memeluk Mauren, dengan lembut Adinda mengusap punggung Mauren. Kedua tangan Mauren, di kalungkan erat pada leher Adinda.
"Mami lapar. "
"Yudha, Mauren lapar. "
"Kita cari makan dulu, kamu juga sama kan belum makan? "
****
Aaaaarrrrgghhhhhh
"Kalian kenapa biarkan Mauren, pergi sama wanita itu. " ucap marah Rafael, pada ketiga anak buah nya.
"Maafkan saya Pak, tapi tempat putri bapak hanya ingin sama Ibu nya. " ucap Bono, anak buah Rafael.
"Jangan sok tahu kamu. "
Sedang kan di rumah makan, yang buka hingga pagi hari, Adinda dan Mauren makan dengan lahap. Sedang kan Yudha hanya menatap ibu dan anak.
"Kamu nggak makan? " tanya Adinda.
"Nggak, lihat kalian saja sudah kenyang. "
"Om, makan yuk. " ajak Mauren.
"Kamu makan saja cantik, habis kabur pasti lapar. "
*****
Adinda, merebahkan Mauren yang tertidur pulas, Adinda lalu meninggal kan Mauren di kamar nya, Ayu menyilangkan kedua tangan nya.
"So." ucap Ayu.
"Mauren sudah merekam semua nya, dia ingin ikut saya. So, saya menang." ucap Adinda.
"Mauren, itu anak nya nekat. Seperti Mami nya, semua nya nekat. Modal nekat yang membuat semua orang panik. "
"Saya kan Mami nya, acara masih 5 jam lagi, saya ingin istirahat dulu. "
Ayu menggeleng kan kepala nya, sedangkan Yudha tersenyum ke arah Ayu. Dan Ayu membalas senyuman nya
"Terima kasih, sudah bawa orang nomer satu di kabupaten M dengan selamat. "
"Sama - sama, kalau begitu saya pamit. " ucap Yudha.
"Yudha."
"Iya mba. "
"Saya hanya bisa berharap, kamu bisa melindungi kedua nya. Hanya kamu, yang membuat semua nya berubah lebih baik."
"Saya tidak bisa janji, karena saya hanya seorang anak buah, yang harus patuh dengan segala keputusan. " ucap Yudha.
.
.
__ADS_1
.