
Persidangan kedua, Adinda di dampingi Ayu, serta Aksana dan Wildan. Sedang kan Rafael, tidak hadir kembali dalam persidangan kedua nya. Dan hanya di wakil kan oleh, pengacara nya.
"Kemana lagi, klien kamu yang sok kuat. " ucap Adinda kesal pada pengacara Rafael.
"Dia sibuk, jadi saya yang wakilkan. Karena ada yang lebih penting dari ini. " ucap Bobby.
"Oh.. jadi lebih penting dari ini, padahal ini menentukan jalan hidup loh. Dan lihat saja, dia akan kalah, dan hak asuh jatuh pada saya."
"Silahkan Bu, bersenang - senang lah. "
"Kamu yang bersenang-senang dulu sekarang, yang jelas kamu akan kalah." ucap Wildan.
"Kita lihat saja. " ucap nya sombong.
Hakim pengadilan agama, sedang memeriksa berkas gugatan Adinda, dan menerima kabar tergugat tidak bisa hadir, dengan alasan yang sama.
"Pak Rafael, tidak bisa datang lagi? " tanya Pak Hakim.
"Ada urusan mendadak Pak. " jawab Bobby.
"Seharusnya, bisa untuk kesini hadir, jangan di wakil kan terus. "
"Maaf Pak Hakim, karena ini jalan hidup nya klien saya, tidak boleh gagal dalam berbisnis."
"Berdasarkan laporan, dari hasil visum, dan bukti terbaru, gugatan saudari Adinda kami terima, dan untuk hak asus pengadilan jatuh kan pada saudari Adinda. "
"Tidak bisa begitu Pak, hak asuh harus pada Papi nya. Terbukti, sejak kecil klien saya yang rawat. Sedang kan Ibu nya menelantarkan, putri mereka berdua. Kalau tidak menelantarkan, tidak mungkin si anak sama Papi nya sejak baru lahir. "
"Kamu di bayar berapa? kamu itu pengacara yang tidak tahu fakta nya. " ucap Adinda.
"Bisa tenang. " ucap Pak Hakim.
"Silahkan lanjut kan." ucap Adinda.
Pengadilan agama Kabupaten M, memutuskan bahwa saudari Adinda dan Saudara Rafael, telah resmi bercerai, dan gak asuh anak mereka bernama Mauren Alexandria jatuh pada orang tua wanita, dan saudara Rafael dengan memberikan nafkah pada putri satu - satu nya,setiap bulan sebesar 10 juta."
Adinda merasakan sangat lega, dan langsung bersujud syukur. Apa yang selama ini di rasakan nya, sudah berakhir. Sedang kan pengacara Rafael, merasakan keputusan pengadilan tidak adil.
"Alhamdulillah ya Allah, Ayu saya resmi cerai dengan Rafael. Dan Mauren, akhir nya kembali pada saya. "ucap Adinda sangat terharu.
" Alhamdulillah, selamat ya. " ucap Ayu.
"Kamu lihat kan? pengacara saya lebih hebat, dari pada kamu. " ucap Adinda sinis.
****
Aaaaarrrrgghhhhhh
Braaaakkkk
"Kamu sudah saya bayar besar, tapi kenapa hak asuh nya jatuh pada dia. " bentak Rafael pada pengacara nya.
"Maafkan saya, pengadilan lebih pintar, perihal visum, terdapat saksi rumah sakit yang memberikan keterangan sebelum nya. " ucap Bobby.
"Saya tidak Terima, tidak....!!! "
****
"Om Yudha kenapa? " tanya Mauren saat lihat Yudha memijat kepala nya.
"Om pusing sekali. " ucap Yudha.
__ADS_1
"Om istirahat ya. "
"Kita langsung pulang ya, kita tidak mampir lagi, kepala Om pusing sekali."
"Ok Om. "
"Om akan pelan bawa nya, soalnya tidak kuat sama sakit dan pusing nya. "
"Iya Om. "
Setelah menempuh waktu 30 menit, karena Yudha mengendarai dengan sangat pelan, akhirnya sampai.
Mauren langsung di sambut oleh Mirna, sedang kan Yudha langsung berlari masuk. yudha berlari masuk ke dalam kamar nya, dan memuntahkan semua isi perut nya di dalam kamar mandi pribadi nya.
Setelah merasakan baik, Yudha langsung melepaskan semua sepatu, dan membuka seragam nya dan hanya memakai koas tanpa lengan.
Tok... tok...
"Iya.. " ucap Yudha bangun dari berbaring nya.
Ceklek
Yudha membuka pintu kamar nya, terlihat Mauren sudah berdiri di depan pintu. Yudha berjongkok, sehingga sejajar dengan Mauren.
"Ada apa sayang? "
"Om sakit? "
"Om hanya ingin istirahat dulu, nanti kalau sudah enak , Om ajak Mauren main ya. Sekarang Om, ingin istirahat dulu. "
"Ok Om, Mauren mau makan siang dulu. "
"Iya sayang, Om masuk lagi ke kamar nya. "
****
"Mami.... sesak. "
"Oh iya sayang, maafkan Mami ya. "ucap Adinda.
" Mami kenapa sih? "tanya Mauren.
" Mami lagi bahagia, akhirnya kamu ikut sama Mami sayang, mulai sekarang kamu, tidak sama Papi lagi, tapi tinggal nya sama Mami."
"Really Mami? "
"Ya sayang, kamu sekarang tinggal sama Mami. "
******
Yudha akhirnya bangun, setelah minum obat, tapi sakit nya masih tetap. Bahkan langsung berlari ke arah kamar mandi, dan memuntahkan semua nya.
Dengan lemas, Yudha kembali berbaring, namun kedua mata nya masih tetap terjaga. Yudha menoleh ke arah gelas berisi air, tapi masih sangat pusing, dengan memaksa mengambil gelas tersebut namun tidak bisa terjangkau dan gelas tersebut jatuh.
Praaaaaanngggg
Yudha menghela nafas panjang, tubuh nya yang tidak kuat lagi, akhir nya menghubungi Aksana, ponsel yang ada di dekat kepala nya langsung Yudha ambil.
"Hallo, Aksana kamu bisa ke kamar saya. "
"Bisa, ada apa? "
__ADS_1
"Kepala saya pusing, dari tadi nggak ada perubahan padahal sudah minum obat. Saya tidak kuat, tolong saya . "
"Ok, saya ke kamar kamu. "
Saat Aksana akan ke kamar Yudha Adinda melihat nya, dan langsung memanggilnya. Aksana menoleh, saat Adinda memanggilnya.
"Aksana, kamu kenapa? seperti buru - buru gitu? "
"Yudha Bu. "
"Kenapa? "
"Yudha sakit , dia minta tolong. "
"Hah.. Y sudah, cepat. " ucap Adinda pun ikut mengekor di belakang Yudha.
"Ya Allah Yudha...!!! " ucap Aksana, saat melihat pecahan gelas dan terlihat Yudha sangat pucat.
"Tolong saya, nggak kuat banget."
*****
"Mas Yudha, sementara tidak usah untuk beraktivitas, beberapa hari istirahat. Dan atas permintaan Bapak juga, tidak mau dirawat , jadi harus benar - benar diminum obat nya dan pesan saya harus di jalan kan." ucap Dokter Lukman, Dokter pribadi keluarga Adinda.
"Baik dok. " ucap Yudha.
"Yudha sakit apa Om? " tanya Adinda.
"Hanya capek, dan pola makan yang tidak teratur. "
"Tidak ada hal lain kan? "
"Tidak ada, biarkan dia istirahat, jangan di bebankan tugas dulu."
"Iya Om, sekali lagi terima kasih. "
"Iya, sama - sama. Kalau begitu, om pamit. "
"Mari dok, saya antar. " ucap Aksana.
Adinda mendekati Yudha, terlihat Yudha sangat lemah, kedua mata nya menutup. Adinda membetulkan selimut, yang setengah tubuh menutupi tubuh Yudha.
*****
"Ibu buat apa? " tanya Mirna.
"Saya buat bubur buat Yudha. " jawab Adinda.
"Jangan bu, biar saya saja. "
"Tidak usah, kamu bawakan saja sarapan buat Mauren, sudah saya buatkan roti bakar, sama kentang goreng. "
"Baik Bu. " ucap Mirna langsung menjalankan perintah majikan nya.
Bubur pun sudah matang, Adinda lalu membawa nya ke kamar Yudha, saat di buka pintu kamar nya, terlihat Yudha masih tertidur.
"Yudha, bangun Yudha. " ucap pelan Adinda.
Yudha membuka kedua mata nya, terlihat samar - samar, Adinda tersenyum pada nya. Yudha pun membalas senyuman nya.
.
__ADS_1
.
.