
"Ini surat keluar Mauren. " ucap Elisa.
"Terima kasih, maaf kalau pekerjaan terganggu gara - gara ini." ucap Yudha.
"Tidak masalah, tapi kenapa harus Mas, bukan ibu nya. "
"Saya kan bilang, dia sibuk. Ini saya yang urus. "
"Mas."
"Iya."
"Maaf, kalau ini kita bicara di luar topik."
"Topik apa? "
"Hanya kesempatan ini kita bertemu, Mas juga jarang pulang kan. "
"Terus? "
"Apa ibu, pernah cerita sesuatu? "
"Tentang kita bukan. "
"Iya, apa tanggapan Mas? "
"Jawaban yang sama, kamu pasti paham."
"Apa tidak bisa berubah? "
"Maaf Elisa, tidak bisa. Dari dulu, hanya anggap kamu sebagai sahabat. Tidak ada yang lebih, itu jawaban permanen."
"Baik, kalau itu jawaban nya. "
"Oh iya, terima kasih ya. Saya pamit, Assalamu'alaikum. "
"Walaikumsalam."
Yudha langsung bergegas masuk kedalam mobil nya, dan langsung mengemudikan mobil nya, untuk kembali ke kantor.
"Ayu, saya ingin ke sekolah Mauren. Mau mengurus, surat keluar dia."
"Baik Bu, nanti saya kabari Pak Danang, untuk segera siapkan mobil nya. "
"Saya tunggu di teras."ucap Adinda melangkah kan kedua kaki nya.
Saat berdiri, di teras dan mobil siap untuk membawa Adinda, mobil yang di kemudikan Yudha tiba. Yudha dengan segera, menemui Adinda.
" Maaf Bu, ini surat dari sekolah Mauren." ucap Yudha menyerah kan pada Adinda, dan langsung menerima nya.
"Kamu, ke tempat sekolah anak saya? "
"Maaf, kalau saya lancang. Karena, kebetulan guru nya itu adalah sahabat saya."
"Terima kasih ya. " ucap Adinda, langsung balik badan dan masuk kembali ke dalam kantor.
__ADS_1
"Mobil nya Bu. " ucap Pak Danang.
"Mobil nya tidak jadi. " ucap Yudha langsung mengekor di belakang Adinda. Sedangkan Ayu, hanya bisa menggeleng kan kepala nya.
****
"Seharusnya kamu tidak usah kesana, biar saya yang kesana."
"Maafkan saya, hanya ingin mengingat kan saja. Kalau kamu itu, sedang sibuk. Takut nya, kamu tidak bisa ke sekolah nya Mauren."
"Saya, kadang berpikir. Seorang ibu, tidak memiliki tanggung jawab, pasti orang bicara nya seperti itu. Padahal, kenyataan nya tidak begini."
"Saya percaya sama kamu, suatu saat kamu akan terlepas dari badai."
"Terima kasih ya, sekali lagi terima kasih. "
*****
"Kenapa tidak dimakan? " tanya Rafael saat berada di meja makan, untuk makan malam bersama.
"Mauren tidak ingin makan." jawab Mauren.
"Kenapa? masakan Mami Wita enak loh. "
"Mauren, ingin bertemu sama Mami."
"Mauren, kamu itu dari bayi sama Papi, dan kamu tahu sendiri, hanya Papi yang selalu ada buat Mauren. Sekarang, Mauren makan. Jangan sampai Papi marah sama kamu."
Mauren, pun akhirnya menurut Sedang kan Wita, hanya menatap sinis ke arah Mauren. Dan Rafael, terus merayu Mauren.
****
"Siapa yang kesini? " tanya Adinda sambil memeriksa nya.
"Anak buah nya, tadi nya sudah menghubungi mba Ayu, katanya untuk langsung menemui saya atau Yudha. " jawab Aksana.
"Terima kasih ya. "
"Sama - sama Bu. "
Aksana pun keluar, dan bertemu dengan Yudha.Dan langsung menyapa nya, dan Yudha tersenyum ke arah Aksana.
"Santai yuk. " ajak Aksana.
"Boleh, kita ngopi plus rokok." ucap Yudha, dan di iya kan oleh Aksana.
Kini kedua nya, berada di pos, bersama pada anggota Satpol PP yang sedang berjaga. Sambil mengobrol kesana kemari, hingga habis dua barang rokok yang di hisap oleh Yudha.
"Saya tuh, kasihan lihat Bu Adinda. Punya suami temperamen gitu. " ucap Aksana.
"Benar ya, kasihan juga. Dan memalukan Ibu, seperti tidak pernah di ajarkan sopan santun. Dan seperti orang, tidak pernah makan bangku sekolah." ucap Fikri.
"Masalah ini, yang tahu Jangan sampai di bocorkan ke luar, ini masalah pribadi Ibu, jangan sampai jadi konsumsi publik." ucap. Yudha.
"Benar kata Mas Yudha, ini rahasia. Kalian dengar kan? " ucap Fikri pada teman - teman nya.
__ADS_1
"Kalau sampai, bocor.Berarti salah satu dari kalian, yang membocorkan nya. " ucap Yudha.
****
"Mauren...!!! "
Adinda terbangun, saat bermimpi tentang Mauren. Nafas nya naik turun, terlihat jam menunjukkan pukul 2 pagi, dan Adinda langsung bangun dari atas tempat tidur, untuk keluar dari kamar nya.
Adinda membuka lemari es, dan membuka salah satu botol air mineral. Saat sedang menegak minum, terlihat Yudha masih terjaga dan sedang menonton televisi.
"Belum tidur? " tanya Adinda , lalu duduk di samping nya.
"Belum tidur juga? " tanya kembali Yudha.
"Tadi saya mimpi Mauren, dan tidak bisa tidur lagi. " jawab Adinda.
"Sama, saya juga, mata ini susah untuk di ajak tidur. Makan nya, saya putuskan menonton televisi.
" Kamu merokok ya sambil minum kopi? "
"Maaf, kebiasaan kalau susah tidur, suka merokok sambil minum kopi."
"Itu sih, tambah tidak bisa tidur. "
"Ehm.. suka nonton film apa? "
"Action romantis."
"Gimana, kalau kita lihat itu. Kebetulan, tadi lihat ada DVD film, yang tadi kamu maksud. Sambil menunggu, kita mengantuk kita lihat itu. " ucap Yudha.
"Boleh."
Yudha pun memutar film tersebut, kini kedua nya menonton bersama, kadang tertawa kecil kadang serius. Hingga, kedua nya diam tak berkutik, saat film tersebut pada adegan romantis.
Adinda dan Yudha memalingkan wajah mereka ke samping, saat adegan pemeran wanita dan pria, saling berciuman dan melakukan adegan, layak nya pasangan suami istri.
Adinda langsung mematikan televisi nya, dan segera beranjak dari duduk nya. Dan langsung berpamitan pada Yudha.
"Sudah mulai kantuk, saya duluan masuk kamar. " ucap Adinda langsung berjalan cepat masuk kedalam kamar nya.
Yudha terdiam dan masih menatap lurus pada layar televisi, yang sudah mati. Sedang kan di dalam kamar, Adinda mengusap dada nya, debar jantung nya naik turun.
"Kenapa kok saya, malah salah tingkah ya. Ah.. ini gara - gara, adegan film tadi. Kenapa juga, lagi momen nonton berdua, malah ada adegan ranjang nya. Jadi bikin salah tingkah, ah... kok. jadi gini sih, ah.... gara - gara kamu Yudha, ngajakin nonton film action romantis, sudah tahu Action romantis itu, tidak adegan adu jotos atau tembak menembak, pasti ada adegan begituan nya. "
Sedang kan Yudha di dalam kamar nya, masih tetap tidak bisa tidur. Bahkan, terdengar suara adzan shubuh berkumandang. Yudha pun lalu segera bangkit, dan langsung mengambil air wudhu.
Setelah selesai berwudhu, Yudha memutuskan untuk Sholat di masjid yang dekat dengan kantor Bupati.
"Nak Yudha. "
"Pak Danang. "
"Alhamdulillah, kita bertemu dengan pagi lagi. Kita kembali beraktivitas lagi. "
"Benar Pak, kita akan di putar terus, dengan segala aktifitas yang banyak, dah akan bertemu sore dan pagi lagi, dengan kegiatan yang sama. " ucap Yudha.
__ADS_1
.
.