Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Berubah


__ADS_3

Adinda berjalan , dengan pandangan lurus, tanpa menegur Yudha. Adinda, lebih banyak condong ke Aksana untuk meminta bantuan.


Yudha hanya diam dan berdiri , sedangkan Adinda fokus menandatangani beberapa berkas.


Formasi baru, telah di batalkan, dan Yudha merasakan, ada perubahan pada diri Adinda. Yang biasa nya, banyak mengatur, kini tidak. Bahkan Yudha, sesekali melirik ke arah Adinda.


"Aksana, kamu merasakan ada yang berbeda nggak? " tanya Yudha.


"Iya, ibu Adinda, mukanya jadi seram."jawab Aksana.


" Kenapa ya? " ucap Yudha.


"Tanya saja, sendiri sama orang nya. " ucap Aksana.


"Ogah , yang ada nanti malah, ujung - ujung nya mutasi lagi. " ucap Yudha.


"Aksana, tolong kamu catat, agenda saya. Jadwal sudah tergendakan, tidak bisa di rubah. Paham kamu, dan siap. "


"Siap Bu. "


Adinda menerima sebuah panggilan telepon, dan menerima nya. Sedang kan Ayu, sibuk mengatur beberapa berkas, yang akan di serahkan ke setiap kepala dinas.


"Mba, tugas saya apa? "


"Diam." ucap Ayu pergi, sedang kan Aksana menahan tawa.


Yudha hanya diam dan duduk, sambil sesekali melirik ke arah Adinda. Terlihat Adinda begitu sangat sibuk, bahkan ponsel kembali berdering.


"Tolong kamu handle, saya harus menghadiri acara nya Mauren. "ucap Adinda.


" Aksana, tolong minta Pak Danang siapkan mobil. " ucap Adinda memberikan perintah.


"Siap Bu. "


Yudha hanya diam, tanpa mengajarkan tugas, dan Adinda langsung pergi, saat kedua nata mereka beradu pandang.


Yudha duduk di kursi paling belakang, sedang kan kursi penumpang bagian tentang, diisi oleh Adinda dan Ayu. sedangkan Aksana di depan dengan Pak Danang. Mobil hanya satu, yang mengawal sebuah mobil Patwal Polisi.


"Ayu, kamu nanti turun, belikan saat sebuah boneka, untuk Mauren."

__ADS_1


"Siap Bu. "


"Kenapa dia jadi berubah ya, tidak seperti yang kemarin. " ucap Yudha dalam hati nya.


****


Mauren berdiri di atas panggung, hanya Papi nya yang duduk di kursi penonton. Mauren kembali sedih, saat melihat Mami nya tidak datang lagi.


Mata Mauren berbinar, saat Adinda datang melambaikan tangan nya, dan langsung duduk di samping Rafael.


"Saya kira kamu tidak akan datang."


"Hari ini saya datang, memenuhi keinginan Mauren."


"Kamu lihat permainan anak kita, dia memiliki bakat yang luar biasa. Saya telah berhasil, mendidik dia. Kalau dengan kamu, Mauren tidak mungkin bisa seperti ini."


Adinda tersenyum kecut, sambil menatap ke arah Mauren yang sedang tampil. Alunan nada nya, membuat semua penonton begitu sangat menikmati nya.


"Ternyata putri Ibu Adinda, memiliki potensi yang sangat luar biasa." ucap Yudha.


"Rafael itu, walau kasar tapi berhati lembut pada putri nya. Bukti nya, lihat Mauren berhasil menghibur kita semua. Bakat Mauren, di kembangkan dengan dukungan orang tua nya."ucap Ayu.


" Mba. "


"Merasa aneh nggak sih? Ibu kok cuek sama saya, dan tidak ada tugas buat saya."


"Tanya sendiri sama orang nya." ucap Ayu.


***


"Sayang, selamat ya. Kamu hebat. " ucap Adinda memeluk tubuh Mauren, dan menyerah kan sebuah boneka besar.


"Makasih Mami, makasih sudah hadir. " ucap Mauren senang.


"Mami kangen, Rafael boleh saya bawa Mauren sebentar? "


"Tidak bisa, Mauren harus pulang. Pertemuan kalian, cukup sampai disini."


"Saya datang jauh - jauh, untuk bertemu dengan Mauren. Kamu hanya, memberikan ijin, hanya disini. Berharap saya, akan bersama dia lama. "

__ADS_1


"Maaf tidak bisa, dan saya tidak bodoh. Kamu pasti akan bawa Mauren. "


"Please, kali ini saja. "


****


Adinda mengajak Mauren berbelanja di mall, dengan pengaman untuk kedua nya tidak terganggu dan nyaman saat berbelanja.


Mauren menoleh ke arah Yudha, saat memegang sebuah es krim, dan lalu berjalan ke arah Yudha.


"Om, mau es krim? "


"Nggak terima kasih, Om sedang tugas."


"Terima Om, gantian. Kemarin kan, pernah kasih Mauren es krim."


Yudha mengambil nya, dan lalu berjongkok sejajar dengan tubuh Mauren. Terlihat, begitu tampak senang, saat Yudha memakan es krim pemberian nya.


"Enak, makasih. "


"Sama - sama. " ucap Mauren.


"Om, yuk kita main. " ajak Mauren menarik tangan Yudha.


Adinda berjalan mendekat saat kedua nya berjalan ke arah sebuah mandi bola, Adinda hanya menatap Mauren yang begitu sangat akrab dengan Yudha.


"Saya ajak ke Mall, buat habiskan waktu dengan Mami nya, bukan sama Ajudan nya. " celetuk Adinda.


"Bukan nya bagus, berarti kamu ada angin segar. " ucap Ayu.


Hahahahha


"Om... lucu, kelihatan kepala nya saja."ucap Mauren tertawa lepas, saat mengubur Yudha dengan bola - bola.


" Mauren, kamu photo om dong. "ucap Yudha mengeluarkan salah satu tangan nya, dan memberikan sebuah ponsel milik nya, terlihat wajah kecewa Mauren, yang harus mengubur tangan Yudha kembali.


Adinda hanya melihat ke akrab an kedua nya, ada sebuah senyuman di wajah Adinda. Dan Ayu, Aksana pun melihat nya.


" Apa ini sebuah jawaban? " ucap Adinda.

__ADS_1


.


.


__ADS_2