Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Calon Pemimpin


__ADS_3

Brasmana tersenyum, ke arah Pak Sukma Jaya yang sekarang memakai seragam warna orange. Pak Sukma Jaya,menatap tidak suka pada Brasmana, yang di ketahui sebagai musuh besar nya dalam dunia politik.


"Bagaimana kabar nya Pak? pasti menyenangkan tinggal di hotel bintang 10." ucap Brasmana.


"Kamu pasti tersenyum menang, saat memasukkan saya ke penjara.Tapi ingat, anak buah saya tersebar, si seluruh negeri. Hukum tidak akan menjatuhkan saya, tapi akan menjatuhi kamu." ucap Pak Sukma Jaya dengan angkuh nya.


"Hahahahaha... saya tidak takut, selagi kebenaran terus berpihak. Saya lakukan ini, bukan semata kamu musuh saya, tapi kamu itu tidak pantas memimpin Kabupaten M. Saat nya semua orang tahu, siapa kamu."


"Hahahahaha... kamu, lakukan ini demi kemenangan kan? coba kalau saya ikut mencalonkan pasti akan menang."


"Tergantung, bangkai di tutupi akan tercium juga."


"Cuih.. kamu itu, pakai backingan Adinda saja bangga, saya tahu siapa di balik semua nya. Kemenangan kamu, kalau tidak ada dia pasti tidak akan menang. Pantas, dia tidak mau, ternyata itu kamu mencalonkan diri, dan istri kamu itu orang kepercayaan nya, Adinda."


"Silahkan mau bicara apa, karena masyarakat sekarang itu pintar, malah lebih pintar dari kita."


"Ingat Brasmana, nyawa kamu terancam."


"Ingat Sukma Jaya, hukuman mati akan jatuh pada kamu." ucap Brasmana tersenyum sinis.


"Saya akan bebas."


"Hahahahaha... silahkan saja, kalau bisa , saya akan lihat kekuatan kamu masih ada tidak. "


*****


"Angkuh benar dia Mas, untung orang nya sudah masuk penjara." ucap Ayu.


"Dia pikir, kekuatan dia masih ada. Orang seperti dia, pantas mendapatkan hukuman setimpal." ucap Brasmana.


"Dunia Politik, ngeri - ngeri sedap. Apalagi yang sudah gelap mata seperti dia, pantas istri saya ingin mundur." ucap Yudha.


"Saya mundur, bukan karena itu sayang, tapi ingin fokus sama keluarga. Dan sudah capek, tapi kalau suatu saat, Mas mau mencalonkan diri, kita dukung benar nggak Bras?" ucap Adinda.


"Betul itu, gimana kamu mencalonkan dengan saya?" ucap Brasmana.


"Maaf, saya hanya ingin menjadi rakyat biasa saja." ucap Yudha.


*****


"Mami, kapan dede nya lahir?" tanya Mauren sambil mengusap perut Adinda yang sudah besar.

__ADS_1


"Sabar dong, baru masuk 6 bulan sayang." ucap Adinda.


"Dede nya, laki - laki atau perempuan?"


"Nggak tahu, kan Mami belum cek lagi."


"Kapan Mami? Mauren mau ikut."


"Nggak boleh, nanti Mami sama Papi saja."


"Mauren mau lihat Mami."


"Nggak boleh, nanti saja kalau Dede bayi nya lahir."


"Yah... Mami, nggak asik."


"Kenapa?" tanya Yudha sambil mengacak rambut Mauren.


"Mau lihat dede bayi."jawab Mauren.


" Nanti lah, dede nya belum lahir."


"Lihat juga kan belum pasti sayang, dokter bisa saja salah."


"Besok ya Mas, kita cek ke dokter kandungan."


"Iya."


*****


"Gimana dok?" tanya Adinda saat dokter Siska, spesialis kandungan sedang memeriksa kondisi kehamilan Adinda.


"Sehat bu, Alhamdulillah." jawab dokter Siska


"Alhamdulillah." ucap Yudha dan Adinda.


"Jenis kelamin nya sudah keliahatan dok?" tanya Yudha.


"Ini belum terlihat jelas, soalnya posisi bayi nya menutupi. Bulan depan, nanti bisa cek lagi."


"Tapi tidak ada masalah kan dok?" tanya Adinda.

__ADS_1


"Tidak ada, insya Allah bisa melahirkan normal."


"Takut nya, saat mau melahirkan ada masalah."


"Insya Allah tidak ya Bu, tapi nanti setiap bulan di cek, biar tahu kondisi lebih lanjut nya. Karena posisi bayi, bisa berubah - rubah."


"Soalnya waktu anak pertama normal, saya ingin normal lagi."


"Insya Allah, tapi kalau ada sesuatu terpaksa harus cesar."


"Yank, mau normal mau cesar, yang penting bayi kita selamat dan sehat."


"Iya Mas, itu kalau bisa."


"Kalau gitu saya buatkan resep obat nya." ucap dokter Siska.


*****


Kampanye pun sudah di mulai, banyak calon Bupati dan wakil Bupati, yang berkampanye di setiap daerah, mengajak masyarakat untuk memilih nya.


Adinda hanya mengamati, lewat media cetak, online dan televisi. Beberapa calon , melakukan blusukan ke setiap kecamatan.


"Menurut Mami, suara siapa yang banyak?" ucap Yudha sambil ikut menonton berita tentang pemilihan Bupati.


"Seperti nya Brasama dan pasangan nya, akan memenangkan pemilihan. Padahal pemilihan masih lama, di lihat dari pandangan saya, Brasmana pemenang nya."


"Semoga saja, kalau benar dia yang menang. Akan membawa perubahan yang lebih baik, dan maju lagi." ucap Yudha.


"Amin.. insya Allah dia akan menjadi pemimpin yang amanah. Karena saya tahu, siapa Brasmana."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2