Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Tegas Untuk Kebaikan


__ADS_3

"Mau makan sama Papi." rengek Mauren.


"Papi sedang ngobrol dulu sama Om Aksana, makan saja sama Mami."ucap Adinda.


" Nggak mau, mau nya sama Papi..!! Papi... makan...!! " Mauren berlari ke arah Yudha sambil bergelayut manja di kedua paha Yudha, yang sedang duduk.


"Apa sayang?" tanya Yudha sambil membelai rambut Mauren.


"Makan." jawab Mauren.


"Sama Mami dulu, Papi sedang ngobrol sama Om Aksana."


"Nggak mau."


"Susah Mauren di bilangnya, sama Mami dulu." ucap Adinda sambil membawa piring.


"Yudha, saya pamit dulu. Nanti di sambung lagi." ucap Aksana.


"Oh iya, nanti saya kabari kalau sudah." ucap Yudha.


"Ok, makasih ya."


"Sama - sama."


Aksana pergi, Yudha langsung mengambil piring dari tangan Adinda. Dan langsung menyuapi Mauren, yang sangat manja dan dekat dengan Papi sambung nya.


"Makan saja mau nya sama Papi." celetuk Adinda.


"Kan anak nya Papi Yudha." ucap Mauren.

__ADS_1


"Udah makan dulu, jangan banyak bicara." ucap Yudha.


"Tadi Aksana, ada apa?" tanya Adinda.


"Dia lagi butuh uang, kata Mas nanti di transfer." jawab Yudha.


"Butuh berapa?"


"Pinjam 20 juta, katanya buat orang tua nya. Aksana hanya punya uang 50 juta, ada orang yang butuh uang mau jual tanah nya."


"Murah banget 70 juta. "


"Kurang uang nya, orang tua nya punya 100 juta."


"Murah banget Mas."


"Nama nya juga orang butuh, katanya sih tanah nya itu, strategis banget. Cocok buat usaha, makan nya mau di ambil saja."


"Mau usaha apa? kalau masih kerja dari pagi sampai malam, mas nggak mau. Itu sama saja, bukan fokus keluarga. Katanya mau fokus, tapi malah kerja."


"Mas kan punya tambak, buka usaha ikan saja, seperti ikan filet atau ikan asap."


"Mas nya, ikan apa sayang."


"Ya kan, tanam benih nya dulu."


"Mas sih boleh saja, tapi itu kan usaha nya ibu. Lumayan buat jajan ibu, walau ditanggung sama Mas."


"Gitu ya."

__ADS_1


"Sudah, kamu duduk manis, terima gaji. Walau gaji suami kamu itu hanya sedikit patut di syukuri. "


"Iya Mas, saya juga nggak masalah kan gaji. Berapa pun Mas kasih, saya syukuri."


"Makasih sayang."


"Papi, nanti ke minimarket ya." ucap Mauren.


"Mau beli apa?" tanya Yudha.


Kue yang banyak."jawab Mauren.


"Ok." ucap Yudha, dan Mauren langsung lari lagi ke arah depan.


"Maaf ya Mas, anak saya manja banget." ucap Adinda.


"Ssssttt.. nggak boleh bicara seperti itu, Mauren juga anak nya Mas. Kalau Mauren seperti itu, berarti Mas berhasil dong , bisa dekat sama anak sambung nya Mas."


"Makasih ya Mas, sudah sayang sama Mauren."


"Sama - sama sayang, Mas senang banget bisa dekat sama Mauren. Dan Mas tidak akan membedakan, suatu saat nanti kalau Mas punya anak dari kamu. Mauren tetap akan mendapatkan kasih sayang dari Mas. Tidak akan pernah berubah, seperti sekarang ini."


"Saya jujur, baru merasakan kebahagiaan rumah tangga, bersama kamu Mas, merasakan manis nya rumah tangga, rukun, bicara dengan nada halus, tanpa harus membentak, kamu juga tidak kasar."


"Mas akan tegas sama kamu dan Mauren, jika kalian berdua melakukan kesalahan. Dan kamu boleh marah atau menegur Mas, kalau Mas juga punya salah." ucap Yudha serius pada Adinda.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2