Pak Ajudan Tembak Dong...!!!

Pak Ajudan Tembak Dong...!!!
Masalah Yang Terus Terjadi


__ADS_3

"Ya ampun, kamu di kerok punggung nya sampai merah begitu." ucap Ayu sambil mengerok punggung Adinda.


Adinda, sampai rumah teh berhenti muntah, hingga kepala pun masih sangat pusing. Ayu lalu, mengerok punggung nya, hingga Adinda beberapa kali keluar angin dengan bersendawa.


"Sudah, kepala saya pusing banget nih. "ucap Adinda langsung membaringkan tubuh nya.


" Jangan - jangan kamu hamil."


"Jangan...!! " ucap Adinda teriak.


"Kali aja, kamu lagi hamil anak nya Rafael."


"Saya itu, sudah minum pil anti hamil tahu. Ini saya begini itu, karena habis naik kapal ke tengah - tengah laut, terus saya itu mabuk laut. "


"Kamu pergi sama siapa? "


"Sama Yudha. "


"Astaga..!!! jadi kamu pergi berdua sama Yudha. Saya kira kamu kemana, pantas di cari - cari tidak ada"


"Yudha ngajak ke laut, terus naik kapal ke tengah - tengah, eh saya nya mabuk laut jadi nggak lama di laut nya, kita langsung ke daratan lagi. "


"Kamu itu nekat ya, kalau sampai ada yang tahu kamu jalan berdua sama Yudha gimana?"


"Kan saya pakai masker, sama kacamata."


"Kamu kalau di bilangin."


"Ayu, kamu harus tahu, tadi di laut dia ikatin rambut saya loh, romantis kan. Coba, kalau saya tidak mabuk laut, pasti bakalan terus romantis."


"Jangan geer, belum tentu Yudha itu suka sama kamu. "


"Kalau nggak ada rasa, kenapa dia ngajak saya jalan - jalan? "


"Mungkin kasihan, lihat atasan nya sedih, sebagai bawahan berusaha untuk menyenangkan hati atasan nya. Paham? "


****


" Gimana masih mabuk laut? " tanya Yudha melalui telepon nya.


"Sedikit, tidak seperti tadi. "


"Saya kira, tidak mabuk laut. Kalau tahu, saya tidak ajak ke laut. "


"Saya baru , pantas mabuk laut juga. "


"Mau orange jus nggak? yang seger - seger? "


"Nyogok? "


"Hahahahaha.. ya nggak lah, ngapain nyogok, saya kalau masih enek kayak gitu, suka buat orange jus. "


"Boleh."


"Nanti saya buatkan ya, tunggu di kamar."


Yudha mematikan telepon nya, dan berjalan ke arah dapur. Di buka nya kulkas, masih ada banyak buah - buah an. Yudha, mengambil satu buah jeruk, dan langsung blend, jeruk untuk di buat jus.


Setelah selesai, di gelas panjang dengan di hias di bibir gelas irisan jeruk, Yudha langsung membawa ke kamar Adinda.


Tok.. tok...

__ADS_1


Ceklek


"Nih, jus nya sudah jadi. " ucap. Yudha, Adinda langsung menerima orange jus buatan Yudha. Dan langsung meminum nya, hingga setengah gelas.


"Ah... seger banget. " ucap Adinda.


"Enak? "


"Enak banget, makasih ya. "


"Sama - sama. "


"Sering - sering saja , kamu buat beginian."


"Mau? "


"Boleh, kalau kamu nggak keberatan."


"Ya sudah, saya kembali. Istirahat ya, habiskan jus nya. "


"Iya, bye.. bye.. " ucap Adinda langsung menutup pintu kamar nya.


Yudha tersenyum sambil meninggal kan kamar Adinda, sedangkan di dalam kamar Adinda tersenyum, dan menciumi gelas yang berisi jus, buatan Yudha.


*****


Rafael, keluar dari kantor Polisi, setelah beberapa jam di tahan. Berkat pengacaranya, Rafael berhasil bebas, dengan menandatangani di atas materai.


"Kurang ajar. " ucap Rafael.


"Seperti nya, kamu akan kalah di persidangan nanti. " ucap Bobby, pengacara Rafael.


"Kamu itu, saya bayar untuk memenangkan kasus nya. Dan Adinda itu, kalah dan dia yang salah. "


"Saya bayar kamu lebih, agar hak asuh anak, jatuh pada saya. "


"Saya akan usahakan, tapi kalau kita kalah, maaf karena saya tidak bisa berbuat apa - apa, karena bukti kuat nya nyata, tidak bisa kita manipulasi. "


"Aaaaarrrrrrgggghhhhh... cari cara. " ucap Rafael langsung masuk kedalam mobil nya.


****


"Bu, maaf ada dari pihak sekolah Mauren ingin menemui ibu." ucap Aksana.


"Suruh dia masuk."


"Baik Bu."


Setelah Aksana keluar, masuk lah seorang wanita muda, seusia Adinda, dan langsung kedua nya bersalaman.


"Maaf Bu, saya kemari tidak buat janji."


"Tidak apa - apa, kalau masalah tentang anak saya, pasti sesibuk apapun akan saya temui."


"Perkenalkan Bu, saya Elisa wali kelas nya Mauren."


"Salam kenal Bu. " ucap Adinda.


"Maaf Bu, pasti ini mengenai Mauren, yang tidak masuk - masuk. "


"Benar, dia baru sekali masuk. Dan sampai saat ini, tidak ada kabar nya."

__ADS_1


"Maaf, saya sampai lupa memberikan kabar, maaf saya salah. Jadi begini, Mauren di bawa sama Papi nya lagi. Dia tidak di ijinkan ikut sama saya, dan Mauren juga kebetulan dekat sama Papi nya. Jadi, dia kembali di sekolah lama."


"Tapi pihak kami, tidak ada konfirmasi dari sana Bu? "


"Kalau itu, saya tidak tahu. Nanti saya tanya kan, pada beliau. "


"Saya tunggu ya Bu, karena harus ada kejelasan nya, murid keluar masuk itu, harus ada laporan nya."


"Iya, saya nanti akan tanyakan langsung sama Papi nya. "


"Terima kasih Bu, atas kerja sama nya. Kalau begitu, saya pamit dan terima kasih kembali untuk waktu nya."


"Iya sama - sama, hati - hati."


"Mari Bu, Assalamu'alaikum. "


"Walaikumsalam."


****


"Elisa." sapa. Yudha.


"Mas." ucap Elisa.


"Sedang apa kamu disini? "


"Ini Mas, saya sedang menanyakan status nya Mauren. Dia lama tidak sekolah, dan hanya sehari. "


"Oh iya, maaf ya. Mungkin karena terlalu banyak masalah berat, jadi sampai lupa."


"Ibu macam apa dia, tidak memperhatikan pendidikan anak. Malah anak di bawa suami nya, dia diam saja tidak memberikan tahu kepada kami, datang kami terima baik - baik, tapi malah keluar tidak pamit."


"Maaf ya, kamu itu tidak tahu apa - apa, Ibu Adinda bukan nya tidak sopan, karena banyak masalah, dan pekerjaan, dan kami juga banyak pekerjaan, sampai lupa mengurus laporan keluar dari sekolah."


"Ibu yang baik, pasti akan tahu bagaimana anak nya disana, bukan diam saja di tanya malah tidak tahu."


"Adinda, wanita yang perhatian sama anak nya. Kamu itu tidak tahu, bagaimana sebenarnya terjadi. Jadi tolong, jangan berasumsi seperti itu. "


"Terserah kamu Mas, kamu bela dia pantas. Karena dia atasan kamu."


"Bukan begitu, kamu tidak tahu apa - apa." ucap Yudha.


"Ya sudah, saya pamit Mas. Tidak mau perpanjang, dan malah debat sama Mas. Lagian itu anak siapa, bukan anak saya."


"Saya akan urus surat keluar nya besok, saya akan mewakili Ibu Adinda. "


Elisa tersenyum tipis dan langsung pergi meninggalkan Yudha. Sedang kan Yudha langsung masuk kedalam kantor.


Adinda terus mencoba menghubungi Rafael, tapi tidak juga kunjung di angkat. Hingga mengirim kan sebuah pesan untuk nya. Lalu Rafael menelepon Adinda, dan langsung di angkat nya.


"Hallo, saya mau tanya tentang sekolah Mauren. "


"Dia home schooling, kenapa? "


"Tadi, guru nya Mauren kesini. Menanyakan status, sekolah Mauren."


"Seharusnya kamu, laporan ke sekolah nya kalau anak kita itu, keluar dari sana. Bukan kamu, salah kan saya. Paham... !! "


Tutttttt....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2